Perkembangan Pandemi C-19 di Sumedang Masih Harus Diwaspadai – El Jabar

Perkembangan Pandemi C-19 di Sumedang Masih Harus Diwaspadai

Sumedang,eljabar.com — Perkembangan terkait situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang pada hari ini Jumat tanggal 20 Agustus 2021 Pukul 16.00 WIB masih perlu diwaspadai.

Adapun perkembangan ligancy adalah sebagai berikut:
• Kasus Konfirmasi :
– Dirawat/diisolasi sebanyak 212 orang (2,44%) dengan rincian: 24 dirawat (24
di RSUD, 0 di Fasyankes luar Sumedang), 188 isolasi mandiri
– Sembuh /Selesai Isolasi : 8.181 orang (94,16%)
– Meninggal : 295 orang (3,39%)
– Jumlah : 8.688 orang
– BOR : 50,15%
Hari ini ada 23 orang penambahan terkonfirmasi positif baru yaitu:
0 orang Kecamatan Buahdua
0 orang Kecamatan Cibugel
17 orang Kecamatan Cimalaka
0 orang Kecamatan Cimanggung
0 orang Kecamatan Cisarua
0 orang Kecamatan Cisitu
0 orang Kecamatan Conggeang
0 orang Kecamatan Darmaraja
0 orang Kecamatan Ganeas
0 orang Kecamatan Jatigede
0 orang Kecamatan Jatinangor
1 orang Kecamatan Jatinunggal
0 orang Kecamatan Pamulihan
2 orang Kecamatan Paseh
2 orang Kecamatan Rancakalong
2 orang Kecamatan Situraja
0 orang Kecamatan Sukasari
1 orang Kecamatan Sumedang Selatan
0 orang Kecamatan Sumedang Utara
0 orang Kecamatan Surian
0 orang Kecamatan Tanjungkerta
0 orang Kecamatan Tanjungmedar
0 orang Kecamatan Tanjungsari
0 orang Kecamatan Tomo
0 orang Kecamatan Ujungjaya
0 orang Kecamatan Wado
Hari ini ada 27 orang yang terkonfirmasi sembuh/selesai masa isolasi mandiri:
0 orang Kecamatan Buahdua
0 orang Kecamatan Cibugel
22 orang Kecamatan Cimalaka
0 orang Kecamatan Cimanggung
1 orang Kecamatan Cisarua

0 orang Kecamatan Cisitu
0 orang Kecamatan Conggeang
0 orang Kecamatan Darmaraja
0 orang Kecamatan Ganeas
0 orang Kecamatan Jatigede
0 orang Kecamatan Jatinangor
0 orang Kecamatan Jatinunggal
0 orang Kecamatan Pamulihan
0 orang Kecamatan Paseh
0 orang Kecamatan Rancakalong
0 orang Kecamatan Situraja
1 orang Kecamatan Sukasari
0 orang Kecamatan Sumedang Selatan
0 orang Kecamatan Sumedang Utara
0 orang Kecamatan Surian
1 orang Kecamatan Tanjungkerta
2 orang Kecamatan Tanjungmedar
0 orang Kecamatan Tanjungsari
0 orang Kecamatan Tomo
0 orang Kecamatan Ujungjaya
0 orang Kecamatan Wado
Pasien Terkonfirmasi dirawat yang meninggal dunia hari ini 0 orang

Pasien meninggal dengan status suspek 0 orang
Kasus Suspek :
– Dirawat/diisolasi : 10 orang
– Selesai perawatan : 2.441 orang
– Probable : 154 orang
– Jumlah : 2.605 orang

Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar Covid-19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan ujiPolymerase Chain Reaction (PCR)/SWAB.

• Pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif
Covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol
pemulasaraan pasien Covid-19 dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar
Covid-19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan ternyata positif Covid19.
• Total spesimen PCR/SWAB oleh RSUD dan Dinkes:
– Dinkes : 23.904 orang
– RSUD : 4.160 orang
– Jumlah Keseluruhan : 28.064 orang
• Hari ini ada penambahan PCR: 108 spesimen
• Positivity Rate : 27,69%
• Total Spesimen Antigen : 8.434 sampel (bertambah 28)

• Ketersediaan tempat tidur pada RS (Fasyankes) dan daftar tunggu Pasien Covid-
19 hari ini.
Jumlah tempat tidur yang tersedia :
RSUD Sumedang : Ranap 114 IGD 3
RS Pakuwon : Ranap 12 IGD –
RS Harapan Keluarga : Ranap 7 IGD 3
PSC
Jumlah : Ranap 133. IGD 6
Jumlah Pasien yang ditangani :
RSUD Sumedang : Ranap 37 IGD –
RS Pakuwon : Ranap 9 IGD –
RS Harapan Keluarga : Ranap 0 IGD –
PSC
Jumlah : Ranap 49 IGD 1
Jumlah Pasien Sembuh :
RSUD Sumedang : 5
RS Pakuwon : 2
RS Harapan Keluarga : 0
PSC
Jumlah : 7
Jumlah Pasien Meninggal :
RSUD Sumedang : 0
RS Pakuwon : 0
RS Harapan Keluarga : 0
PSC
Jumlah : 0
Daftar Tunggu PSC : 0
• Kontak Erat:
– Dalam Pemantauan : 145 orang
– Selesai : 4.733 orang
– Total Kontak Erat : 4.878 orang

• Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Intruksi Menteri Dalam
Negeri Nomor 19 tentang perubahan ketiga Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor
15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat
Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

• Sesuai Peraturan Bupati Sumedang Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengenaan Sanksi
adminstratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Pembatasan
Sosial Berskala Besar dan Adaptasi Kebiasaan baru (AKB) dalam Penanggulangan
Corona Virus Disease 2019 serta Keputusan Bupati Sumedang Nomor 160 Tahun 2021 tentang
Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara Proporsional di Kabupaten Sumedang dalam rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019:

a. Dilaksanakan patrol kewilayahan di wilayah kecamatan kecamatan se-Kabupaten
Sumedang oleh Divisi Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Penanganan
Covid19 Kabupaten Sumedang dari Unsur Satpol PP Kabupaten sebanyak 40
personil.

b. Pelaksanaan pengenaan sanksi administratif sesuai Peraturan Bupati Sumedang
Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengenaan Sanksi adminstratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Penanggulangan Corona Virus Disease
2019, dilaksanakan juga oleh Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang Selatan, Surian, Sukasari dan Situraja. Dengan jumlah personil masing-masing sebanyak 30 personil yang terdiri dari unsur Koramil dan Unsur Polsek, dan 40 personil yang terdiri dari unsur Satpol PP. Sehingga dalam hal ini, terdapat 100 personil yang
terlibat.

c. Waktu pelaksanaan dimulai dari pukul 08.00 WIB s.d. 13.00 WIB.

d. Sasaran/objek Pengenaan Sanksi Administratif meliputi warga yg tidak memakai masker, toko dan toko modern yang belum menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan, pengendara kendaraan roda dua dan 4 atau lebih yang tidak
memakai masker, kendaraan pribadi/dinas yang membawa penumpang melebihi kapasitas 50% dari kapasitas kendaraan, dan hal-hal lainnya yg tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana Perbup Nomor 5 tahun 2021 tentang tentang
Pengenaan Sanksi adminstratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Penanggulangan Corona Virus Disease 2019.

• Cara Bertindak pengenaan sanksi meliputi:
a. Melaksanakan Pendisiplinan warga dan pelaku usaha/penanggung jawab terhadap protokol kesehatan agar selalu mematuhi Protokol Kesehatan, serta untuk mematuhi ketentuan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Bupati Sumedang Nomor 69 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019, dan Pengenaan Sanksi Administratif tertib dalam
rangka pengendalian penyebaran Covd-19.

b. Memberikan sanksi administratif terhadap perorangan dan pelaku usaha sebagaimana diatur dalam Pasal 4 dan 5 Peraturan Bupati Sumedang Nomor 5 Tahun 2021 Pengenaan Sanksi adminstratif terhadap Pelanggaran Tertib
Kesehatan dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan baru (AKB) dalam Penanggulangan Corona Virus Disease
2019.

c. Pengenaan sanksi administratif hari ini dilaksanakan sesuai dengan jenis sanksi
administratif sebagaimana diatur pada Pasal 6 Peraturan Bupati Sumedang Nomor
5 Tahun 2021 serta besaran penetapan denda adminsitratif sebagaimana diatur
pada Pasal 10 sampai Pasal 20 Peraturan Bupati Sumedang Nomor 5 Tahun 2021.

d. Memberikan edukasi terhadap masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu melaksanakan protokol Kesehatan secara ketat dengan melaksanakan pola hidup 5 M sehingga dalapat memutus penyebaran Corona Virus Disease 2019.

• Jumlah Pelanggaran pada hari ini 0 dengan denda Administratif, Rp, 0.00,

• Jumlah keseluruhan pelanggaran dan sanksiadministrative selama PPKM Darurat dari
tanggal 3 Juli 2021 sampai dengan 20 Agustus 2021, sebanyak 713 pelanggaran
dengan denda administrative sebesar Rp. 27.837.000,00

• Jumlah Pelanggaran mulai tanggal 17 Desember 2020 sampai tanggal 20 Agustus 2021
sebanyak 14.570 Pelanggaran, denda administrative sebesar Rp.366.077.500,00

• Lonjakan Terkonfirmasi Covid-19 mengingatkan kita untuk selalu disiplin dalam penerapan Protokol Kesehatan dengan melaksanakan 5 M yaitu:
1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
2. Memakai masker
3. Menjaga jarak
4. Menghindari kerumunan
5. Mombatasi mobilitas

• Efektifkan kembali peran tokoh masyarakat, tokoh agama, Desa Siaga Corona sampai
ke RT/RW Siaga dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepadawarga.

Kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang diimbau agar tetap waspada pada masa AKB
ini.(abas)

Categories: Regional,Uncategorized