Pengaspalan Jalan Babat-Bojonegoro Dikebut, Arus Lalu Lintas Buka Tutup

BOJONEGORO, eljabar.com – Pengaspalan proyek pelebaran jalan nasional Babat-Bojonegoro terus dikebut. Aktivitas proyek di ruas jalan nasional yang didanai dari APBD Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp 70,3 miliar itu menyebabkan antrian kemacetan yang cukup panjang.
Pelaksana proyek PT Bumi Selatan Perkasa telah meminta bantuan pengaturan lalu lintas dari Satlantas Polres Bojonegoro agar kemacetan tidak memakan waktu lama.
Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli Satlantas Polres Bojonegoro, Iptu Heri Susanto mengaku telah menurunkan 6 anggota untuk mengatur arus lalu lintas selama proses pengaspalan.
Kemacetan di ruas jalan nasional tersebut tidak bisa dihindari, namun dengan skema buka tutup yang dilakukan pihaknya menjamin arus kendaraan bisa setidaknya bisa lancar dan risiko kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan yang menyerobot bisa dihindari.
Kata Heri, personil diturunkan saat siang sampai petanh sebanyak 6 personil. Sedangkan pada malam hari sebanyak 4 personil.
“Personil yang kami turunkan bertugas untuk mengatur lalu lintas di lokasi proyek,” ujarnya.
Sementara, seorang staf PT Bumi Selatan Perkasa, Kusnan menerangkan, pihaknya sedang mempercepat seluruh proses pekerjaan yang waktu pelaksanaanya akan berakhir pada akhir Desember 2021 ini. Sejumlah alat dan tenaga dioptimalkan untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Kontrak pekerjaan sampai akhir tahun ini,” kata Kusnan melalui pesan, Jum’at (17/12/2021).
Ia juga berharap saat mengerjakan perkerasan lentur (pengaspalan) tidak terhalang oleh cuaca yang tidak dapat diprediksi, seperti curah hujan dengan intensitas tinggi.
Selain itu pihaknya juga mengimbau agar masyarakat bersabar dan mematuhi rambu-rambu peringatan dan oengaman yang telah dipasang.
Seperti diketahui, proyek pelebaran jalan nasional sepanjang 10 kilimeter itu dimulai sejak pertengahan tahun ini. Di sisi utara dan selatan ruas jalan tersebut masing-masing akan dilebarkan 1,5 meter.
Pelebaran di sisi utara dan selatan dengan konstruksi beton itu akan menguatkan jalan dari risiko keretakan. Selain itu, jalan tersebut akan memiliki lebar 10 meter, dari sebelumnya yang hanya 7 meter. (and’s)







