Pertemuan Perdana dengan DPKS, Kepala Disdik Sumenep Janji Pembenahan Sistemik

SUMENEP, Eljabar.com – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Moh Iksan, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh sektor pendidikan, khususnya terkait pengelolaan data dan distribusi guru. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima silaturrahim Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) di ruang kerjanya, Kamis (22/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan terbuka itu menjadi pertemuan perdana antara Moh Iksan sebagai Kepala Disdik Sumenep yang baru dengan jajaran DPKS. Momentum ini sekaligus menandai awal penguatan kolaborasi dua institusi strategis dalam upaya memajukan pendidikan di ujung timur Pulau Madura.
Dalam kesempatan tersebut, DPKS menyampaikan sejumlah catatan penting yang sebelumnya telah dibahas dalam rapat internal dan juga mengemuka ke publik. Selain disampaikan secara langsung, masukan tersebut diserahkan secara resmi dalam bentuk surat. Beberapa isu strategis menjadi sorotan, mulai dari pengelolaan Big Data pendidikan, ketimpangan distribusi guru, hingga pentingnya pelibatan DPKS dalam proses perumusan kebijakan pendidikan daerah.
Moh Iksan menyambut baik seluruh masukan yang disampaikan. Ia mengapresiasi langkah proaktif DPKS yang dinilainya menunjukkan keseriusan untuk ikut terlibat dalam pembenahan pendidikan di Sumenep. Menurutnya, kritik dan rekomendasi tersebut sejalan dengan agenda pembenahan internal yang tengah ia dorong sejak awal menjabat.
“Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa DPKS siap berjalan bersama kami. Pendidikan tidak bisa dibenahi secara parsial, perlu kolaborasi dan pengawasan bersama,” ujar Iksan.
Ia mengakui, sejumlah persoalan yang disampaikan DPKS memang menjadi pekerjaan rumah yang kompleks dan menuntut penanganan serius. Namun demikian, Iksan menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti temuan-temuan tersebut secara bertahap dan sistematis. “Beberapa catatan penting ini akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Salah satu perhatian utama adalah pengelolaan data pendidikan yang selama ini dinilai belum terintegrasi secara optimal. Iksan menekankan bahwa data yang valid, akurat, dan terpadu merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran. Tanpa basis data yang kuat, kebijakan berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Selain itu, persoalan ketimpangan distribusi guru antar sekolah juga menjadi fokus pembahasan. Ketidakseimbangan jumlah dan kualifikasi tenaga pendidik dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan. Dalam konteks ini, Iksan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan DPKS sebagai mitra strategis yang memiliki fungsi pertimbangan, pendampingan, dan pengawasan.
“Kami siap berkolaborasi dengan DPKS. Pendidikan tidak bisa dibangun sendiri oleh dinas, tetapi harus melibatkan semua pihak,” imbuhnya.
Pertemuan tersebut menegaskan bahwa relasi antara Disdik Sumenep dan DPKS tidak sekadar bersifat formal. Silaturrahim ini menjadi pijakan awal bagi kerja bersama yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan komunikasi terbuka dan komitmen yang dinyatakan secara langsung oleh Kepala Disdik, harapan terhadap perbaikan tata kelola pendidikan di Sumenep semakin menguat.
Di tengah tantangan kualitas dan pemerataan pendidikan, publik kini menanti realisasi dari komitmen tersebut. Sinergi antara Disdik Sumenep dan DPKS akan diuji, sejauh mana janji tindak lanjut itu mampu diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan sekolah, guru, dan peserta didik di lapangan. (Ury)







