Perlu Penyesuaian Dalam Pembangunan Infrastruktur dan Perekonomian - El Jabar

Perlu Penyesuaian Dalam Pembangunan Infrastruktur dan Perekonomian

ADIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, eljabar.com – Melihat data keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diperkirakan berada pada kisaran 5,3%-5,7% (yoy) masih tinggi meskipun relatif berat untuk mengimbangi pertumbuhan yang tinggi di tahun 2018.

Perlambatan ini diperkirakan disebabkan oleh melambatnya konsumsi rumah tangga seiring dengan peningkatan upah minimum 2019 yang lebih rendah dibanding 2018, sentimen bisnis pelaku usaha berupa sikap wait and see menjelang Pemilihan Umum Presiden 2019 berpotensi untuk menahan peningkatan investasi pada paruh pertama 2019.

Selain itu, sejalan dengan kondisi nasional, stagnannya pertumbuhan ekonomi dunia dan volume perdagangan global yang berpotensi melambat akan menahan laju pertumbuhan ekspor Jawa Barat.

Jabar saat ini tercatat sebagai salah satu daerah penyumbang terbesar perekonomian nasional. Menurut Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Jabar, Herry Ukasah, setidaknya ada lima kebijakan nasional yang harus dioptimalkan untuk mendongrak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Provinsi Jawa Barat.

Kebijakan pertama, mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berpotensi untuk menumbuhkan sumber ekonomi bagi Jawa Barat. Mulai dari infrastruktur berupa jalan tol, kereta api, bandar udara, pelabuhan, bendungan, penyediaan air bersih, hingga sektor kelistrikan.

“Namun untuk pembangunan infrastruktur ini, perlu penyesuaian dengan rencana tata ruang,” ujar Herry Ukasah, kepada elJabar.com.

Percepatan infrastruktur tersebut menurut Herry Ukasah, dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas jalan kabupaten dan kota, serta optimalisasi pemanfaatan dana desa untuk pembangunan infrastruktur dan sarana desa.

Kebijakan kedua, mendorong sektor ekonomi potensial daerah sebagai sumber pertumbuhan baru yang disesuaikan dengan karakteristik daerah. Wilayah Jabar bagian utara menurut Herry Ukasah, mungkin dapat difokuskan pada sektor industri yang berdaya saing tinggi, padat karya, dan berorientasi ekspor. Seperti industri otomotif dan alat transportasi, industri elektronik serta industri tekstil.

“Sedangkan untuk Jabar bagian selatan, dapat difokuskan pada pengolahan hasil pertanian yang memiliki daya saing tinggi melalui industri berbasis pertanian, serta pengembangan sektor pariwisata, juga termasuk kelautan,” jelas Herry.

Kebijakan ketiga, mendorong berkembangnya sektor industri berdaya saing tinggi. Yaitu dengan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi. Pemda Jabar dapat membangun sekolah-sekolah kejuruan atau akademi yang bekerjasama dengan dunia industry.

Kebijakan keempat, yakni mengembangkan sektor pertanian yang difokuskan pada upaya untuk meningkatkan nilai tambah hasil produk pertanian. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat kelembagaan petani, melalui pengembangan corporate/cooperative farming sehingga memacu berkembangnya agroindustri-agrobisnis.

Sementara itu kebijakan kelima, adalah mengembangkan sektor pariwisata dengan strategi penguatan atraksi, akses, dan amenitas (3A). Caranya, melalui pengembangan destinasi unggulan pariwisata tematik, yakni wisata bahari, wisata sejarah, religi, dan tradisi-seni budaya, serta desa wisata. (muis)

Categories: Pemerintahan