Warga Surabaya Tertunda Punya SIM Baru, Satpas Colombo Kekosongan Material Blanko.

SURABAYA, eljabar.com – Bagi warga Kota Surabaya yang ingin mempunyai Surat Ijin Mengemudi (SIM) terkendala oleh kekosongan bahan material kartu di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Colombo.
Kekosongan bahan material tersebut sudah beberapa minggu ini terjadi dan membuat para warga pemohon SIM baru maupun perpanjangan sedikit kecewa.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Arif Fazlurrahman, SH, SIK, ketika dihubungi eljabar.com melalui selulernya mengatakan, kekosongan bahan material Kartu SIM dikarenakan terlambatnya pasokan material dari Korlantas Mabes Polri. Kekosongan material tidak hanya terjadi di Surabaya saja, tetapi juga beberapa daerah lain.
Arif panggilan akrab Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini menjelaskan, untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya menerbitkan Surat Keterangan (Suket) untuk pemohon SIM baru maupun perpanjangan.
“Kita menghargai warga yang sadar melengkapi diri dalam berkendara dengan mengurus SIM, maka kita terbitkan Suket”, jelas Arif.
Suket ini diberikan kepada pemohon SIM baru yang sudah lulus uji teori dan uji praktek serta diberikan bagi pemohon SIM perpanjangan.
“Suket ini akan ditukar ke Satpas Colombo dengan SIM yang sebenarnya setelah materialnya ada,” terang Perwira jebolan Akademi Kepolisian 2005 Batalyon Tathya Dharaka.
Ketika ditanya wartawan eljabar.com apakah Suket tersebut sebagai pengganti SIM, dengan tegas Arif mengatakan tidak, tetapi pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota yang di lapangan.
“Jika pembawa Suket ini melanggar tetap akan ditindak. Saya pikir anggota dilapangan sudah paham masalah ini,” pungkasnya.
Sementara, sejumlah warga yang sedang mengurus SIM terpaksa kecewa.
Pemohon SIM baru maupun perpanjangan, salah satunya seorang mahasiswi yang namanya enggan disebutkan ini mengatakan dirinya mengurus perpanjangan SIM tetapi bukan SIM yang didapat melainkan Suket.
“Terus terang agak sedikit kecewa Mas, karena kita harus balik lagi ke Colombo untuk menukarkan Suket dengan SIM yang sebenarnya,” ujar Lia, sebut saja begitu karena namanya tidak mau disebutkan.
Hal yang sama terlihat pada seorang warga lainnya yang mengurus SIM baru yang juga tampak kecewa. “Saya sudah berusaha berbagai cara untuk bisa dapat SIM karena untuk kerja, tapi hanya dapat Suket. Ya nasib,” ujar Ningsih kelahiran Surabaya ini.
Walaupun begitu, ia berharap kendala yang dihadapi oleh masyarakat ini segera berakhir. Hal ini agar pelayanan SIM kembali berjalan normal. (andi)







