Puluhan Guru Ngaji di Desa Pasir Nanjung Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
SUMEDANG,eljabar.com – Puluhan guru ngaji di Desa Pasir Nanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kini tak lagi khawatir memikirkan biaya mahal saat berobat jika terjadi kecelakaan kerja. Pasalnya, mereka kini merasakan manfaat dari program Jaminan Kecelakaan kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Anggota DPRD Sumedang, Asep Kurnia mengatakan, sebelumnya ia mendapatkan aspirasi dari sejumlah guru ngaji di desa tersebut tentang keinginan nya mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Atas aspirasi tersebut, ujar politisi Partai Golkar ini, pihaknya langsung berkomunikasi dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sumedang untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.
“Hari ini saya bersama BPJS Ketenaga kerjaan menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk orang guru ngaji di desa pasir nanjung, dan pembayaran premi tahap pertamanya kita bayarkan,” ujar Asep Kurnia kepada Notif usai menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan di Pondok Pesantren An-Nur, Desa Pasir Nanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat 7 Mei 2021.
Sebelumnya, kata Asep, pihaknya pun telah mendaftarkan sebanyak 134 orang Anggota Linmas di Kecamatan jatinangor dan Cimanggung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, puluhan guru ngaji tersebut akan terlindungi 2 program BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“Jika lancar, nanti akan dikembangkan di daerah lain. Mudah-mudahan dapat bermanfaat,” ujar Asep.(abas)







