Wabup Sumedang Resmikan Gerai Puspita dan Membuka Gelar Produk Pelaku UMKM se-Tanjungsari - El Jabar

Wabup Sumedang Resmikan Gerai Puspita dan Membuka Gelar Produk Pelaku UMKM se-Tanjungsari

SUMEDANG, eljabar.com — Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan meresmikan Gerai Puspita (Pusat Produk Insan Tanjungsari) sekaligus membuka Gelar Produk Pelaku UMKM se-Kecamatan Tanjungsari di Jalan Raya Tanjungsari Nomor 331 Desa Jatisari Kecamatan Tanjungsari, Rabu (09/09/2020).

Wabup mengucapkan syukur karena dapat membuka galeri UMKM Gerai Puspita secara langsung seraya berharap keberadaannya dapat mendukung perkembangan UMKM di Tanjungsari.

“Saya berharap dengan dibukanya Gerai Puspita ini akan semakin menumbuh kembangkan UMKM khususnya di Kecamatan Tanjungsari,” harapnya.

Erwan menerangkan, ada 3.800 lebih UMKM yang berada di Tanjungsari dan 30 persennya produk makanan olahan khas Sumedang. Ada juga batik yang menampilkan khas Kasumedangan.

“Di Tanjungsari banyak produk makanan olahan yang sangat bagus. Dari mulai pengemasan produknya sudah baik, tidak kalah dengan produk pabrikan,” terangnya.

Wabup juga mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang siap membantu UMKM untuk mendongkrak pemasaran.

“Kabag Ekonomi mendampingi saya untuk membatu pemasaran produk UMKM. Mudah-mudahan pemasarannya bisa sampai ke seluruh Indonesia bahkan mancanegara,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, dengan segera dibukanya Tol Cisumdawu beberapa saat lagi menjadi kesempatan UMKM produknya di rest area.

“Nanti ada enam Rest Area yang khusus menyediakan oleh-oleh khas Kabupaten Sumedang hasil karya¬† UMKM untuk pemasarannya,” tegasnya.

Selesai meresmikan Gerai Puspita, Wabup meninjau pengrajin benang gelasan di Desa Kutamandiri Kecamatan Tanjungsari.

H Ega selaku pemilik pabrik benang gelasan D-Plus mengungkapkan, perusahaannya memperkerjakan sekitar 120 karyawan dan memproduksi sekitar 5.000 pak perhari.

“Pemasarannya meliputi Pulau Jawa, termasuk Jakarta dan sudah merambah ke online shop,” ungkapnya.

Ega merasa bersyukur bahwa usahanya di tengah pandemi ini omzetnya justru naik dan menjadi berkah tersendiri.

“Hampir naik 50 persen permintaan benang gelasan. Dengan adanya anak-anak libur sekolah, jadi banyak permintaan benang gelasan di pasaran,” ucapnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan