Pemkab Sumenep Akan Bangun KIHT di Kecamatan Guluk-Guluk – El Jabar

Pemkab Sumenep Akan Bangun KIHT di Kecamatan Guluk-Guluk

SUMENEP, eljabar.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur akan membangun kawasan industri hasil tembakau (KIHT) di daerah Kecamatan Gulukguluk.

Pembangunan KIHT yang dianggarkan Rp10 miliar tersebut bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2021.

Pembangunan KIHT, selain untuk menekan peredaran rokok tanpa cukai, juga memiliki tujuan untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat, khususnya para petani tembakau.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Agus Dwi Saputra, membenarkan jika, gedung KIHT sudah ditetapkan bakal dibangun di Kecamatan Guluk-Guluk.

Perencanaan sudah tuntas, hanya tinggal menuju proses realisasinya. Butuh sekitar 2 hektar lahan, sesuai pengkajian tidak perlu pembebasan lahan, karena sudah ada, yakni tanah kas desa. Saat ini rencana pembangunan itu, prosesnya beberapa tahapan sudah berjalan,” ungkapnya, Selasa (12/10/2021).

Menurutnya, untuk memaksimalkan hasil pembangunan, pihaknya mengaku sangat berhati-hati, termasuk tahapan pembangunan itu benar-benar prosedural. Salah satunya, perencanaan pembangunan dimulai dari tahap studi kelayakan (feasibility study).

Studi kelayakan ini, berupa penelitian tentang layak tidaknya suatu proyek atau kawasan dibangun dan bisa mencapai tingkat keberhasilan atau tidak,” jelasnya.

Kata Agus dalam studi kelayakan tersebut, ada tiga aspek urgen yang harus tercapai, mulai kadar manfaat ekonomis proyek tersebut, manfaat proyek itu bagi pembangunan negara atau disebut manfaat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terakhir timbal balik pembangunan KIHT bagi lingkungan sekitar.

“Ternyata tim konsultan sudah memberikan keputusan di Gulukguluk lah yang akan dibangun, tempat lain kurang, nilainya kecil,” jelasnya.

Dari studi kelayakan itu, lanjut Agus, menunjukkan hasil positif. Sebab, syarat perencanaan pembangunan ini juga masih perlu master plan dan penyusunan detail engineering design (DED).
“Setelah itu, masih akan dilakukan kajian lingkungan. Dan semuanya sudah mantap, tinggal menuju proses lelang pekerjaannya,” tutupnya. (ury)

Categories: Nasional