Tu Sop Jeunieb Beberkan Kriteria Calon Pemimpin Aceh – El Jabar

Tu Sop Jeunieb Beberkan Kriteria Calon Pemimpin Aceh

ACEH, eljabar.com,–  Pergantian kepemimpinan Provinsi Aceh mulai menjadi perbincangan sejumah tokoh. Seperti diungkapkan Ketua Himpunan Ulama Daya (Huda) Aceh, Tgk. H. Muhammad Yusuf. Ia menginginkan kehadiran sosok Penanggung Jawab (PJ) Gubernur Aceh mampu membenahi Aceh sebelum memasuki pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu 2024).

Menurut pria yang karib disapa Tu Sop Jeunieb itu, pemimpin aceh nanti diharapkan merupakan sosok yang mampu menjalankan amanah sesuai Undang-Undang dan peraturan yang telah ditetapkan dan mengikat.

“Kedua, komitmen dalam memberikan solusi kepemrintahan Aceh kedepan serta membuat terobosan nyata perubahan Aceh menjadi lebih baik. Dan ketiga, PJ harus benar-benar berpengalaman, memahami kultur Aceh, diterima semua kalangan, terbukti secara kinerja, dan selalu solutif mengatasi masalah,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari dialeksis.com.

Dengan kriteria tersebut, tambah Tu Sop Jeunieb, maka calon pemimpin Aceh nanti sudah teruji sebagai pemimpin dalam sebuah institusi dan sukses mengemban amanah ketika memimpin kelembagaan di pemerintahan.

“Kemampuannya sudah terbukti dikalangan masyarakat dan komitmennya dalam menjalankan tugas kedepannya sebagai seorang pemimpin sangat penting,” katanya.

Adli Abdullah Dipandang Tepat  

Sementara itu, banyak pihak menilai Dr. M. Adli Abdullah SH., MCL., salah satu kandidat tepat untuk menjadi penjabat (Pj) Gubernur Aceh, yang saat ini jabatan tersebut tak bertuan.

Adli dipandang tepat lantaran memiliki segudang pengalaman, baik secara internasional maupun nasional. Tak hanya itu, putra daerah ini juga berperan penting pada sejumlah peristiwa besar di Aceh. Tak heran jika Adli oleh sebagian tokoh Aceh disebut pahlawan Aceh masa kini.

Berikut deretan pengalaman dan prestasi Adli Abdullah:

Pejuang nelayan

Adli Abdullah pernah menjadi Panglima LAOT, sebuah organsasi adat masyarakat nelayan Aceh yang anggotanya merupakan nelayan seluruh Aceh. Adli juga terlibat aktif dalam perdamaian Aceh, hingga dirinya diundang secara khusus dalam Parlemen Uni Eropa pada Mei tahun 2005 di Brussel.

Pejuang pasca-Tsunami

Adli juga dikenal sosok “pejuang” yang memberikan berkonstribusi aktif dalam rehab rekon Tsunami Aceh tahun 2004.

Inisiator perdamaian

Secara prestasi, Adli pernah meraih penghargaan bergengsi dari CHF sebagai  Building a Better World Award bersama senator George G. Mitchel di Washington DC tahun 2006. Ia mendapat penghargaan itu dalam membantu inisiasi perdamaian dan peletakan dasar dasar rehab rekon Tsunami 2004. Dari hal ini, banyak tokoh menyebut Adli pahlawan Tsunami Aceh 2004.

Penasihat Gubernur Aceh

Sementara pengalamannya di pemerintahan Aceh, Adli pernah menjadi Penasehat Gubernur Aceh sejak 2006 sampai 2017. Ia juga lama bergelut di bidang sosial saat menjabat sebagai Ketua Umum BARA JP Aceh pada 2014-2020. Adli dikenal lantang menyuarakan aspirasi rakyat Aceh. Saat ini ia menjadi pengurus DPP BARA JP periode 2021-2026, dan masih tetap berjuang untuk kesejahteraan rakyat Aceh.

Segudang prestasi, pengalaman dan kegigihannya mengantarkan Adli menduduki jabatan strategis di kementerian. Ya, dia saat ini dipercaya Menteri ATR/BPN untuk menjabat Bidang Adat. Salah satu tugasnya merancang pengakuan tanah-tanah adat di Indonesia. Dia saat ini tengah aktif pada pemetaan tanah adat di Papua dan penyelesaian lahan untuk pejuang bangsa eks pengungsi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adli yang lama berjuang di Aceh mengaku belum puas mendedikasikan jiwa raganya di tanah Serambi Makkah, tanah kelahirannya. Salah satu yang ingi dia entaskan ialah kemiskinan.

“Sebagai putra daerah tentunya saya enggan menampik jika dipercaya menjabat sebagai Pj. Gubernur Aceh. Hati saya masih tetap ingin berjuang di Aceh. Banyak sekali hal yang harus diselesaikan, seperti pengalaman saya berjuang untuk kemanjuan Aceh,” ungkap Adli, ketika dihubungi melalui selulernya, Senin (10/1/2022).

Jika nanti dipercaya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai Pj. Gubernur Aceh, Adli juga mengaku ingin mengawal dan membantu menjalankan program-program Presiden Joko Widodo khusus di Aceh.

“Kita bantu Presiden menjalankan program-programnya di Aceh dan kita letakkan  dasar-dasar Aceh baru selama 3 tahun. Jika saya menjadi Pj. Gubernur Aceh, program utama saya ingin menurunkan angka kemiskinan di Aceh, menyiapkan infrastrutkur PON pada 2025 (dari 2024 digeser ke 2025) dan meletakkkan dasar dasar Aceh kedepan yang moderat dalam bingkai NKRI,” tukasnya.

Sekedar informasi, kekosongan jabatan Pj. Gubernur Aceh tersebut setelah berakhirnya masa jabatan gubernur definitif. (ak)

Categories: Nasional