Sesuai Prokes yang Ketat, Basarnas Kantor SAR Bandung Siap Mengevakuasi Korban Positif Covid-19 - El Jabar

Sesuai Prokes yang Ketat, Basarnas Kantor SAR Bandung Siap Mengevakuasi Korban Positif Covid-19

SUMEDANG, eljabar.com — Semasa pandemi Covid-19, Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Bandung selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Bahkan, tak hanya itu, sebelum Covid-19 pun, anggota Basarnas yang melakukan kontak langsung dengan korban (mayat, red) selalu memakai APD lengkap.

Kepala Basarnas Jawa Barat Deden Ridwansyah mengatakan selain mengevakuasi korban bencana, Basarnas pun siap mengevakuasi korban positif Covid-19 bila diminta oleh satuan gugus tugas. Bahkan, Basarnas pun sudah mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat dalam penanggulangan dan pencegahan bencana.

“Setiap evakuasi alat yang dipakai selalui disemprot disinfeksi. Kemudian petugas harus menggunakan APD lengkap, memakai hazmat dan masker, serta menggunakan Hand sanitizer setiap beraktivitas,” katanya.

Dalam mengantisipasi bahaya wabah Covid-19, Basarnas setiap mengavakuasi korban selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan anggota. Termasuk mengantisipasi wabah Covid-19 dan virus lain pun.

“Kan gini, setiap korban kita gak tahu apakah dia itu positif atau negatif Covid-19. Jadi, setiap evakuasi juga menggunakan APD seperti memakai sarung tangan, hazmat. Kecuali kalau lagi pencarian engak pake APD, pake sarung tangan dan masker aja,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyebaran di kantor Basarnas, pihak Basarnas menyediakan satu perawat lulusan S1 yang siap siaga 24 jam mengecek kesehatan anggota. Sehingga, kesehatan anggota akan terjamin karena dicek setiap pulang evakuasi.

“Tenaga medis kalau ke lapangan engak dibawa, kecuali ada agenda besar. Karena perawat lebih ke pengecekan personel di kantor,” katanya.

Mengantisipasi musim pancaroba (peralihan musim kemarau ke hujan,) Basarnas disiagakan di beberapa titik, seperti di Garut, Tasik, Cirebon, Pangandaran dan Kabupaten Bandung. Sebab, ada pos Sar di beberapa titik itu.

“Kalau ada bencana banjir bandang di daerah, biar anggota di Pos Sar aja yang handle, kecuali untuk agenda besar, kami kirim personel dari sini,” tandasnya. (Abas)

Categories: Regional