UP DATE COVID-19: Jumlah ODR Sumedang Terus Menurun Tersisa 138 Orang - El Jabar

UP DATE COVID-19: Jumlah ODR Sumedang Terus Menurun Tersisa 138 Orang

SUMEDANG, eljabar.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang kembali melaporkan perkembangan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang pada Minggu, 5 Juli 2020 yang masih perlu lebih diwaspadai.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Iwa Kuswaeri yang juga Kepala Diskipas Kabupaten Sumedang menyebutkan, berdasarkan uji Polymerase Chain Reaction / SWAB, terdapat pasien positif sebanyak 3 orang, dari Kecamatan Tomo, Ganeas dan Darmaraja.

Dari total 13 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB, sebanyak 11 orang telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu dari Kecamatan Darmaraja, Jatinangor, Tanjungsari, Sumedang Selatan, Buahdua, Ujungjaya, Cimanggung dan Ganeas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid test, dinyatakan Reaktif Rapid sebanyak 1 orang, dima na Reaktif Rapid Test dimaksud dibagi menjadi dua kategori yaitu Reaktif Rapid Test ODP sebanyak 1 orang dari Kecamatan Sumedang Utara dan Reaktif Rapid Test PDP sebanyak 0 (Tidak ada).

sehingga Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 74 orang, 7 0 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal. Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test R eaktif belum tentu positif terpapar covid 19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction /SWAB.

Selanjutnya perlu kami sampaikan kepada seluruh warga masyaraka t Kabupaten sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, wala upun belum tentu positif covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien covid 19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar covid 19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif covid 19.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien Rapid Test Reaktif jumlahnya dipisahkan dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dengan tujuan agar tidak terjadi duplik asi data.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang dirawat dengan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam, ISPA serta pneumonia maupun yang tidak bergejala, pada hari ini dinyatakan tidak ada PDP. Dari jumlah 53 orang, 52 orang dinyatakan selesai perawatan dan 1 orang meninggal.

Secara umum jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Reaktif dan Non reaktif sebanyak 0 (Tidak ada).

Jumlah pemeriksaan SWAB oleh RSUD; Jumlah Pasien : 178 orang, Jumlah Swab Ulang : 105 orang dan Jumlah Keseluruhan : 283 orang.

Jumlah Pemeriksaan Rapid Test oleh RSUD; Telah dilaksanakan : 2.558 orang, Jumlah Rapid Test Ulang : 104 orang dan Jumlah keseluruhan : 2.662 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia, jumlahnya sebanyak 2 orang (termasuk yang dirawat di RSUD), dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan 982 orang, sehingga jumlah total sebanyak 984 orang.

Secara umum total Orang Dalam Pemantauan (ODP) Reaktif dan Non Reaktif adalah sebanyak 2 orang .

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid- 19, jumlahnya pada hari ini 0 (tidak ada OTG).

Pelaksanaan SWAB secara masi f yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan 12 Mei sampai dengan 5 Juli 2020 sebanyak 809 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 5 Juli 2020 adalah Selesai Rapid Test 3.644 orang dan Selesai Rapid Test ulang 108 orang dengan hasil semua non reaktif.

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 5 Juli 2020 dilakukan terhadap 2.053 orang, dengan hasil sebanyak 2.022 orang negatif dan 31 orang reaktif.

Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun jumlahnya sampai dengan tanggal 5 Juli 2020 sebanyak 138 orang, jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 4 Orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 142 orang.

Perlu kita pahami bersama bahwa terjangkit Covid-19 bukanlah sebuah aib.

Untuk itu jika ada gejala terjangkit Covid-19 dan memiliki riwayat kunjungan ke zona merah Covid-19, maka yang bersangkutan wajib jujur kepada petugas kesehatan saat memeriksakan dirinya dan patuhi protokol Covid-19.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) BUKAN kembali ke masa lalu ketika pandemi belum menyebar. AKB berarti menjalankan aktivitas sehari-hari dengan gaya hidup baru sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Pada masa AKB ini, ingat selalu STMJ atau Singkat, Tak Bersentuhan, Masker, Jaga Jarak. Jangan beraktivitas berlama-lama lebih dari yang diperlukan, tidak bersentuhan dengan orang lain maupun menyentuh hal-hal yang sering disentuh orang, masker harus selalu dipakai saat beraktivitas dan tetap jaga jarak fisik selalu.

Selain menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hal yang tidak kalah pentingnya lagi adalah menjaga imunitas tubuh dengan selalu makan makanan bergizi, berolahraga teratur, penuhi kebutuhan minum air putih setiap hari dan minum vitamin.

Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, tingkat kewaspadaan dan tes masif perlu ditingkatkan, agar penyebaran virus dapat ditangani dengan baik.

Hasil pengamatan saat ini banyak sekali anak-anak yang tidak memakai masker dalam berkegiatan sementara orangtuanya bermasker. Perlu dipahami jika anak-anak adalah salah satu kelompok usia paling rawan terpapar covid. Untuk itu, pakaikanlah masker juga bagi anak, dan jika anak-anak tidak nyaman dengan masker, bisa memakai face shield.

Tak lupa disampaikan terima kasih juga kepada semua pihak atas perjuangan, kerja keras, curahan tenaga dan pikiran sehingga Covid-19 di Kabupaten Sumedang cukup terkendali. Saat ini yang positif Covid-19 tinggal 2 orang lagi, dan mudah-mudahan cepat sembuh serta tidak ada kasus baru sehingga Sumedang segera masuk zona hijau.

Setelah Zona Hijau seluruh kegiatan perekonomian boleh dibuka 100 persen, termasuk kegiatan di sekolah dengan protokol yang sangat ketat. Untuk itu, kepada seluruh warga Kabupaten Sumedang diimbau tetap disiplin menjaga jarak mengurangi bepergian, menggunakan masker setiap keluar rumah dan rajin mencuci tangan memakai sabun untuk menekan an gka pe nyebaran virus.

Keberhasilan menekan angka infeksi Covid-19 ditentukan oleh dukungan semua pihak pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Demikian Siaran Pers Perkembangan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang pada hari ini Minggu tanggal 5 Juli 2020, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang dihimbau agar tetap waspada pada masa AKB ini. Semoga Allah Subhanahuwata’ala selalu meridhoi segala upaya yang kita laksanakan. (Abas)

Categories: Pemerintahan