PPK 3.6 Jatim Membentuk Tiga Tim Tangani Lobang Jalan Ruas Pandaan Hingga Kepanjen - El Jabar

PPK 3.6 Jatim Membentuk Tiga Tim Tangani Lobang Jalan Ruas Pandaan Hingga Kepanjen

Malang, eljabar.com – Intensitas hujan yang tinggi sejak Desember 2020 lalu, jika merujuk pada berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika, masih akan terjadi hingga Maret 2021 mendatang.

Kondisi ini mendapat perhatian sejumlah pihak, tak terkecuali Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak. Pasalnya, di saat musim hujan tendensi kerusakan jalan relatif mengalami peningkatan, baik terdampak bencana banjir atau yang disebabkan oleh genangan yang akan mengikis lapisan-lapisan jalan.

IMG 20210124 WA0152

Namun begitu, Emil mengaku, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali telah menyiapkan penanganan yang bersifat masif untuk mempertahankan kemantapan jalan nasional di Jatim, seperti kegiatan preservasi dan rekonstruksi maupun kegiatan rekondisi pemeliharaan rutin dan berkala.

“Penanganan yang berjalan saat ini bersifat rekondisi, tujuannya untuk mengembalikan kondisi jalan agar nyaman dan aman dilintasi oleh masyarakat,” terang Emil seusai melakukan inspeksi ke sejumlah ruas jalan nasional di Jatim beberapa pekan lalu.

Untuk mempertahankan kualitas kemantapan jalan nasional tersebut PPK 3.6 Jatim, Rizka Aditya Rahman ST MT, telah membentuk tiga tim yang akan menyisir sejumlah kerusakan di ruas jalan Sidoarjo-Pandaan-Purwosari-Malang-Kepanjen yang menjadi kewenangannya.

IMG 20210124 WA0153

Tiga tim tersebut, kata Aditya, telah melakukan penyisiran lobang jalan maupun permukaan jalan yang bergelombang. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap mantap, sehingga faktor keselamatan dan kenyamanan transportasi tetap terjaga.

“Terutama saat musim hujan. Lobang jalan yang tergenang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan,” ujar Aditya saat dihubungi eljabar.com, Sabtu (23/01/2021).

Masih kata Aditya, lokasi penanganan perbaikan lobang jalan dan permukaan jalan yang bergelombang difokuskan di ruas Pandaan hingga Purwosari sepanjang 20 kilometer dan ruas Malang hingga Kepanjen.
“Target kami, akhir Januari nanti semua lobang sudah tertutup dan dikerjakan siang malam,” pungkasnya.

Sementara, berdasarkan data Masyarakat Transportasi Indonesia (MMTI) penyebab terjadinya lobang jalan disebabkan oleh berbagai faktor. Selain luapan air akibat banjir, beban angkutan yang berlebih (over load) maupun kelebihan dimensi kendaraan (over dimesion) pengangkut barang juga menjadi pemicu terjadinya lobang jalan.

Menyoal terjadinya lobang di sejumlah ruas jalan nasional, peneliti kebijakan publik dari Surabaya Institute Governance Studies (Sign Studies), Bethary Kriswanda, menilai bahwa kerusakan jalan merupakan persoalan yang sangat kompleks.

Menurut Bethary, penangannya membutuhkan keterlibatan seluruh stake holder transpotasi dan pihak lainnya. Selama ini, pengawasan atas kelebihan muatan dan kelebihan dimensi kendaraan pengangkut barang maupun orang belum efektif berjalan.

“Masih banyak ditemukan jenis kendaraan pengangkut barang maupun orang yang melanggar ketentuan batas maksimal daya angkutnya. Tapi penindakan dan pengawasannya masih belum optimal.

Kondisi ini diperburuk oleh kesadaran masyarakat pengguna jalan yang rendah akan faktor keselamatan dan keamanan transportasi. Toh itu demi kepentingan masyarakat juga,” tukas Bethary. (*wn/andi setiawan)

Categories: Nasional