Pendidikan

Perdana, ITB Sambut Mahasiswa Baru di Kampus Jatinangor

SUMEDANG,– Sejak berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB) 50 tahun silam, baru pertama kali ini penyambutan mahasiswa baru digelar di kampus ITB Jatinangor, Jl. Letjen. Purn. Dr. (HC) Mashudi, Nomor 1, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (2/9/2023).

Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D melalui Sekretaris ITB, Prof. Dr. Ing. Ir Widjaja Martokusumo menjelaskan, ITB Jatinangor Festival 2023 merupakan penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2023/2024.

Kali ini mengusung tema “Green Culture fo Better Future”. Hal tersebut ditunjukkan dengan berbagai kegiatan yang menjadi nilai tambah civitas akademika ITB Kampus Jatinangor, terutama dalam perspektif mengembangkan diri, menjaga lingkungan, dan menghadapi tantangan masa depan.

“Kegiatan bertujuan mengenalkan Kampus ITB Jatinangor kepada dosen, mahasiswa, tendik (tenaga pendidik), alumni beserta keluarga, bahkan kepada warga Jatinangor Sumedang. Sebab, sejak kampus ITB Jatinangor berdiri, dirasa belum ada gaungnya bagi masyarakat Jatinangor. Nah, kali ini digelar di Jatinangor supaya masyarakat mengetahuinya bahwa ini loh mahasiswa ITB,” paparnya.

Dikatakan Widjaja, ITB Jatifest 2023 pun sekaligus menjadi puncak dari rangkaian penyambutan bagi mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB) 2023 Tahun Akademik 2023/2024 dan mengenalkan aktivitas mahasiswa di kampus.

“Dengan upaya maksimal, penyelenggaran yang ramah lingkungan dan bekerlanjutan, kegiatan yang diselenggarakan meliputi; Fun Run, Campus Tour Game, Student Group Performing, Video Mapping, Pameran Unit Kegiatan Mahasiswa, hingga Students Fashion Show. Tema “Green Culture fo Better Future” pun ditunjukkan dalam logo ITB Jatifest 2023 yang diciptakan Dosen Desain Komunikasi Visual ITB, Bima Nurin Aulan,” jelasnya.

Pihaknya juga mengundang beberapa kelompok seni asli Jatinangor sebagai bagian dari izin atau istilah bahasa Sunda, Ngawawuhkeun (mengenalkan) tradisi masyarakat sekitar kepada mahasiswa baru yang notabene dari luar wilayah Jawa Barat.

Upaya itu pun sebagai ajang mewadahi kreativitas warga lokal. Beberapa eskul ITB pun ditampilkan oleh Kakak kelas atau senior kepada juniornya bahwa inilah dunia mereka yang akan ditempuh mahasiswa baru.

“Intinya, kenapa acara ini digelar di kampus Jatinangor karena kita tahu jumlah mahasiswa baru ITB itu mencapai 5.000 orang untuk jenjang S1. Sementara 2.000 orang untuk program S2 dan S3. Jadi, kalau digelar di Kampus Ganesha (Bandung) tidak akan cukup. Makanya bu rektor memiliki ide, kita gelar di kampus ITB Jatinangor karena memiliki lahan sekitar 47 hektar, dan lebih representatif,” katanya.

Tak hanya di Jatinangor, ITB juga memiliki kampus daerah seperti di Cirebon dan di Jakarta. Masing-masing memiliki misinya sendiri.

“Nah kita ingin keberadaan kampus di Jatinangor ini meskipun tujuannya adalah pengamalan gerakan akademik juga berdampak pada kawasan lokal. Saya kira kan untuk pembangunan ekonomi lokal masyarakat itu juga penting. ITB itu punya misi juga supaya keberadaannya itu memberikan manfaat kepada warga sekitar. Sebaik-baiknya orang itulah yang memberikan manfaat buat orang lain. Sehingga, usaha, kost-kostan, warung makan, laundry, jasa lainnya bisa bergerak di Jatinangor dan ekonominya tumbuh,” tandasnya. (Abas)

Show More
Back to top button