Soal KIP Kuliah, Rektor Universitas PGRI Sumenep Ajak Mahasiswa Tetap Semangat Menempuh Pendidikan

SUMENEP, Eljabar.com — Rektor Universitas PGRI Sumenep, Dr. Asmoni, menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi mahasiswa dalam proses akademik, khususnya di tengah berbagai dinamika yang sedang dihadapi kampus. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan jalan utama untuk memperbaiki masa depan, apa pun kondisi yang sedang dialami mahasiswa.
Menanggapi persoalan KIP Kuliah yang belakangan menjadi perhatian mahasiswa, Dr. Asmoni menjelaskan bahwa pihak universitas pada prinsipnya berperan sebagai fasilitator dalam proses pengusulan beasiswa. Besaran kuota dan hasil akhir sepenuhnya menjadi kewenangan pihak pemberi program. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kampus tetap berupaya memberikan perhatian kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu sesuai dengan kemampuan institusi.
“Universitas hanya memfasilitasi pengusulan. Soal dapat atau tidaknya, itu bagian dari rezeki masing-masing. Yang terpenting sekarang adalah mahasiswa tetap fokus memperbaiki diri melalui kuliah,” ujar Dr. Asmoni.
Ia juga memotivasi mahasiswa untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai hambatan. Menurutnya, terdapat banyak alternatif yang bisa ditempuh untuk tetap melanjutkan pendidikan, seperti bekerja sambil kuliah, menulis, mengajar les, maupun aktivitas produktif lainnya.
“Dalam hidup ada banyak jalan menuju Roma. Tidak hanya melalui beasiswa. Insya Allah Tuhan selalu memberi jalan terbaik bagi siapa pun yang sungguh-sungguh ingin menuntut ilmu,” tambahnya.
Terkait mahasiswa penerima KIP Kuliah dan beasiswa lainnya, Dr. Asmoni berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan studi, tetapi juga sebagai pemicu lahirnya prestasi.
“Saya berharap mahasiswa penerima beasiswa dapat menunjukkan prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Jangan hanya menikmati fasilitas, tapi buktikan dengan capaian nyata sesuai semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dr. Asmoni mengingatkan agar mahasiswa menggunakan bantuan pendidikan secara bijak dan tidak berlebihan dalam gaya hidup. Menurutnya, esensi dari KIP Kuliah adalah mendukung peningkatan kualitas belajar, bukan untuk tujuan konsumtif.
Di sisi lain, pihak universitas menyatakan tetap terbuka terhadap aspirasi mahasiswa. Rektor menegaskan bahwa komunikasi dan dialog akan terus dibangun sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan kampus yang kondusif, humanis, dan berorientasi pada kemajuan mahasiswa.
Dengan semangat kebersamaan, Universitas PGRI Sumenep berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan tata kelola, sembari mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan dinamika yang ada sebagai momentum untuk tumbuh dan berkembang bersama. (Ury)







