Peringati HSN, Lapas Narkotika Pamekasan Ajak Narapidana Lebih Dekat Dengan Tuhan – El Jabar

Peringati HSN, Lapas Narkotika Pamekasan Ajak Narapidana Lebih Dekat Dengan Tuhan

PAMEKASAN, eljabar.com – Momentum Hari Santri Nasional 2021 diperingati oleh Lapas Narkotika Pamekasan dan diikuti oleh warga binaan lapas.

Pada peringatan hari besar nasional yang ditetapkan dengan Keppres No. 22 Tahun 2015 tersebut, seluruh warga binaan diajak untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

Melalui kontemplasi tersebut, segenap warga binaan lapas narkotoka Pamekasan dapat mengubah diri menjadi insan yang lebih baik.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Hanafi mengatakan dalam sambutannya, momentum peringatan HSN 2021 hendaknya dijadikan sarana kontemplasi untuk perbaikan diri ke depan.

Selain mengajak tingkatkan ketaqwaan, HSN 2021, menurut Hanafi adalah sejarah perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Santri memiliki peran strategis dalam perjuangan bangsa.

Maka, lanjut Hanafi, melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, peringatan Hari Santri Nasional menjadi upaya untuk merawat ingatan dan semangat dari revolusi jihad.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengingatkan untuk banyak beribadah, sebab hal itu bisa menuntun seseorang terhindar dari perilaku tercela.

“Orang yang beribadah biasanya akan merasa tenang dan damai,  serta menyayangi sesama,” kata Hanafi.

Sejarah Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional tidak hanya merujuk pada komunitas tertentu, tetapi merujuk mereka yang dalam tubuhnya mengalir darah Merah Putih dan tarikan napas kehidupannya terpancar kalimat La ilaaha illa Allah.

22 Oktober 1945 dianggap sebagai resolusi jihad di mana santri dan ulama bersatu serta berkorban untuk mempertahankan Indonesia. Saat itu Hasyim Asy’ari yang menjabat sebagai Rais Akbar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menetapkan resolusi jihad melawan pasukan kolonial di Surabaya, Jawa Timur. Kondisi tersebut terlihat pada 21 dan 22 Oktober 1945, di saat pengurus NU Jawa dan Madura menggelar pertemuan.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyatakan sikap setelah mendengar tentara Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia dengan membonceng sekutu.

Perlawanan rakyat dan kalangan santri ini kemudian

membuat semangat pemuda Surabaya dan Bung Tomo turut ‘terbakar’. Hingga akhirnya perjuangan tersebut menewaskan pemimpin Sekutu Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Mallaby tewas dalam pertempuran yang berlangsung pada 27-29 Oktober 1945. Hal inilah yang memicu pertempuran 10 November 1945.

Tema Hari Santri Nasional 2021

Tema Hari Santri Nasional 2020 adalah “Santri siaga. Jiwa raga .  dimana Isu kesehatan diangkat berdasar fakta bahwa indonisia tak terkecuali pamekasan, saat ini tengah dilanda pandemi Corona (COVID-19).

Di Indonesia, pandemi COVID-19 telah ditetapkan sebagai Bencana Nonalam melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Bencana Nasional.

Sementara itu Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Jawa Timur, dalam keterangan persnya menyebutkan, banyak pesantren yang telah berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak pandemi Covid-19.

Pengalaman terbaik beberapa Pesantren yang telah berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak pandemi COVID-19 menjadi bukti nyata bahwa Pesantren juga memiliki kemampuan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, keteladanan dan sikap kehati-hatian Kiai dan Pimpinan Pesantren. Karena mereka tetap akan mengutamakan keselamatan santrinya dibanding proses belajar di Pesantren. (idrus/ip)

Categories: Nasional