Tanggap Covid-19, 64 Warga Sumedang Ikuti Pelatihan Pembuatan Handsanitizer

SUMEDANG, eljabar.com — Sebanyak 64 orang peserta Pelatihan Refocusing Tanggap Covid-19 Bidang Cooking dan Pembuatan Handsanitizer Balai Latihan Kerja Lembang Angkatan V menghadiri penutupan pelatihan yang sebelumnya dilaksanakan selama 10 hari.

Acara penutupan tersebut berlangsung di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Kamis (09/07/2020).

Selain dihadiri Bupati H Dony Ahmad Munir, penutupan dihadiri pula jajaran perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang.

Kepala BLK Lembang Tuti Haryanti dalam laporannya mengatakan, pelatihan dimulai tanggal 30 Juni 2020 sampai dengan 9 Juli 2020.

“Peserta pelatihan bidang cooking terdiri dari 16 orang bertempat di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor, 8 orang di perusahaan kue Boga Rasa, 12 orang di Wisma Haji Islamic Centre, dan 4 orang di Hotel Syahid  Jatinangor. Sedangkan  pembuatan handsanitizer di Elis Salon sebanyak 16 orang,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, untuk bidang cooking dalam 1 hari setiap kelompok dapat menghasilkan 200 boks makanan siap saji sehingga selama 10 hari menggahasilkan 2.000 boks.

“Setiap hari makanan diserahkan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan sehingga total 3 kelas menghasikan 6.000 box makanan siap saji selama  10 hari,” ujarnya.

Bupati dalam sambutannya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada BLK Lembang dan Dinas tenaga kerja Provinsi Jawa Barat yang senantiasa memfasilitasi,  memperhatikan dan membantu menciptakan lapangan kerja di Kabupaten Sumedang.

“Terima kasih kami bersyukur kepada Allah atas bantuan ini. Saya yakin masyarakat Sumedang, khususnya para peserta, sangat terbantu dengan digelarnya pelatihan ini,” ucapnya.

Ia mengharapkan hasil dari pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga Sumedang terutama yang terdampak oleh Covid-19.

“Jadi Ibu Kepala BLK sudah janji kepada saya bahwa pelatihan ini harus ada follow up nya. Kami tidak ingin pelatihan hanya formalitas saja. Apalagi dalam kondisi seperti ini usaha kecil harus bisa menangkap peluang ketika covid 19,” ujarnya.

Ia mencontohkan, dengan memproduksi handsanitizer seseorang bisa menjadi pengusaha kecil karena bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi membuat handsanitizer.

“Saya minta langsung pelatihan PIRT-nya. Kami akan menugaskan Divisi Logistik Gugus Tugas untuk membeli handsanitizer dari peserta pelatihan ini. Siapkan dulu persyaratannya, labelnya,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan bahwa saat ini keperluan handsanitizer untuk rumah rumah ibadah dan pondok pesantren begitu banyak sehingga menjadi peluang bagi para lulusan pelatihan sebagai produsen hand sanitizer.

“Harus siap memproduksinya. Harus tersedia dan harus kontinyu produksinya. Ada kualitas, kuantitas, dan kontinuitas agar ada jaminan kepada pelanggan barang itu ada,” ungkapnya. (Abas)

Categories: Regional