Sistem Belum Berjalan Baik, Dewan Minta Kementerian Pertanian Tunda Penggunaan Kartu Tani - El Jabar

Sistem Belum Berjalan Baik, Dewan Minta Kementerian Pertanian Tunda Penggunaan Kartu Tani

SUMEDANG, eljabar.com — Mengingat seluruh sistem pendukung Kartu Tani belum berjalan dengan baik dan lancar, Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Pertanian untuk menunda penggunaan kartu tersebut sampai akhir Tahun 2020 namun tetap menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani yang terdaftar dalam sistem e-RDKK (elektronik-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) tetapi belum menerima Kartu Tani dan/atau mesin EDC (Electronic Data Capture) belum diterima atau belum digunakan.

Informasi tersebut disampaikan dalam rapat yang berlangsung di Saung Kajembaran Rancamulya Sumedang, Kamis (29/10/2020).

Rapat yang diikuti oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, perwakilan PT Pupuk Kujang Cikampek dan PT Metro Kimia Gresik selaku produsen pupuk, serta 9 distributor pupuk yang ada di Kabupaten Sumedang membahas realokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumedang.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumedang Ir H Amim mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi untuk para petani yang ada di 26 Kecamatan di Kabupaten Sumedang masih aman selama setahun.

“Pupuk subsidi ini rencananya akan disalurkan kepada para petani baik yang sudah memiliki Kartu Tani maupun yang belum memiliki melalui pengisian formulir manual permohonan dengan syarat tercantum dalam e-RDKK,” ujarnya.

Amim menambahkan, pupuk bersubsidi sudah disalurkan dari bulan Januari 2020 dan kemudian keenam pupuk bersubsidi direalokasi penyalurannya pada tanggal 20 Oktober 2020.

“Keenam jenis pupuk tersebut yaitu Urea sebanyak 23.347 ton, SP-36 3.102 ton, ZA 4.316 ton, NPK 13.437 ton dan Organik sebanyak 1.379 ton yang rencananya akan disalurkan sampai bulan Desember 2020,” imbuhnya.

Sementara itu, Iwan Ridwan dari PT Pupuk Kujang Cikampek mengatakan, tugasnya yaitu untuk mengawasi penyaluran pupuk berdubsidi agar tepat sasaran dan sesuai permintaan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian.

“Selain sebagai produsen, kami juga bertugas sebagai operator yang menjamin ketersediaan Pupuk Bersubsidi sampai tepat sasaran. Untuk Pupuk Kujang sendiri dipercaya untuk tiga item yaitu Urea, NPK, dan Organik,” ungkapnya.

Dikatakan Iwan lebih lanjut, sampai saat ini Pupuk Urea yang sudah disalurkan kepada Petani sekitar 15.000 ton.

“Semua itu disalurkan dari bulan Januari 2020 sampai dengan bulan Oktober 2020. Artinya kita masih punya kewajiban 7 ribu lagi dari keseluruhan 23 ribu ton yang akan disalurkan sampai bulan Desember 2020,” katanya.

Berkaitan dengan impementasi Kartu Tani, pihkanya mendukung kebijakan tesebut dengan harapan agar lebih efektif sampai di petani.

“Dengan kondisi Pasca Covid-19 sekarang, harapannya ke depan mungkin kami mengelola jaringan distribusi dari tingkat distributor sampai ke kios, untuk menginformasikan jumlah kios kami,” katanya.

Terakhir Iwan berharap agar para petani seluruhnya terdaftar dalam e-RDKK sehingga mampu mempermudah implementasi sistem Kartu Tani.

“Saya harap pertemuan ini bisa menjadi evaluasi bagi semua pihak sehingga pengelolaan pupuk ke depan lebih baik lagi, terutama dalam penyusunan data base petani serta peningkatan kualitas pelayanan terhadap petani,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Nasional