Ekonomi

Program Sewa-Milik TVS iQube Diikuti Ratusan Ojol Bandung, Andi: Setelah Dua Tahun Jadi Milik

BANDUNG, eljabar.com – Andi Rustandi, PIC program sewa-milik di dealer TVS Jalan Abdurahman Saleh, Bandung, menyebut lebih dari 200 pengemudi ojek online (ojol) telah mengikuti program sewa-milik motor listrik TVS iQube yang berjalan sekitar satu tahun di Kota Bandung.

Melalui skema tersebut, pengemudi membayar Rp70 ribu per hari selama dua tahun. Setelah masa sewa terpenuhi, kendaraan menjadi milik pengemudi.

“Untuk ojol ini skemanya sewa-milik dengan tarif Rp70.000 per hari selama dua tahun. Setelah dua tahun, motor menjadi milik mereka,” kata Andi di sela kegiatan city riding dan silaturahmi pengguna TVS iQube di Bandung, Minggu (20/9/2026).

Menurut Andi, program tersebut terbuka bagi pengemudi ojol dari berbagai aplikator dan tidak terikat dengan satu perusahaan transportasi daring tertentu. Karena menggunakan pola sewa-milik, program tersebut juga tidak menggunakan BI checking seperti pembiayaan kendaraan melalui leasing.

Andi menjelaskan, salah satu latar belakang program tersebut adalah kebutuhan sebagian pengemudi ojol terhadap kendaraan yang lebih layak untuk bekerja. Di sisi lain, ada pengemudi yang mengalami kesulitan memperoleh pembiayaan kendaraan secara konvensional.

Selama masa sewa, sejumlah kebutuhan perawatan seperti ban, kampas rem, kelistrikan hingga pajak kendaraan masuk dalam cakupan program. Pengemudi menanggung pembayaran sewa harian dan biaya pengisian daya listrik, sedangkan kerusakan bodi akibat kelalaian menjadi tanggung jawab pengguna.

Pembayaran juga dibuat fleksibel. Pengemudi yang memiliki penghasilan lebih dapat membayar di atas kewajiban harian untuk menutup hari ketika tidak bekerja. Selain itu, terdapat toleransi libur enam hari dalam setahun tanpa denda.

Jika pengemudi tidak dapat meneruskan program, kendaraan dapat dikembalikan. Andi mengatakan program juga memungkinkan kendaraan diteruskan oleh pengemudi lain dengan melanjutkan sisa masa sewa yang belum diselesaikan.

Kegiatan pada Minggu pagi tersebut sekaligus menjadi city riding dan silaturahmi kedua bagi para pengemudi ojol pengguna TVS iQube. Puluhan peserta berangkat dari dealer TVS di Jalan Abdurahman Saleh menuju Rumah Makan Paviliun Sunda di Jalan LLRE Martadinata.

Sekitar 46 pengemudi hadir dari kuota kurang lebih 50 peserta. Sepanjang perjalanan, rombongan bergerak tertib mengikuti arus lalu lintas sebelum berkumpul bersama sesama pengguna serta jajaran TVS Bandung.

Setibanya di lokasi, kegiatan diisi dengan ramah tamah, kuis, doorprize dan makan bersama. Managing Director TVS Bandung Johan juga memberikan sambutan di hadapan para pengemudi yang hadir.

Johan mengatakan pengemudi ojol menjadi salah satu kelompok yang sesuai menggunakan kendaraan listrik karena sepeda motor merupakan sarana utama mereka mencari penghasilan.

“Banyak problem dengan motor-motor mereka yang sudah enggak efisien, dalam artian biaya perawatannya tinggi. Kita coba memperkenalkan kendaraan listrik yang biaya per kWh-nya lebih murah dan perawatannya lebih simpel,” ujar Johan.

Menurut Johan, program sewa-milik TVS iQube untuk sementara baru berjalan di Bandung. Pengembangannya ke daerah lain maupun penggunaan model kendaraan listrik berbeda akan mempertimbangkan harga kendaraan, kemampuan pembiayaan, serta keterjangkauan pembayaran bagi pengemudi.

Salah seorang peserta, Ridwan Edi Suhendi, telah hampir satu tahun menggunakan TVS iQube S untuk bekerja sebagai pengemudi ojol. Ia mengaku merasakan perbedaan biaya operasional dibanding ketika menggunakan sepeda motor berbahan bakar bensin.

Saat bekerja penuh dengan motor bensin, Ridwan mengaku dapat menghabiskan sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per hari untuk BBM. Setelah menggunakan motor listrik, biaya pengisian daya yang dikeluarkannya paling tinggi sekitar Rp15 ribu sehari.

“Kalau motor bensin, full on-bid itu kisaran Rp40 ribu sampai Rp50 ribu beli BBM. Kalau listrik, ngecas paling tinggi sekitar Rp15 ribu sehari,” kata Ridwan.

Selain biaya energi, Ridwan merasa terbantu karena sejumlah kebutuhan servis dan suku cadang masih masuk dalam cakupan program selama masa sewa. Ia juga menilai pertemuan antar pengguna penting karena sesama pengemudi dapat saling mengenal dan membantu ketika menghadapi kendala di jalan.

Selepas rangkaian kegiatan dan makan bersama, para pengemudi kembali menjalani aktivitas masing-masing untuk menerima order dan melanjutkan pekerjaan.**

Reporter : Firman Perkasa Yudha

Show More
Back to top button