Terkait Tenaga Kerja Asal Kabupaten Sumedang, Ini yang Dilakukan Pemerintah Jepang…!

SUMEDANG, eljabar.com — Pemerintah Jepang terus berupaya mengalihkan sistem penerimaan tenaga kerja asing untuk negaranya dari ginoujisyu (sistem magang) ke tokuteiginou atau pekerja berketerampilan khusus (specified skilled worker).

Hal tersebut disampaikan oleh pimpinan Kadono Educational Group dari Wakayama Jepang yang datang ke Kabupaten Sumedang pada Selasa (15/10/2019), sebagai langkah konkret hubungan persaudaraan dan kerja sama antara kedua daerah khususnya di bidang tenaga kerja.

Pertemuan tersebut sebagai lanjutan dari pertemuan sebelumnya, yaitu pada 28 Juni 2019, di Wakayama City, Jepang.

Rombongan dari Jepang disambut oleh penampilan Kuda Renggong di halaman Gedung Negara. Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan dan Sekretaris Daerah Herman Suryatman menyambut hangat kedatangan rombongan dengan pengalungan selendang batik.

Bupati H. Dony Ahmad Munir menyampaikan ucapan selamat datang dan merasa terhormat serta bangga atas kunjungan jajaran Kadono Educational Jepang.

“Kedatangan Kadono Jepang merupakan kehormatan bagi masyarakat Kabupaten Sumedang. Kami sangat senang. Semoga berkesan menikmati keindahan Sumedang.

Bupati berharap, kunjungan ini mampu memperat hubungan silaturahmi diantara Kabupaten Sumedang dan Wakayama Jepang.

“Saya berharap pertemuan ini mampu mempererat hubungan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dengan Kadono Jepang,” ungkapnya.

Bupati juga berharap pertemuan tersebut bisa membuka peluang bisnis dan investasi bagi kedua belah pihak.

“Saya harapkan ke depan Jepang bisa berinvestasi dan mengembangkan kawasan industri di Kabupaten Sumedang,” tuturnya.

Hironorikadono selaku pimpinan rombongan mengatakan, maksud dan tujuan rombongannya ke Sumedang adalah menyelesaikan apa yang dijanjikan yakni untuk menjadi jembatan antara Sumedang dengan negara Jepang.

“Dalam 5 tahun kami membutuhkan pekerja sebanyak 350 ribu orang, jadi saya akan menerima berapa saja pekerja yang dikirimkan dari Sumedang. Bidang yang dibutuhkannya ada 14 bidang diantaranya kesehatan, perhotelan dan pembangunan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Jepang telah menyampaikan pengumuman lewat situs Kementerian Tenaga Kerja Indonesia bahwa Pemerintah Jepang akan melaksanakan ujian Tokuteiginou pada Oktober, November, dan Desember 2019.

Kami ingin membangun sistem Tokuteiginou (hukum atau sistem baru untuk para pekerja asing untuk bekerja di Jepang) yang selama ini mereka kerja di sana tapi hanya bersifat magang,” ujar Kadono.

Untuk calon pekerja asal Sumedang, Mr. Kadono mengungkapkan bahwa pihaknya akan berusaha keras untuk menerima para calon tenaga kerja yang ada untuk bisa segera berangkat ke Jepang dan bekerja di sana.

“Anda bisa menghubungi perwakilan kami di Indonesia. Kami membuka diri seluas-luasnya untuk para calon pekerja asal Sumedang,” tandas Mr. Kadono.

Pertemuan dilanjutkan dengan mengunjungi Kampung Toga, LPK Indowisata Sumedang, dan Tol Cisumdawu Rest Area 4 Cimalaka. (Abas)

Advertisement

Categories: Pemerintahan