Pemkot Sukabumi Pacu PAD, Wali Kota Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Daerah 18 Persen

SUKABUMI,eljabar.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai upaya memperbesar kapasitas fiskal daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menargetkan pertumbuhan PAD mencapai 18 persen melalui optimalisasi kinerja seluruh perangkat daerah.
Target tersebut disampaikan Wali Kota Ayep Zaki saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) di Oproom Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Rabu (5/8/2026). Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, para asisten daerah, staf ahli wali kota, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), sekretaris perangkat daerah, camat, hingga lurah.
Dalam arahannya, Ayep meminta setiap perangkat daerah mempercepat upaya peningkatan PAD melalui penguatan potensi pendapatan, peningkatan pengawasan, serta penyusunan target dan proyeksi penerimaan yang terukur. Langkah tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi kinerja masing-masing OPD.
Menurut Ayep, kemampuan fiskal daerah menjadi faktor penting dalam memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan, optimalisasi PAD merupakan bagian dari visi pembangunan jangka menengah hingga panjang yang ingin diwujudkan selama masa kepemimpinannya.
“Pembangunan ini waktunya tidak lama. Dalam lima sampai sepuluh tahun seluruh pemanfaatan PAD harus selesai. Saya ingin meninggalkan legacy sebagai warisan bagi pemerintah berikutnya. Pimpinan menjadi indikator penting dalam pemerintahan, sementara anggaran harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Karena itu saya terus mengontrol pendapatan asli daerah agar lajunya semakin cepat,” ujar Ayep.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar menjalankan setiap kebijakan yang telah diputuskan secara konsisten. Menurutnya, komitmen bersama menjadi modal utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif.
“Kalau kita tidak bisa melangkah, saya minta semuanya berhenti dulu. Ini soal menjaga komitmen. Jangan main-main dengan keputusan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut rapat, seluruh perangkat daerah yang memiliki kewenangan menghimpun pendapatan menandatangani pernyataan komitmen untuk meningkatkan PAD. Selain itu, masing-masing OPD diwajibkan menyusun target beserta proyeksi penerimaan yang akan menjadi salah satu indikator evaluasi kinerja dan bahan pertimbangan dalam rotasi pejabat.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Para camat diminta aktif mengawal capaian penerimaan pajak di wilayahnya melalui evaluasi pertumbuhan setiap tahun.
Ayep mengungkapkan, sejumlah langkah yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Alokasi anggaran sebesar Rp700 juta untuk mendukung optimalisasi PBB-P2, kata dia, telah menghasilkan tambahan penerimaan sekitar Rp780 juta.
“PBB-P2 akan terus kita perbarui dan maksimalkan. Seluruh perangkat daerah saya minta mengejar pertumbuhan pendapatan sebesar 18 persen. Khusus PBB-P2, capaian saat ini masih sekitar 12 persen dari target 18 persen. Bulan Agustus ini harus dimaksimalkan,” katanya.
Melalui rapat pimpinan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi PAD. Upaya tersebut diharapkan mampu menjadi penopang pembiayaan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga keberlanjutan program pembangunan Kota Sukabumi pada tahun-tahun mendatang.(Anne)







