Petani Baleendah Minta Bantuan Kepada DPRD Kabupaten Bandung – El Jabar

Petani Baleendah Minta Bantuan Kepada DPRD Kabupaten Bandung

SOREANG,eljabar.com – Sudah tiga pekan lamanya, ratusan hektare sawah milik petani di sejumlah desa di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut terjadi, imbas dari adanya pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang berlokasi di irigasi Ciherang di Kampung Bojong Cibodas, Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Setelah beberapa kali melakukan aksi, kini para perwakilan petani di tiga desa diundang oleh unsur muspika (Musyawarah pimpinan Kecamatan) Baleendah, Kabupaten Bandung.

Muspika Baleendah mengundang kedua belah pihak yakni para Petani, Gapoktan dan perwakilan Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan petani menyampaikan sejumlah keluhannya kepada Muspika dan Perwakilan DSDA yang diwakili UPTD DSDA SUP DAS WS Citarum.

puluhan petani dari berbagai desa memenuhi undangan dengan mendatangi Aula Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Plt. Camat Baleendah, Perdana, Kapolsek Baleendah, AKP Sungkowo, Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Dasep Kurnia, UPTD DSDA SUP DAS WS Citarum, Penyedia (Kontraktor), Gapoktan dan para petani.

Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan keluhannya terkait sawahnya yang mengalami Kekeringan dan sampai saat ini, aliran irigasi Ciherang belum teraliri air.Sejumlah petani membawa hasil taninya yakni buah ketimun yang hasilnya tidak sesuai dan diperlihatkan kepada Muspika dan UPTD SUP.

Salah satu petani asal Desa Bojong Malaka, Opik meminta aspirasi petani didengar dan langsung ditindaklanjuti dengan aksi nyata.

“Kami disini butuh air, hanya itu. Pembangunan TPT silahkan saja berjalan, kami tidak mempermasalahkan hal itu,” ungkap Opik dalam keterangannya dihadapan Muspika dan UPTD DSDA SUP DAS WS Citarum.

Terkait kondisi yang terjadi dilapangan, pihaknya meminta kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk turun kelapangan untuk mengetahui kondisi langsung yang terjadi.

“Saya sebagai petani meminta Kepastian, kapan irigasi Ciherang bisa teraliri air. Tidak butuh janji, namun butuh kepastian,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Plt. Camat Baleendah, Perdana mengatakan, siap menjadi garda terdepan untuk para petani dalam menerima, menampung aspirasi dari petani.

Terkait hal ini, kata Perdana, setelah mendapatkan informasi tersebut, Pihaknya bersama Muspika langsung mengambilnya langkah-langkah, salah satunya yakni berkoordinasi langsung dengan DSDA Jawa barat dan dinas terkait Pemkab Bandung.

“Alhamdulillah wa Syukurilah, tadi kita dengar semua, bahwa ada solusi terkait persoalan yang terjadi dilapangan. Saya bersama Muspika dan DPRD akan mengawal langkah tersebut sampai air benar-benar ada,” jelasnya.Sementara itu, Kepala UPTD DSDA SUP DAS WS Citarum, Akhmad Mauludin berjanji akan mencari solusi terbaik perihal persoalan yang terjadi.

Langkah pertama kata Akhmad, yakni akan menyiapkan 3 sampai 4 mesin untuk melakukan penyedotan air di sungai Cisangkuy.

“Dalam waktu dekat, kita akan turun langsung kelapangan. Kita bersama-sama berjuang dan mencari solusi terkait kondisi yang terjadi. Saya siap dan akan selalu ada bersama petani,” imbuh Akhmad Mauludin. ***

Categories: Parlemen