SilaSidakep, Cara Disdukcapil Sumedang Berikan Pelayanan Tanpa Bertatap Muka - El Jabar

SilaSidakep, Cara Disdukcapil Sumedang Berikan Pelayanan Tanpa Bertatap Muka

SUMEDANG, eljabar.com — Disdukcapil merupakan dinas yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat berupa dokumentasi kependudukan. Selama masa Pandemi Covid-19, Disdukcapil Kabupaten Sumedang memberikan pelayanan khusus tanpa harus bertatap muka dengan pemohon berupa layanan berbasis on-line dengan nama SilaSidakep.

Hal tersebut disebutkan Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan pada acara Akselerasi Evaluasi SAKIP Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang Tahun 2020 yang diselenggarakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kamis (25/06/2020).

“SilaSidakep diluncurkan sepekan setelah penutupan sementara Mal Pelayanan Publik sebagai solusi untuk melayani penerbitan dokumen kependudukan dengan tetap menerapkan Protokol Pencegahan Penyebafan Covid-19. Jadi pemohon cukup daftar dari rumah melalui website SilaSidakep,” ujarnya.

Wabup menambahkan, Disdukcapil juga merupakan perangkat daerah yang memiliki ranking tertinggi dalam capaian SAKIP pada Tahun 2019 yakni 72,17 dengan nilai BB.

“Tentunya keberhasilan ini jangan cepat membuat puas, tapi sebagai tantangan bagi Disdukcapil untuk memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat, termasuk jemput bola ke pelosok-pelosok dalam pelayanan Akte Kelahiran, e-KTP, Kartu Keluarga dan lain lain dengan proaktif,” ujar Wabup.

Wabup menyebutkan, SAKIP bisa sukses bergantung kepada kejujuran dan kedisiplinan perangkat daerah dalam meraih hasil A.

“Kejujuran dan kedisiplinan tidak kalah penting dalam meraih kesuksesan. Disiplin waktu harus diperhatikan. Juga jadikan tempat kerja menjadi rumah kita sekaligus keluarga kita sehingga akan tercipta lingkungan kerja yang nyaman,” ujar Wabup.

Masih menurut Wabup, Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) laksananya harus seperti main bola dengan tujuan utamanya mencetak goal.

“Diantaranya penerapan sakip untuk mencetak hasil yaitu harud terpimpin, paham aturan main, stamina prima, menguasai lapangan, kerjasama tim, ada umpan terobosan (Inovasi), berani mengeksekusi dan mengambil resiko, pemain belakang sekali kali menyerang, melakukan pertahanan terbaik, bermain cantik untuk mencentak goal dan sakip ini menjadi ilusrasi main bola dengan tujuan utamanya untuk mencapai hasil dan tujuan,” ungkap Wabup.

Wabup menghimbau instansi seluruh warga untuk tetap fokus kepada Covid 19 di Kabupaten Sumedang agar masuk ke Zona Hijau.

Disdukcapil membentuk Satgas Covid-19 yang bertugas memantau protokol kesehatan di kantor Disdukcapil. Semua aktivitas selalu berpedoman pada SOP. Kalau kita disiplin mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan, Sumedang akan menjadi yang paling cepat dalam penanganan Covid-19.

Wabup juga berpesan agar semua perangkat daerah Kabupaten Sumedang dapat mengejar target yang ketinggalan di Tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumedang.

“Dari lima dinas yang sudah saya datangi untuk memberikan pengarahan SAKIP, Disdukcapil memiliki nilai SAKIP tertinggi. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan,” tambah Wabup.

Selaras dengan Wabup, Sekretaris Dinas Kependudukan Kabupaten Sumedang, Tatang Setiadi mengatakan, dari target yang diselaraskan dengan Renstra Disdukcapil terdapat peningkatan yanv signifikan.

“Alhamdulillah program kerja Disdukcapil tahun 2020 sebagian besar bisa tercapai meski ada beberapa skor di dalam Renstra yang harus kita capai 2021 dan 2023. Tentunya ini menjadi kebanggaan dan harus dipertahankan,” ujarnya.

Berkaitan dengan SilaSidakep, Tatang menyebutkan bahwa aplikasi tersebut bukan saja merupakan upaya Disdukcapil agar

tetap dapat melayani penerbitan dokumen kependudukan selama pandemi, tetapi juga sebagai upaya menerapkan Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“SilaSidakep sebagai aplikasi untuk mengajukan permohonan penerbitan dokumen kependudukan. Sesungguhnya aplikasi ini jauh lebih komprehensif dari sisi pengguna karena setelah memilih layanan dan mengunggah berkas persyaratan, pengguna juga dapat memantau perkembangan proses penerbitan dokumen yang dimohon,” terangnya.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu keluar rumah untuk datang ke Disdukcapil tetapi cukup di rumah dan mengajukan pendaftaran melalui web aplikasi SilaSidakep. (Abas)

Categories: Pemerintahan