Sebelum Positif Corona, Bima Arya Konferensi Pers Tanpa Masker

BOGOR, elJabar.com — Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sebelum dinyatakan berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP), sempat melakukan kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan pada Minggu (08/03/2020) hingga Senin (16/03/2020).

Berdasarkan informasi yang kami himpun, salah satu agenda kunjungan ke negara tersebut diantaranya yakni mendorong dan meningkatkan pelayanan publik di Kota Bogor. Sekedar diketahui, bahwa Azerbaijan merupakan negara yang masuk dalam urutan ke-42 terjangkit virus corona.

Sepulang dari Azerbaijan, Bima Arya langsung pulang ke Indonesia melalui Bandara International Soekarno Hatta (Soetta) pada Senin (16/03) petang. Setibanya di Bandara Bima sempat memberikan keterangan pers di Bandara Soetta dengan sejumlah awak media dari Tangerang.

Kemudian sekitar pukul 18.00 WIB, Bima Arya kembali menggelar konferensi pers di rumah pribadinya Pendopo 6, Perumahan Baranangsiang Indah, Bogor Timur, Kota Bogor. Dalam kesempatan itu, selain menjelaskan hasil kunjungan kerjanya di dua negara itu, Bima Arya menyampaikan tentang berbagai upaya Pemkot Bogor dalam melakukan percepatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Bahkan ia sempat menyatakan siap mengikuti protokol kesehatan dari pemerintahan terkait statusnya yang ODP, diantaranya melakukan Work From Home (WFH). Selama proses isolasi mandiri melalui WFH dikediaman pribadinya, Bima Arya berkordinasi dengan jajarannya melalui video confrence dan WhatsApp Group.

“Saat tiba di Bogor pak wali belum pernah keluar rumah, selain cek kesehatan ke Bogor Senior Hospital,” ungkap Apriyadi, staf Humas Pemkot Bogor, Jumat (20/03/2020).

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno menyebutkan setelah dinyatakan positif Corona terhadap Bima Arya, maka semua orang yang sempat melakukan kontak dengannya berstatus ODP. Tanpa terkecuali dengan para awak media yang sempat melakukan kontak atau wawancara dengan Bima Arya sepulang dari luar negeri.

“Semua ODP harus self isolation di rumah, hindari berkegiatan di luar rumah yang berinteraksi dengan banyak orang. Para ODP ini dipantau selama 14 hari, maka dari itu diminta segera lapor ke Dinkes atau posko covid-19 untuk dipantau kesehatannya. Apakah demam, batuk, pilek atau sesak nafas. ODP bisa melaporkan setiap hari per telpon ke petugas kesehatan,” terangnya, Jumat (20/03).

Ia menghimbau, selama isolasi diri dirumah, pihaknya meminta ODP mencatat semua kegiatan harian dan kontak dengan siapa saja.

“ODP sebaiknya pakai masker, terapkan Social distancing atau jaga jarak minimal 1-2 meter, kemudian tingkatkan stamina/daya tahan tubuh dengan banyak istirahat, makan makanan bergizi, hand hygiene dan prilaku hidup bersih sehat (PHBS),” pungkasnya. (Gagan)

Advertisement

Categories: Nasional