Pengisian Awal Bendungan Pidekso, Bendungan Arsitektur Sederhana Yang Kaya Manfaat – El Jabar

Pengisian Awal Bendungan Pidekso, Bendungan Arsitektur Sederhana Yang Kaya Manfaat

WONOGIRI, eljabar.com – Arsitektur sederhana Bendungan Pidekso yang berada di Desa Tukulrejo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tak mengurangi manfaat bendungan tersebut.

Hal ini terungkap dalam sambutan Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto saat bendungan tersebut dilakukan pengisian awal dan ditandai dengan penutupan pintu conduit, Rabu siang, (14/10/2021).

Menurut Agus pengisian awal diperkirakan akan memakan waktu hingga 5 bulan ke depan sampai tampungan bendungan dan melimpas pada spillway atau saluran pelimpah.

“Sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Wonogiri,” kata Agus.

Selain itu, Agus menjelaskan bahwa pembangunan Bendungan Pidekso melalui proses panjang, meliputi sertifikasi persetujuan desain, izin pelaksanaan konstruksi dan sertifikasi persetujuan pengisian bendungan.

Tahapan dan proses tersebut harus dilalui untuk menjamin keamanan konstruksi bendungan yang dibangun di atas tanah seluas 295 hektare tersebut.

Dalam laporannya, Agus juga mengatakan bahwa Bendungan Pidekso mampu melayani daerah irigasi seluas 1.500 hektare lahan pertanian dan kebutuhan air baku sebesar 300 liter per detik serta mereduksi banjir sebesar 311 meter kubik per detik untuk kala ulang 50 tahunan (Q50).

Agus juga mengatakan bahwa bendungan yang menurut rencana akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 21 Desember 2021 itu, memiliki daya tampung 25 juta meter kubik dengan luas area genangan 232 hektare.

“Bendungan Pidekso juga berfungsi sebagai konservasi sumber daya air dan kawasan wisata,” terangnya kemudian.

Ia menambahkan, Bendungan Pidekso yang dibangun oleh APBN sebesar Rp 772 milyar itu, mulai dibangun pada tahun 2014 dan akan rampung seluruhnya pada tahun 2022 yang akan datang. Hingga dilakukan pengisian awal, progres pekerjaan Bendungan Pidekso telah mencapai 80 persen.

“Pembangunannya juga melibatkan 150 orang tenaga kerja yang bekerja setiap hari melalui skema padat karya,” urainya.

Pengisiannya, lanjut Agus, dilaksanakan secara bertahap selama 111 hari agar perilaku bendungan dapat dipantau.

“Selama impounding, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang ada di bagian hilir bendungan,” imbuhnya.

“BBWS Bengawan Solo tetap konsisten dan sinergi dalam menjaga ketahanan air dan ketahanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Wonogiri,” pungkas Agus.

Terpisah, Kepala Satuan Kerja Pembangunan Bendungan BBWS Bengawan Solo Dony Faturochman mengatakan bahwa Bendungan Pidekso memiliki umur rencana minimal 50 tahun.

Bendungan ini, kata Dony, didesain tahan gempa, termasuk megathrust, sebab dibangun dengan urugan batu yang lebih fleksibel dibandingkan dengan rigid beton.

“Pengerjaanya telah mempelajari peta gempa dari pemerintah pusat,” tuturnya.

Sementara itu, turut hadir pada acara pengisian awal Bendungan Pidekso yang diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, diantaranya adalah Staf Ahli Menteri PUPR Sudirman, Bupati Wonogiri Joko Sutopo dan pihak terkait lainnya. (*iwn)

Categories: Nasional