Warga Kepulauan Tagih Janji Politik Wabup Sumenep ‘Ngantor di Pulau’

SUMENEP, eljabar.com – Janji politik Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Madura, Dewi Khalifah soal ‘Ngantor’ di kepulauan hingga kini belum terlaksana.
Sudah satu tahun lebih memimpin Kabupaten Sumenep, namun tak kunjung ada kantor kedinasan khusus wabup di semua pulau yang ada di kabupaten unjung timur pulau Madura ini.
Salah satu warga Pulau Kangean, Ferdi (27) mengatakan, apa yang dijanjikan Nyai Eva hanyalah wacana saja, dan hanya janji manis politik waktu dirinya ingin menjabat sebagai Wabup Sumenep waktu masa kampanye pada tahun 2019 silam.
“Satu tahun lebih sudah pemerintahan Fauzi-Eva dengan segala janjinya yang entah sampai kapan akan segera ditepati, yang pasti salah satunya janji Wabup untuk ngantor di kepulauan,” kata Ferdi pada media ini, Jumat (13/05/2022).
Dirinya menegaskan, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2019 lalu, secara terang-terangan Wabup Dewi Khalifah akan membangun sebuah kantor di salah satu kepulauan Sumenep.
“Dimanakah kantor Bu Wabup, kok sampai sekarang belum dibangun, warga kepulauan menagih janji Bu Wabup agar tau bagaimana kondisi kehidupan masyarakat yang ada di kepulauan,” tanya Ferdi.
Dirinya bercerita soal infrastruktur jalan yang rusak di desanya, serta aliran listrik yang masih tersendat, masih menjadi persoalan laten yang belum ditangani serius oleh duet kepemimpinan Fauzi-Eva.
“Biar tahu bagaimana rasanya jalan rusak, listrik nggak normal. Jadi saya menunggu berdirinya Kantor Bu Wabup. Kalau memang sudah ada, kami warga kepulauan ingin bertamu ke rumah dinasnya di kepulauan,” tambah ferdi.
Hal tersebut medapat tanggapan dari Wabup Sumenep, Dewi Khalifah. Menurut orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumenep ini, menjelaskan jika yang dikatakan ‘Ngantor’ di kepulauan tidak harus ada kantor di pulau tertentu.
“Saya juga punya tanggungjawab di daratan. Ada 27 Kecamatan kan di Sumenep, daratan dan kepulauan. Jangan memaknai ‘Ngantor’ di kepulauan itu duduk berdampingan dengan masyarakat selama satu bulan,” Kata Nyai Eva, sebutan akrabnya.
Dirinya menjelaskan jika memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya warga kepulauan harus berimbang. Dia menegaskan, tidak muluk-muluk langsung ada di pulau dengan waktu yang cukup lama.
“Kami harus mengimbangi pelayanan daratan dan kepulauan. Tapi yang sering turun ke kepulauan adalah saya,” kata Wabup.
Menurutnya, jika mendatangi warga kepulauan harus menyesuaikan dengan waktu. Dia mangaku harus berbagi dengan warga wilayah daratan.
“Kemarin kita ke Pulau Raas, sudah disempatkan mengunjugi pulau-pulau kecil. Kepada warga kami menanyakan bagaimana aktifitas warga disana. Nanti insya Allah di bulan Juli hingga Agustus akan ke Pulau Masalembu dan Sapudi,” jelas Nyai Eva.
Pihaknya mengungkapkan, mengunjugi warga kepulauan sudah terjadwal setiap bulan dengan jangka waktu 3 hingga 5 hari. Dia meyakini, jika program tersebut akan tetap berjalan, mulai dari pulau terdekat hingga yang terjauh.
“Setelah itu kembali ke daratan lagi. Jadi hasil aspirasi masyarakat itu kita perjuangkan agar bisa direalisasikan,” katanya.
Nyai Eva mengatakan, Sumenep memiliki ratusan pulau. Nanti, kata dia, pihaknya akan mendatangi secara bergilir warga kepulauan selama ia menjabat sebagai Wabup Sumenep hingga tahun 2024 mendatang.
“Kalau untuk kepulauan yang kecil-kecil sudah kami lakukan, usai saya dilantik dulu. Sekitar 4 sampai 5 pulau yang kami kunjungi,” tutupnya. (ury)







