Satgas Covid-19 Sumedang Gelar Rapat Percepatan Penanganan, Ini Hasilnya…! - El Jabar

Satgas Covid-19 Sumedang Gelar Rapat Percepatan Penanganan, Ini Hasilnya…!

SUMEDANG, eljabar.com — Usai melakukan monitoring penerapan sanksi administratif, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir bersama unsur Forkopimda langsung menggelar Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 di Aula DPMPTSP, Sabtu (27/12/2020).

Rapat dipandu oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman. Adapun hasil Rakor ini menghasilkan beberapa kesimpulan, yaitu :

  1. Pelaksanaan penegakan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 128 tahun 2020 merupakan upaya yang lebih tegas dalam menindak setiap pelanggar protokol kesehatan sebagai upaya melindungi masyarakat dari resiko penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.
  2. Penerapan sanksi berat yang dilaunching hari ini harus disebarluaskan di berbagai media dan ditindaklanjuti implementasinya di tingkat kecamatan.
  3. Ditemukannya varian baru Covid-19 di beberapa negara berimplikasi kepada kebutuhan vaksin jenis baru, hal ini mengakibatkan.
  4. Sampai dengan pukul 11.00 WIB operasi perdana yang dilaksanakan di alun alun Sumedang sudah menjaring lebih dari 50 pelanggar dengan total denda yang disetor ke kas daerah mencapai lebih dari 1 juta rupiah.
  5. Pembuatan baligo sebagai sarana pendukung sosialisasi penerapan sanksi saat ini sedang dalam proses pembuatan.
  6. Tim Monitoring dan unsur Satpol PP Kabupaten harus tetap ada untuk memantau operasi penerapan sanksi terhadap pelanggar penerapan prokes di tingkat kecamatan.
  7. Informasi perkembangan kasus perlu diketahui masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat bahwa ada peningkatan signifikan baik kasus terkonfirmasi maupun kasus kematian.
  8. Perlu mengaktifkan kembali sosialisasi penerapan protokol kesehatan di tempat tempat ibadah yang saat ini terkesan ada penurunan intensitas sambil mencari terobosan terobosan baru seperti menyisipkan materi pentngnya penerapan protokol kesehatan pada sesi khutbah jum’at atau aktifitas keagamaan lainnya (secepatnya dikoordinasikan dengan MUI dan Kemenag).
  9. Meningkatnya kasus aktif menambah resiko untuk kasus-kasus yang bergejala dan membutuhkan tempat perawatan dan pengawasan khusus di level komunitas.
  10. Masih kurang patuhnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dan rendahnya kepatuhan terhadap pelaku yang sedang melakukan isolasi karantina mandiri berpotensi meningkatkan kasus di komunitas.
  11. Perlu adanya pusat isolasi mandiri bagi kasus kasus yang bergejala ringan dan tanpa gejala sebagai upaya mengendalikan pandemi dan menurunkan potensi penularan pada klaster keluarga dan komunitas.
  12. Terkait dengan upaya penyediaan tempat isolasi mandiri di 26 kecamatan, salah satu fasilitas tempat di Yonif 301 bisa dijadikan salah satu alternatif untuk dijadikan tempat isolasi mandiri dengan kapasitas antara 60-80 orang.
  13. Kegiatan vaksinasi masala direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2021.
  14. Masyarakat perlu diberikan pencerahan jangan sampai terkena HOAX terkait vaksinasi yang beredar di media sosial
  15. Penyaluran bantuan sosial tahap 4 akan mulai dilaksanakan sekitar tanggal 29 Desember 2020
  16. Proses pencairan anggaran untuk penanganan Covid-19 dibatasi tahun anggaran, sehingga berbagai kelengkapan administrasi yang dibutuhkan untuk proses pencairan perlu segera diakselerasi.
  17. Segenap tenaga, pikiran saatnya dicurahkan. Walaupun saat ini ada dalam masa AKB tapi perlu disikapi seperti saat PSBB agar hasilnya bisa optimal.
  18. Pos GAKUMIN ada 3 titik (Jatinangor, Pusat Kota dan Tomo) baik statis maupun mobile. ***

Categories: Pemerintahan