Pemerintahan

Peringatan HDI 2025, Wali Kota Farhan: Kota Maju Harus Hadirkan Inklusi untuk Semua

BANDUNG, elJabar. Com — Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kebijakan inklusif bagi penyandang disabilitas. Hal ini disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat Kota Bandung yang digelar di Laswi Heritage.

Wali Kota Bandung menuturkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari kemampuan menghadirkan keadilan dan kesetaraan bagi seluruh warganya.

Kota yang maju adalah kota yang memastikan seluruh warganya merasakan manfaat pembangunan secara adil,” ujar Farhan.

Ia menekankan bahwa penyandang disabilitas merupakan mitra pembangunan dan memiliki kontribusi besar dalam memajukan Kota Bandung. Pemerintah daerah, lanjut Farhan, terus memperluas aksesibilitas fasilitas publik, meningkatkan layanan dasar, memperkuat pendidikan dan ketenagakerjaan inklusif, serta meningkatkan kelembagaan penyandang disabilitas.

Inklusi bukan slogan tahunan, tetapi agenda jangka panjang yang kami dorong melalui regulasi, program, anggaran, dan keberpihakan nyata,” tegas Farhan.

Wali Kota juga mengakui masih adanya tantangan dalam mewujudkan kota inklusif. Namun, tantangan tersebut justru menjadi pemacu untuk memperluas kolaborasi dan memperkuat dialog dengan komunitas disabilitas.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, menambahkan bahwa penyelenggaraan HDI 2025 bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inklusi sosial, menghilangkan stigma, serta mengadvokasi hak-hak penyandang disabilitas.

Tema global HDI 2025 adalah “Fostering Disability Inclusive Societies for Advancing Social Progress”. Adapun tema lokal Kota Bandung, “Rancage: Rangkul Maké Cinta, Ajénan, Gerakkeun,” menekankan nilai merangkul, menghargai, dan menggerakkan masyarakat menuju inklusi.

Saat ini terdapat 30.012 penyandang disabilitas di Kota Bandung. Tiga kelompok terbesar meliputi:

* Disabilitas netra: 10.202 orang (33,98%)

* Disabilitas ganda/multi: 7.710 orang (25,69%)

* Disabilitas fisik: 5.460 orang (18,19%)

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat penyebab disabilitas didominasi oleh penyakit (59%), kecelakaan/cedera/kekerasan (26%), kelainan bawaan (14%), serta 1% penyebab yang tidak diketahui. *red

Show More
Back to top button