UP DATE COVID-19: Sumedang Rawat 3 Pasien Positif dari Kecamatan Paseh, Jatinangor dan Cisitu - El Jabar

UP DATE COVID-19: Sumedang Rawat 3 Pasien Positif dari Kecamatan Paseh, Jatinangor dan Cisitu

SUMEDANG, eljabar.com — Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang kembali melaporkan perkembangan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang pada Selasa, 28 Juli 2020 yang masih perlu lebih diwaspadai.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Iwa Kuswaeri yang juga Kepala Diskipas Kabupaten Sumedang menyebutkan Konfirm Positif, dirawat sebanyak 3 orang, yang terdiri dari : Paseh 1 orang, Jatinangor 1 orang, Cisitu 1 orang. Sembuh 17 orang. Meninggal 1 Orang. Jumlah total 21 orang

Suspek dirawat sebanyak 1 orang, terdiri dari PDP : Tidak ada (Nihil) serta ODP : 1 Orang (Sumedang Utara).

Rapid Test Reaktif; Dirawat 1 orang, Pulang / Selesai 72 orang, Meninggal 3 orang dan Jumlah 76 orang.

Rapid Test Negatif; Dalam Perawatan: 0 (Nihil), Selesai Perawatan: 52 orang, Meninggal: 1 orang, Jumlah: 53 orang.

Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar Covid-19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction / SWAB . Selanjutnya perlu kami sampaikan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif covid -19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien Covid-19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar Covid-19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif Covid -19.

Jumlah Pemeriksaan Rapid Test oleh RSUD; Telah dilaksanakan : 3.135 orang, Jumlah Rapid Test Ulang : 117 orang dan Jumlah keseluruhan : 3.252 orang.

Jumlah pemeriksaan SWAB oleh RSUD; Jumlah Pasien : 185 orang, Jumlah Swab Ulang : 109 orang dan Jumlah Keseluruhan : 294 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP ) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid -19 dan memiliki gejala demam atau ISP A tanpa pneumonia, jumlahnya pada hari ini sebanyak 2 orang, dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan 987 orang dan jumlah total sebanyak 989 orang .

Kontak erat / OTG : 125 Orang

Pelaksanaan SWAB secara masif yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan 12 Mei sampai dengan 28 Juli 2020 sebanyak 1.611 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 28 Juli 2020 adalah Selesai Rapid Test 3.667 orang dan Selesai Rapid Test ulang 108 orang dengan hasil semua non reaktif.

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 28 Juli 2020 dilakukan terhad ap 2.095 orang, dengan hasil sebanyak 2.063 orang non reaktif dan 32 orang reaktif.

Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid -19, tetapi tidak memiliki gejala apapun jumlahnya sampai dengan tanggal 28 Juli 2020 sebanyak 392 orang, jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 2 0rang dari hari kemarin yang berjumlah 390 Orang.

Sampai dengan saat ini, kewaspadaan guna mengantisipasi penyebaran virus terus dilakukan dan Desa Siaga Korona terus diefektifkan.

Perlu kita pahami bersama bahwa terjangkit Covid-19 bukanlah sebuah aib. Untuk itu jika ada gejala terjangkit Covid-19 dan memiliki riwayat kunjungan ke zon a merah Covid-19, maka yang bersangkutan wajib jujur kepada petugas kesehatan saat memeriksakan dirinya dan patuhi protokol Covid -19.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) BUKAN kembali ke masa lalu ketika pandemi belum menyebar. AKB berarti menjalankan aktivitas sehari-hari dengan gaya hidup baru sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Selain menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hal yang tidak kalah pentingnya lagi adalah menjaga imunitas tubuh dengan selalu makan makanan bergizi, berolahraga teratur dan terukur, penuhi kebutuhan minum air putih setiap hari serta minum vitamin.

Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, pemerintah terus berup aya keras memutus penyebaran virus corona. Selain melakukan pelacakan atau tracing, pengujian, testing secara masif juga treatment atau pengobatan di fasilitas kesehatan turut ditingkatkan.

Hasil pengamatan saat ini banyak sekali anak-anak yang tidak memakai masker dalam berkegiatan sementara orangtuanya bermasker. Perlu dipahami jika anak-anak adalah salah satu kelompok usia paling rawan terpapar covid. U ntuk itu, pakaikanlah masker juga bagi anak.

Guna pendisiplinan warga terhadap pemakaian masker, terhitung tanggal 27 Juli 2020 Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan memberlakukan denda bagi Seluruh masyarakat di wilayah Jawa Barat, untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruang tanpa menggunakan masker, sebesar Rp. 100 – 150 ribu atau hukuman kerja sosial. Penilangan akan dilakukan oleh Satpol PP, Polisi dan TNI atas nama Gugus Tugas.

Adapun pengecualian atau waktu yang diperbolehkan untuk melepas masker di ruang publik yaitu Sedang pidato; Sedang makan minum; Sedang olah raga kardio tinggi; dan Sedang sesi foto sesaat.

Pemberlakuan denda ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan di ruang publik, sebab kedisiplinan amat penting dalam pencegahan penularan Covid-19.

Untuk pemberlakuan sanksi denda di wilayah Kabupaten Sumedang bagi yang tidak memakai masker di ruang publik, dalam penerapan sanksinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di daerah Kabupaten Sumedang.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menyiapkan anggaran dari APBD 2020 yang bersumber dari refocusing SKPD dan belanja tidak terduga untuk penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 mencapai lebih dari Rp 216 miliar, dimana dana tersebut diperuntukan bagi bidang kesehatan. Dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial. Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang mengenai penggunaan setiap rupiah uang dalam APBD harus digunakan secara bertanggung jawab, dikelola dengan transparan sehingga manfaatnya akan dirasakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

Untuk menjadikan daerah Kabupaten Sumedang yang aman dari Covid-19 itu ada kuncinya, dimana pengawasan Pemerintah Daerah terkait penegakan protokol kesehatan, kedisiplinan masyarakat serta visi bersama bahwa daerah yang sehat maka masyarakat akan lebih produktif dan kompetitif.

Covid-19 belum selesai, untuk itu mari tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Keberhasilan menekan angka infeksi Covid-19 ditentukan oleh dukungan semua pihak pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Penanganan kesehatan tetap menjadi prioritas bagi kita, terus gaungkan aura krisis kesehatan sampai dengan tersedianya vaksin dan dapat digunakan secara efektif.

Demikian Siaran Pers Perkembangan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang pada hari ini Selasa tangg al 28 Juli 2020, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten sumedang diimbau agar tetap waspada pada masa AKB ini. Semoga Allah Subhanahu wata’ala selalu meridhoi segala upaya yang kita laksanakan. (Abas)

Categories: Pemerintahan