Wabah Covid-19, Jumlah PDP dan ODP di Kabupaten Sumedang Terus Meningkat

SUMEDANG, eljabar.com — Jumlah PDP dan ODP di Kabupaten Sumedang terus meningkat. Dari hari minggu (29/3/2020), jumlah PDP tercatat  2 orang. Pada hari Senin, 30 Maret 2020 jumlahnya meningkat menjadi 5 orang yang tersebar di 5 kecamatan yaitu Sumedang Selatan, Cimalaka, Sukasari, Wado, dan paseh.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Persandian dan Statistik Kabupaten Sumedang Iwa Kuswaeri saat menyampaikan Siaran Pers mengenai Perkembangan situasi dan kondisi Penyebaran COVID 19 di Gedung Negara, Senin (30/3/2020).

Dikatakan Iwa, jumlah ODP di Kabupaten Sumedang juga perlu diwaspadai karena terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan,  semula berjumlah 1908 orang kini meningkat menjadi 1935 orang. Iwa menyebutkan, jumlah tersebut adalah ODP Beresiko sebanyak 1702 orang dan ODP Bergejala sebanyak 233 orang.

“ODP Bergejala ada penambahan baru sebanyak 18 orang dan selesai pemantauan 6 orang sehingga jumlah yang dipantau adalah 233 orang,” jelas Iwa.

Lebih lanjut Iwa menyampaikan, sesuai hasil Video Confence yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat yang di ikuti oleh Bupati/Walikota yang wilayahnya terjangkit kasus positif COVID-19. Gubernur memberikan arahan sebagai berikut :

  1. Segera lakukan rekruitmen pembentukan Relawan Covid-19, dimana para Kepala Daerah memilih masyarakat yang muda dan sehat untuk dijadikan relawan sesuai prosedur. Adapun tugasnya, yaitu :

– Melakukan kampanye physical distancing

– Membantu memverifikasi bantuan tunai dan sembako yang akan diberikan oleh Provinsi kepada orang miskin baru dikarenakan COVID-19 di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

  1. Diharapkan ada alokasi Dana dari APBD Kabupaten/Kota kepada orang Miskin Baru yang terdampak Covid-19 sebagaimana yang akan dilakukan Provinsi di 27 daerah kabupaten/Kota, dalam rangka mensupport warga Miskin yang lama yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, melalui bantuan PKH, Sembako, dan bantuan lainnya.
  2. Jalankan Deteksi dengan maksimal, oleh Kepala Daerah, Kepolisian dan Dinas Kesehatan, serta memperluas pelaksanaan Rapid test Covid-19.

  1. Kasus corona/ Covid-19 di Jawa Barat melonjak pesat maka untuk antisipasi dapat mempergunakan berbagaim macam fasilitas memakai Wisma Pelatihan dijadikan Emergency Room.

  1. Segera menyusun rencana karantina ODP dan Jaga Jarak, bagi semua yang mudik harus dimasukkan ke ODP dan yang bersangkutan harus dikarantina mandiri selama hari dan apabila tidak menuruti maka pihak kepolisian bisa mengambil tindakan dengan sanksi pidana.

  1. Arahan dari Presiden, agar para Kepala Daerah segera membentuk “RW Siaga Corona” dan “Desa Siaga Corona”, serta mendeklarasikan sebagai “RW Siaga Corona” dan “Desa Siaga Corona” dengan memasang Spanduk Corona dan membentuk tim khusus sesuai kebutuhan.

  1. Bagi masyarakat Kabupaten Sumedang yang berada di Jakarta, dianjurkan tidak mudik dulu, karena berkenaan dengan kebutuhan hidup akan ditanggung Pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat.

  1. Presiden mengijinkan Karantina Wilayah Parsial di wilayah pusat kabupaten atau pusat kota, seperti menutup komplek, menutup desa, menutup kelurahan, menutup kecamatan tapi tidak menutup Kabupaten atau kota. Penutupan wilayah karantina Parsial Kabupaten/Kota harus ada izin dari Presiden dan Gubernur.

Urusan yang diperbolehkan melintasi wilayah karantina parsial adalah hanya untuk urusan : Kesehatan dan Pangan. (Abas)

Categories: Pemerintahan