Penerbangan Bandara Trunojoyo Kelas III Sumenep Kembali Dibuka, Penumpang Wajib Divaksin – El Jabar

Penerbangan Bandara Trunojoyo Kelas III Sumenep Kembali Dibuka, Penumpang Wajib Divaksin

SUMENEP, eljabar.com Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo Kelas III Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali membuka penerbangan perintis  setelah kota keris ini masuk zona PPKM level 2. Seiring dengan hal tersebut maka kepada setiap penumpang penumpang, pengelola bandara mewajibkan untuk divaksin.

Penerapan vaksinasi itu merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 38 tahun 2021 bahwa Kabupaten Sumenep, telah masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.

Sebelumnya, selama penerapan PKKM darurat, penerbangan Bandara Trunojoyo Sumenep untuk sementara terhenti, namun saat ini sejak sumenep masuk pada zona pemberlakuan PKKM level 2, operasional bandara dibuka kembali.

“Sejak Sumenep masuk dalam PPKM level 2, untuk itu transportasi udara kembali kita realisasikan pergerakannya. Ini adalah kali pertama kembali terbang, sejak bulan Juli 2021 hanya ada satu saja penumpang dari Bawean, dan hari ini yang berangkat ke Bawean masih kosong,” kata M. Arqodri A, Kepala Kantor UPBU Trunojoyo Sumenep, saat dikonfirmasi media ini di kantornya, Selasa (07/09/2021).

Menurutnya, Bandara Trunojoyo Kelas III Sumenep memiliki tiga rute penerbangan, yakni Surabaya-Bawean, Bawean-Sumenep, dan Sumenep-Pagerungan.

Bahkan Arqodri mengaku mempunyai rencana, pada tahun 2022 mendatang akan menambah jalur penerbangan komersil, salah satunya Sumenep-Bali.

“Kami sudah mendapatkan informasi, ada tiga orang yang sudah booking kepada penjual tiket Susi Air untuk terbang ke Bawean. Hari ini kita operasikan kembali yang rute ke Bawean-Sumenep dan Sumenep-Bawean pulang pergi (PP),” paparnya.

Sebelumnya pada tanggal 1 Juli 2021 lalu, Bandara Trunojoyo Kelas III Sumenep mengikuti ketentuan terkait penerapan PPKM darurat yang diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 62 tahun 2021, yang tidak mensyaratkan terkait dari dokumen kesehatan.

“Tapi pada saat itu pengguna jasanya sepi, sementara waktu ada ke Pagerungan, sebab itu pengelola Bandara tidak memberikan izin untuk dioperasikan kembali untuk penerbangan umum,” jelasnya.

Sedangkan untuk saat ini sesuai dengan SE Menteri Kesehatan Nomor HK02.01/Menkes/847/2021 tertanggal 2 Juli tentang digitalisasi dokumen kesehatan bagi transportasi udara, penerbangan dari dan menju Sumenep dioperasionalkan.

“Hari ini kita coba realisasikan untuk penerbangan pertama. Jadi pengguna jasa ini wajib sudah vaksin, minimal dosis pertama untuk menggunakan jasa transportasi udara. Tapi untuk syarat dokumen tambahan seperti PCR dengan antigen untuk penerbangan ke Pagerungan ataupun Masalembu dari Sumenep, saat ini tidak diberlakukan lagi” tegasnya.

Sisi lain, Arqodri  memaparkan bahwa saat ini pihak Bandara telah menerapkan sistem ‘Aplikasi PeduliLindungi’. Dimana, aplikasi ini berguna untuk mengecek penumpang selesai divaksin atau tidak.

“Saat ini kita sudah menerapkan sistem digitalisasi, dimana Aplikasi PeduliLindungi harus dipergunakan dalam sektor transportasi, ini juga sudah kita siapkan dua perangkat untuk pengecekan pengguna jasa kita apakah sudah divaksin atau tidak,” paparnya.

Para pengguna jasa transportasi udara bisa langsung mendownload aplikasi tersebut. Kemudian, dari aplikasi ini para penumpang dianjurkan untuk men-scan barcode kartu vaksin atau biasa dengan menggunakan NIK sebelum naik pesawat.

“Pengguna jasa dapat mendownload Aplikasi Lindungi, disana bisa langsung men-scan barcode, atau langsung menyampaikan NIK KTP langsung pada petugas. Semua akan terbaca dalam Aplikasi PeduliLindungi,” tambahnya.

Dia berharap, masyarakat bisa menggunakan jasa transportasi udara tersebut kembali, sebab demi meningkatkan kemajuan sektor ekonomi di Sumenep, transportasi udara yang sudah tersedia juga harus digunakan semaksimal mungkin.

“Saya harapkan, dari teman-teman media bisa memberikan informasi kepada masyarakat bahwa terselenggaranya kembali rute penerbangan perintis ini. Target dari angkutan itu sendiri, masyarakat sebagai pengguna jasa, bisa kita peroleh,” tutupnya. (ury)

Categories: Nasional