Tulungagung Tergenang, Puluhan Hektare Pertanian Terancam Gagal Panen – El Jabar

Tulungagung Tergenang, Puluhan Hektare Pertanian Terancam Gagal Panen

TULUNGAGUNG, eljabar.com – Intensitas hujan yang tinggi selama 2 hari menyebabkan luapan air sungai dan tanggul di Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung jebol hingga menggenangi wilayah tersebut serta Kecamatan Campurdarat dan Besuki. Selain tanggul sungai yang jebol, sejumlah saluran irigasi milik BBWS Brantas yang berada di Desa Clangap juga mengalami hal yang sama.

Meski pemantauan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Polsek Kalidawir dan perangkat desa terdampak tidak menemukan korban jiwa, namun 5 rumah di Desa Betak, Kecamatan Kalidawir dan puluhan hektare lahan pertanian terendam. Bahkan, jalan di Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir terendam hinggi setinggi pinggang orang dewasa.

Petugas dari Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana UPSDA I BBWS Brantas, Junaedi menjelaskan, sawah yang terdampak banjir itu seluas 42 hektare. Sedangkan tanggul yang jebol sepanjang 9 meter.

“Data sementara 42 hektare sawah yang tergenang,” kata Junaedi yang dilansir sejumlah media.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Tulungagung hingga saat ini masih belum merinci persawahan yang rusak akibat banjir tersebut.

Akan tetapi, Junaedi memastikan 42 hektare sawah yang ditanami jagung telah tergenang dan terancam gagal panen.

“Nanti kita akan sampaikan lagi, saat ini petugas masih melakukan pendataan di lapangan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Tulungagung Suprapti menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan.

Laporan sementara, imbuh Suprapti, komoditas pertanian yang mengalami kerusakan adalah tanaman jagung.

Selain tanaman jagung, petani bawang merah di wilayah Kecamatan Sumbergempol juga terdampak. Para petani bawang merah di Desa Junjung kecamatan setempat, terpaksa memanen lebih awal. Dari keterangan yang dihimpun, tanaman bawang merah yang dipanen tersebut berusia 55 hari.

Kerusahakan daerah tangkapan air yang berada di pegunungan Tuluangagung juga menjadi pemicu bencana banjir tersebut.

Meski saat ini genangan banjir sudah mulai surut, namun sejumlah pihak berharap agar bencana banjir itu tidak menjadi langganan wilayah Kalidawir dan sekitarnya. Hal ini bisa dilakukan jika fungsi sistem pengendali banjir Kalidawir dapat berjalan sesuai yang direncanakan. (*wn)

 

 

 

 

Categories: Nasional