Terkait Tol Sisumdawu, Kemenko Maritim dan Investasi Kunker ke Pemkab Sumedang - El Jabar

Terkait Tol Sisumdawu, Kemenko Maritim dan Investasi Kunker ke Pemkab Sumedang

SUMEDANG, eljabar.com — Senin (09/11/2020), Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir didampingi Sekretaris Daerah Herman Suryatman menerima kunjungan kerja Deputi Kemenko Maritim dan Investasi terkait Investasi dan Akselerasi Pembebasan Lahan Jalan Tol Cisumdawu.

Dalam pertemuan yang bertempat di Gedung Negara tersebut, tampak hadir jajaran Kemenko Maritim dan Investasi, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, jajaran dari Kantor ATR/ BPN Sumedang, para Kepala Perangkat Daerah, dan tamu undangan lainnya.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto mengatakan, maksud kedatangannya ialah ingin mendiskusikan secara spesifik terkait upaya-upaya percepatan penyelesaian Tol Cisundawu.

“Bagaimana ke depannya pembangunan di Sumedang ini kita bisa bicarakan pararel. Jadi ketika nanti jalan tol telah selesai, upaya-upaya percepatan pembangunan sudah bisa dilaksanakan sehingga manfaat adanya jalan tol ini ke masyarakat bisa lebih cepat,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, fokus utama percepatan pembangunan jalan tol ialah peyelesaian masalah lahan.

“Jadi memang dari Pak Menko menugaskan kami terkait dengan Cisumdawu ini karena memang sangat strategis. Kami ingin proses ini berjalan cepat tetapi jangan sampai masyarakat dirugikan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia memohon dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang agar permasalahan tersebut bisa diselesaikan semuanya.

“Tentunya bisa selesai dengan kerja sama dari seluruh pihak. Sangat penting sekali adanya dukungan dari pemerintah daerah,” tandasnya.

Ia menerangkan, apabila Tol Cisumdawu ini telah selesai, maka akses ke Sumedang dan peluang investasi akan terbuka lebar.

“Ada beberapa ide terkait kawasan industri. Kami melihat SDM di Sumedang juga sangat cukup baik. Intinya, kita ingin pengembangan di Sumedang ini sifatnya bisa berimbang. Tidak hanya mengandalkan pariwisata, industri dan pertanian, tetapi kontribusi dari sektor- sektor tersebut kepada perekonomian di Sumedang relatif balans. Jadi kalau ada kebijakan yang lain, bisa komprehensif,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengucapkan apresiasinya atas perhatian yang luar biasa dari Kemenko Maritim Investasi yang terus menerus mengingatkan untuk segera menyelesaikan pembebasan lahan untuk jalan Tol Cisumdawu ini.

“Luar biasa terus menerus diingatkan, diperhatikan tentunya. Bagi kami ini adalah sebuah motivasi untuk terus menghadirkan diri kami sebagai bagian solusi untuk ikut mengakselerasi pembebasan lahan Tol ini,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, tentunya dengan adanya Tol Cisumdawu, bagi Kabupaten Sumedang sendiri terdapat harapan atas beberapa kepentingan.

“Tentunya akan mempercepat aksesibilitas bagi Kabupaten Sumedang. Kami berkomitmen ingin mempercepat terselesaikannya pembebasan lahan dan juga tahapan konstruksi bangunan jalan tol ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu,  sebagai wujud komitmen dukungan, Pemda akan terus berkoordinasi untuk memetakan dan memecahkan persoalan yang ada di lapangan.

“Kami sangat mendukung sepenuhnya untuk memfasilitasi dan membantu penyelesaian. Persoalan lahan pun kita terlibat untuk mengakselerasi. Kami tentunya berkordinasi untuk pembebasan lahan jalan tol terutama di Seksi 4, 5, 6 dan yang belum Seksi 1 dan 2. Jadi kami senantiasa mengerahkan aparatur kami dalam rangka percepatan, baik yang menjadi kewenangan di Satgas B maupun yang kewenangan BPN kami ikut support,” katanya.

Ia juga menerangkan potensi-potensi wisata yang terdapat di sepanjang Tol Cisumdawu yang terdapat di 6 exit Tol dan merupakan destinasi wisata unggulan.

“Diharapkan nanti para pengguna tol dapat menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sumedang. Kami sudah mendeklarasikan Sumedang sebagai Kabupaten Pariwisata,” terangnya.

Terakhir Bupati berharap dengan adanya Tol Cisumdawu perekonomian di Kabupaten Sumedang semakin meningkat dan merata.

“Harus balans antara industri wisata dengan pertanian hasilnya jadi agrowisata. Bagi kami syarat untuk menekan kemiskinan lebih cepat adalah investasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Sumedang sudah memiliki Mal Pelayanan Publik yang akan memudahkan investasi yang akan masuk dan tidak ada Pungli. Artinya cepat dan mudah kami sudah mempersiapkan itu,” katanya. (Abas)

Categories: Regional