Setda Harus Menjadi Role Model Implementasi SAKIP di Sumedang - El Jabar

Setda Harus Menjadi Role Model Implementasi SAKIP di Sumedang

SUMEDANG, eljabar.com — Sekretariat Daerah (Setda) harus menjadi role model dalam implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kabupaten Sumedang sebagai yang terbaik, pertama dan berbeda.

Demikian disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Penguatan SAKIP Setda yang dilaksanakan di Pendopo Setda Kabupaten Sumedang, Rabu (04/11/2020).

Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Herman Suryatman, Asisten Pemerintahan Teddy Mulyono, Asisten Pembangunan Hilman Taufik W S, Asisten Administrasi Nasam, para Kepala Bagian dan Kasubbag di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang.

“Di tingkat SKPD, Setda itu sebagai show window-nya, atau etalasenya. Jadi standarnya harus tinggi di atas SKPD yang lain. Termasuk dalam implementasi SAKIP ini,” ujarnya.

Menurut bupati, SAKIP merupakan sebuah instrumen untuk mensejahterakan rakyat dan evaluasi SAKIP menjadi bahan untuk melakukan perbaikan.

“SAKIP Kabupaten Sumedang ada pada peringkat B dengan nilai 67, 26. Kita bertekad agar nanti kita bisa langsung meraih A,” ucapnya.

Berangkat dari komitmen dan konsistensi, lanjut bupati, perbaikan SAKIP ke depan harus benar-benar dijiwai, tidak hanya sekedar melakukan kewajiban serta memiliki target dalam mencapainya hang berorientasi hasil.

“Buat apa jika tidak dijiwai.Bulatkan tekad dan niat kita. Saya percaya Setda sudah mengerti terkait SAKIP ini. Tinggal perkuat komitmen dan konsistensinya,” ucapnya.

Bupati juga mengapresiasi kinerja Setda dalam rangka menjalankan pemerintahan yang dibuktikan dengan nilaiĀ  SAKIP 77,46 pada Tahun 2020.

“Mari kita tingkatkan kembali dan melakukan perbaikan terus-menerus (continuous improvement) pada sistem kita. Kalau salah satunya tidak berjalan, maka akan berpengaruh terhadap sistem secara keseluruhan,” ucapnya.

Dikatakan, arti dari nilai SAKIP adalah sejauh mana mempertanggungjawabkan anggaran yang digunakan secara efektif, efisien dan ekonomis serta tidak hanya sebatas administratif.

“Tugas kita adalah menghantarkan kesejahteraan kepada rakyat. Harus dilakukan reformasi anggaran (budget reform) sehingga setiap anggaran lebih fokus dan berkaitan langsung dengan capaian kinerja,” ucapnya.

Bupati mengingatkan bahwa tugas utama Setda adalah merumuskan kebijakan, melakukan koordinasi pelaksanaan kebijakan serta melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan.

“Upaya makro yang dilakukan adalah dengan meluruskan niat, meningkatkan SDM dan membangun jejaring. Sedangkan upaya mikro yang dilakukan diantaranya dengan menjawab permasalahan, melampaui harapan, berinovasi dalam mengatasi permasalahan yang ada serta mengantisipasi tantangan masa depan,” tuturnya.

Dalam mengimplementasikan SAKIP, Setda juga harusĀ  memastikan segala sesuatunya ‘on the track’, bersinergi dan berkolaborasi dengan bekerja sama dan menjaga semangat terus tinggi.

“Pastikan segalanya on the track. Terus dicek dan diminta laporan progress-nya. Intensifkan koordinasi dan komunikasi. Tidak harus selalu formal,” imbuhnya.

Selaras dengan Bupati, Sekda Herman Suryatman menyebutkan bahwa perbaikan terus-menerus harus dilakukan oleh Setda.

“Kami berkomitmen SAKIP Setda harus bisa lebih dari SKPD dan Kecamatan. Mudah-mudahan dengan adanya evaluasi dan pembinaan ini, nilai SAKIP Setda bisa menembus nilai 80 di tahun 2021 atau memperoleh nilai BB yang diinformasikan pada bulan Januari dan Februari,” imbuhnya.

Sekda juga berharap bahwa selain mampu mencapai target SAKIP Setda sendiri, Setda juga mampu membantu 29 SKPD dan 26 kecamatan yang ada di bawah koordinasi Setda dengan mencapai target 100 persen.

“Kinerja Setda Tahun 2020 relatif lebih baik dari tahun sebelumnya dimana Tahun 2018 nilainya mencapai 61, Tahun 2019 mencapai nilai 65 dan insyaalloh Tahun 2020 mencapai hasil 77,46. Ini tidak lepas dari bimbingan dari semua komponen yang ada di Kabupaten Sumedang,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan