UP DATE COVID-19: Waspada, Jumlah ORD di Kabupaten Sumedang Meningkat Lagi - El Jabar

UP DATE COVID-19: Waspada, Jumlah ORD di Kabupaten Sumedang Meningkat Lagi

SUMEDANG, eljabar.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang kembali melaporkan perkembangan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang pada Jumat, 24 Juli 2020 yang masih perlu lebih diwaspadai.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Iwa Kuswaeri yang juga Kepala Diskipas Kabupaten Sumedang menyebutkan, Konfirm Positif Covid-19. Dirawat sebanyak 1 orang dari Kecamatan Cimalaka, Sembuh 16 orang dan Jumlah total 17 orang.

Suspect dirawat sebanyak 2 orang, terdiri dari PDP sebanyak 1 orang dari Kecamatan Paseh (Rapid Test Reaktif) dan ODP sebanyak 1 orang dari Kecamatan Sumedang Utara (Reaktif Rapid test).

Rapid Test Reaktif : – Dirawat 2 orang, – Pulang / Selesai 72 orang, – Meninggal 3 orang, – Jumlah 77 orang

Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar Covid-19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction /SWAB.

Selanjutnya perlu kami sampaikan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien Covid-19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar Covid-19 bila ternyata jenazah yang bersang kutan positif Covid -19.

Jumlah P emeriksaan Rapid Test oleh RSUD; Telah dilaksanakan : 3.030 orang, Jumlah Rapid Test Ulang : 116 orang dan Jumlah keseluruhan : 3 .146 orang

Jumlah pemeriksaan SWAB oleh RSUD; Jumlah Pasien : 185 orang, Juml ah Swab Ulang : 109 orang dan Jumlah Keseluruhan : 294 orang

Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid -19 dan memiliki gejala demam atau ISP A tanpa pneumonia, jumlahnya pada hari ini sebanyak 4 orang, dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan 985 orang dan jumlah total sebanyak 989 orang .

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19, jumlahnya pada hari ini 28 orang.

Pelaksanaan SWAB secara masif yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan 12 Mei sampai dengan 24 Juli 2020 sebanyak 1.356 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan samp ai dengan tanggal 24 Juli 2020 adalah Selesai Rapid Test 3.667 orang dan Selesai Rapid Test ulang 108 orang dengan hasil semua non reaktif.

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 24 Juli 2020 dilakukan terhadap 2.077 orang, dengan hasil sebanyak 2.045 orang negatif dan 32 orang reaktif.

Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun jumlahnya sampai dengan tanggal 24 Juli 2020 sebanyak 210 orang, jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 6 orang dari hari kemarin yang berjumlah 204 orang.

Sampai dengan saat ini, kewaspadaan guna mengantisipasi penyebaran virus terus dilakukan dan Desa Siaga Korona terus diefektifkan.

Perlu kita pahami bersama bahwa terjangkit Covid-19 bukanlah sebuah aib. Untuk itu jika ada gejala terjangkit Covid-19 dan memiliki riwayat kunjungan ke zona merah Covid-19, maka yang bersangkutan wajib jujur kepada petugas kesehatan saat memeriksakan dirinya dan patuhi protokol Covid -19.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) BUKAN kembali ke masa lalu ketika pandemi belum menyebar. AKB berarti menjalankan aktivitas sehari-hari dengan gaya hidup baru sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Selain menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hal yang tidak kalah pentingnya lagi adalah menjaga imunitas tubuh dengan selalu makan makanan bergizi, berolahraga teratur dan terukur, penuhi kebutuhan minum air putih setiap hari serta minum vitamin.

Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, pemerintah terus berupaya keras memutus penyebaran virus corona. Selain melakukan pelacakan atau tracing, pengujian, testing secara masif juga treatment atau pengobatan di fasilitas kesehatan turut ditingkatkan.

Hasil pengamatan saat ini banyak sekali anak-anak yang tidak memakai masker dalam berkegiatan sementara orangtuanya bermasker. Perlu dipahami jika anak-anak adalah salah satu kelompok usia paling rawan terpapar covid. Untuk itu, pakaikanlah masker juga bagi anak.

Guna pendisiplinan warga terhadap pemakaian masker, terhitung mulai tanggal 27 Juli 2020 Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan memberlakukan denda bagi Seluruh masyarakat di wilayah Jawa Barat, untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruang tanpa menggunakan masker, sebesar Rp. 100–150 ribu atau hukuman kerja sosial. Penilangan akan dilakukan oleh Satpol PP, Polisi dan TNI atas nama Gugus Tugas.

Adapun pengecualian atau waktu yang diperbolehkan untuk melepas masker di ruang publik yaitu Sedang pidato; Sedang makan minum; Sedang olah raga kardio tingg i; dan Sedang sesi foto sesaat.

Pemberlakuan denda ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan di ruang publik, sebab kedisiplinan amat penting dalam pencegahan penularan Covid-19.

Dalam 4 hari ke depan menjelang diberlakukannya tilang bagi yang tidak memakai masker di tempat umum, mari kita saling mengingatkan untuk lebih disiplin jika tidak ingin terkena denda.

Untuk pemberlakuan sanksi denda di wilayah Kabupaten Sumedang bagi yang tidak memakai masker di ruang publik, saat ini kita sembari menunggu diterbitkannya Peraturan Gubernur Jawa Barat yang akan dijadikan acuan atau pedoman dalam pengaturan hal tersebut, dan penerapan sanksinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di daerah.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menyiapkan anggaran dari APBD 2020 yang bersumber dari refocusing SKPD dan belanja tidak terduga untuk penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 mencapai lebih dari Rp 216 miliar, dimana dana tersebut diperuntukan bagi bidang kesehatan. Dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial. Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang mengenai penggunaan setiap rupiah uang dalam APBD harus digunakan secara bertanggung jawab, dikelola dengan transparan sehingga manfaatnya akan dirasakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

Di tengah upaya penanganan Covid-19 beserta dampak yang timbul, kecepatan penggunaan anggaran yang diperoleh dari prosedur sederhana dan ringkas, menjadi hal yang sangat krusial sehingga manfaatnya akan dapat segera dirasakan. Namun demikian, tentu saja jangan lantas membuat kita mengesampingkan akuntabilitasnya.

Di masa pandemi saat ini, anak-anak sekolah turut terdampak, salah satunya dengan adanya kebijakan belajar dari rumah yang harus mereka ikuti. Mohon bersabar, dan tetap semangat belajar dari rumah, sehat dan bergembira, karena semua ini adalah demi kesehatan dan keselamatan bersama sehingga kita semua terhindar dari terpaparnya Covid-19.

Untuk menjadikan daerah Kabupaten Sumedang yang aman dari Covid-19 itu ada kuncinya, dimana pengawasan Pemerintah Daerah terkait penegakan protokol kesehatan, kedisiplinan masyarakat serta visi bersama bahwa daerah yang sehat maka masyarakat akan lebih produktif dan kompetitif.

Covid-19 belum selesai, untuk itu mari tetap waspada, selalu memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Keberhasilan menekan angka infeksi Covid -19 ditentukan oleh dukungan semua pihak pada Adap tasi Kebiasaan Baru (AKB).

Demikian Siaran Pers Perkembangan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang pada hari ini Jumat tanggal 24 Juli 2020, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten sumedang diimbau agar tetap waspada pada masa AKB ini. Semoga Allah Subhanahu wata’ala selalu meridhoi segala upaya yang kita laksanakan. (Abas)

Categories: Pemerintahan