PSBB Tahap Ke 2 Dimulai, Pemkab Sumedang Telah Salurkan Rp 7,336 Miliar untuk 14.672 KK - El Jabar

PSBB Tahap Ke 2 Dimulai, Pemkab Sumedang Telah Salurkan Rp 7,336 Miliar untuk 14.672 KK

SUMEDANG, eljabar.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang melaporkan perkembangan terbaru kasus Virus Corona di Kabupaten Sumedang, Rabu, 6 Mei 2020.

Berdasarkan uji Polymerase Chain Reaction atau SWAB terdapat 5 pasien positif Corona dari total 6 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB atau 1 orang telah sembuh.

Kepala Diskipas Kabupaten Sumedang sebagai juru bicara Gugus Tugas, Dr. Iwa Kuswaeri menerangkan berdasarkan pemeriksaan Rapid Test, dinyatakan Reaktif Rapid Test sebanyak 28, jumlah total hasil Rapid Test Reaktif sebanyak 46 orang dan 18 orang sudah dinyatakan selesai dan pulang ke rumah masing-masing.

“Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 5 orang. Dari jumlah Total PDP sebanyak 50 orang, sebanyak 45 orang telah selesai menjalani perawatan dan dinyatakan pulang,” katanya.

Dikatakan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 33 orang, dimana dari total 917 ODP, sebanyak 884 orang dinyatakan telah selesai menjalani masa pemantauan.

Sementara Orang Dalam Risiko (ODR) sebanyak 3.375 orang, jumlah ini mengalami penurunan sebesar 238 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 3.613 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 52 orang.

Iwan menyebutkan, pemberlakuan PSBB di Kabupaten Sumedang dan kebijakan larangan mudik dari pemerintah pusat mampu menekan jumlah pemudik yang datang ke Kabupaten Sumedang, serta telah usainya masa isolasi mandiri 14 hari bagi orang yang pulang kampung.

“Bagi masyarakat yang pulang kampung dan telah berada di Kabupaten Sumedang, kepada yang bersangkutan diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing untuk jangka waktu 14 hari ke depan. Apabila ada gejala demam, batuk dan sakit tenggorokan serta sesak napas diminta agar segera menghubungi call centre 119 atau menghubungi puskesmas setempat,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 6 Mei 2020; selesai Rapid Test 2.737 orang, selesai Rapide Test ulang 85 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh RSUD sampai dengan tanggal 6 Mei 2020 sebanyak 550 orang dan selesai rapid test ulang 32 orang.

Hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara massif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 6 Mei 2020 dilakukan terhadap 1.144 orang dengan hasil sebanyak 1.124 orang negative dan 20 orang reaktif.

Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam rangka mencegah penyebaran covid 19 telah menentukan tempat isolasi sementara bagi orang yang reaktif rapid test, tempat ini dinamakan Wisma Isolasi Simpati yang berlokasi di di Wisma Haji Komplek Islamic Center Kabupaten Sumedang. Wisma Isolasi Simpati ini berkapasitas 29 kamar, ditujukan untuk mengisolasi mereka yang dinyatakan reaktif melalui rapid test sambil menunggu hasil uji Polymerase Chain Reaction.

“Selanjutnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang, kami informasikan bahwa pada hari ini Rabu tanggal 6 Mei 2020 merupakan hari pertama dilaksanakannya PSBB Tahap ke II, yang akan berlangsung selama 14 hari sampai dengan tanggal 19 Mei 2020, hal ini dilakukan untuk lebih memperketat dan mempersempit penyebaran covid 19 di Kabupaten Sumedang dan juga merujuk kepada Keputusan Gubernur Jawa barat yang menerapkan PSBB di seluruh Wilayah Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Kami harapkan Masyarakat Kabupaten Sumedang dapat mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dalam pemberlakuan PSBB di Kabupaten Sumedang, dengan diam di rumah, memakai masker apabila ke luar rumah, sering mencuci tangan pakai sabun, dan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat serta peraturan-peraturan lainnya.

Dalam rangka penertiban penyelenggaraan PSBB Tahap Ke 2, gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Kabupaten Sumedang, mengadakan patroli gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Polisi Militer dan Satpol PP untuk memberikan imbauan, menertibkan dan memberikan sanksi kepada Dinas Istansi / Lembaga dan warga masyarakat yang melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku selama penyelenggaraan PSBB. Serta memperketat pemeriksaan keluar masuk orang di perbatasan kabupaten.

Ia menyampaikan, laporan kegiatan harian Chek Point per tanggal 6 Mei 2020 pukul 08.00 adalah sebagai berikut :

Chek point A :Kendaraan diberhentikan: 1.084 kendaraan, Kendaraan diputar balik: 377 kendaraan. Jumlah pelanggaran: 977 pelanggaran.

Chek Point B : Kendaraan diberhentikan 1003 kendaraan, kendaraan diputar balik 82 kendaraan. Jumlah pelanggaran 1156 pelanggaran

Chek Point C : Kendaraan diberhentikan 8.845 kendaraan, kendaraan diputar balik 1.154 kendaraan. Jumlah pelanggaran 526 pelanggaran.

Berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial bagi orang yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Sumedang, saat ini penyaluran bantuan sedang berlangsung dengan dana yang bersumber dari Data Non DTKS yang berjumlah 15.000 kepala keluarga dari sumber anggaran APBD Kabupaten Sumedang, berupa Bantuan langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 500.000,- per kepala keluarga yang dibayarkan langsung melalui Bank Sumedang. Progres sampai dengan tanggal 5 Mei 2020, telah disalurkan sebanyak 14.672 Kepala Keluarga dengan nilai uang sebesar Rp. 7.336.000.000,- tersebar di 26 Kecamatan se Kabupaten Sumedang.

“Perlu ditekankan kembali, bahwa dari 8 pintu bantuan yang tersedia, masing masing kepala keluarga hanya akan mendapatkan satu jenis bantuan, baik bantuan yang bersumber dari APBD kabupaten Sumedang dan Pusat, maupun dari Dana Desa, dimana pelaksanaan penyalurannya tidak dilakukan bersamaan,” urainya.

“Bagi masyarakat yang sangat membutuhkan atau tidak terdata karena tidak mempunyai KTP, telah disiapkan penyediaan Nasi Bungkus melalui gerakan Nasi Bungkus (Gasibu), sehingga diharapkan tidak akan ada masyarakat yang kelaparan selama penyebaran pandemic corona di Kabupaten Sumedang,” tandasnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan