Pendidikan Sebagai Investasi Sumber Daya Manusia - El Jabar

Pendidikan Sebagai Investasi Sumber Daya Manusia

ADIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, elJabar.com — Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Kualitas sumber daya manusia itu tergantung pada kualitas pendidikannya.

Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Menyediakan pendidikan yang berkualitas untuk memenuhi hak-hak setiap warga negara serta mendukung pencapaian sasaran pembangunan, membutuhkan perangkat yang memadai, diantaranya adalah peningkatan sumber daya manusia.

Oleh sebab itu, perhatian yang serius terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia,  menurut Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Barat, H. Cecep Gogom, bidang pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional maupun pengembangan daerah.

“Pendidikan harus menjadi perhatian yang serius. Pendidikan ini sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang,” ujar H. Cecep Gogom, kepada elJabar.com.

Ada empat tantangan yang harus diperhatikan dalam membangun sumber daya manusia di era masyarakat dunia yang terus bergerak dan tumbuh sangat dinamis ini.

Empat tantangan penting bidang pengembangan sumber daya manusia tersebut meliputi a) perkembangan ekonomi dan teknologi yang sangat pesat, b) kualitas dan ketersediaan tenaga kerja, c) isu kependudukan, dan d) restrukturisasi organisasi.

Keempat tantangan itu, dirasakan H. Cecep Gogom, ada dan terasa di setiap sektor kehidupan masyarakat dunia, tak terkecuali bidang pendidikan. Maka respon dinamis dan kritis menurutnya, harus dilakukan oleh para pemegang kebijakan dalam membangun sumber daya manusia, khususnya bidang pendidikan.

“Ini harus direspon secara kritis, secara serius oleh para pemangku kebijakan. Termasuk pemerintah daerah,” tegasnya.

Dalam perspektif ekonomi, pengembangan sumber daya manusia bertujuan untuk meningkatkan daya saing bisnis. Demkian halnya dalam pendidikan, pengembangan sumber daya manusia bertujuan membangun kualitas dan daya saing pendidikan baik ditingkat regional maupun global.

Cecep Gogom yang juga merupakan Anggota Komisi 5 DPRD Jabar menilai, bahwa  pembangunan sumber daya manusia pada bidang pendidikan sangat perlu ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing, efektifitas kerja, keberhasilan, dan prestasi yang maksimal.

“Maka untuk untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan nasional diperlukan tenaga-tenaga atau profesioanl yang handal, berkualitas dan berkomitmen tinggi,” ujarnya.

Dalam teori human capital, para ahli ekonomi menyebut sumber daya yang ada pada setiap orang atau kelompok adalah capital. Jika dalam dunia bisnis, capital diperoleh dengan mengkonversi bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang siap dijual.

“Dalam pendidikan, sumber daya manusia (human capital) didapat ketika seseorang mampu menguasai skill atau knowledge yang diinginkan,” terangnya.

Selain sumber daya alam, modal, dan enterpreneur sumber daya manusia (human capital) menjadi salah satu faktor produktifitas bagi suatu negara. Artinya semakin tinggi tingkat kualitas sumber daya manusia pada suatu negara, semakin tinggi pula tingkat produktifitas, kesejahteraan, dan daya saingnya di tingkat global.

Oleh karena itu Cecep Gogom menegaskan, tentang pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan investasi modal sumber daya manusia untuk memacu pertumbuhan ekonomi suatu negara atau daerah.

Maka untuk meningkatkan kesejahateraan warga negara, idealnya suatu negara lebih mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (human capital) dari pada mementingkan pembangunan fisik.

Pemprov Jabar menurut Cecep Gogom,  harus memiliki strategis pembangunan pendidikan, dimana seluruh rencana bidang pendidikan itu berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing, baik regional maupun internasional.

“Untuk memajukan daerah, Pemprov Jabar harus mempersiapkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan. Ini harus terprogram, terus dilakukan melalui program  jangka pendek dan panjang,” pungkasnya. (muis)

Categories: Adikarya Parlemen,Politik