Resah! Anggota KPRI Raharja Menanti RAT?

KAB. BANDUNG, eljabar.com — Anggota Koperasi Pegawai Republik Negeri (KPRI) Raharja Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung yang dilatar belakangi Pegawai Negeri Sipil (PNS) guru dan staf kantor resah, Musabab pengurus KPRI Raharja yang bergerak simpan pinjam diduga tidak datang ke kantor dan toko ditutup.
Anggota KPRI Raharja membeberkan, pengurus KPRI Raharja menjanjikan rapat anggota tahunan (RAT), namun hinggga bulan April 2022 belum terlaksana padahal dirinya dan rekan sesama anggota KPRI raharja menanti deviden.
“Kalaupun ada masalah, pengurus hadir di kantor dan kalau ada anggota bertanya soal kondisi KPRI sekarang, jawab sejujurnya. Sebab anggota KPRI Raharja pemilik modal,” tegas sumber.
Sumber lainnya pada eljabar.com Selasa, 5 April 2022 membeberkan, simpanan wajib dirinya sudah sekitar 15 juta hingga sekarang belum ada kejelasan.
“Kata ketua KPRI Raharja uangnya tidak ada di kas dan pula KPRI Raharja punya setoran ke Bank,” tutur sumber menirukan pengakuan Ketua KPRI Raharja, US.
Anggota berbeda menegaskan, oknum pengurus KPRI Raharja diduga tidak adil, pasalnya suka memberi pinjaman melebihi kemampuan oknum anggota.
“Dan yang mengherankan ketika dirinya mengajukan keluar dari keanggotaan KRPI Raharja ditolak pengurus kenapa?,” tanya sumber terheran-heran.
Saat wartawan mendatangi kantor KPRI Raharja keadaan tutup gerbang terkunci rapat terlihat lampu depan menyala. A56







