Wujudkan Sumedang Agamis, Bupati Keluarkan Perbup Wajib Belajar Diniyah - El Jabar

Wujudkan Sumedang Agamis, Bupati Keluarkan Perbup Wajib Belajar Diniyah

SUMEDANG, eljabar.com — Sebagai perwujudan salah satu dari Visi Sumedang Simpati yaitu Sumedang Agamis, di Kabupaten Sumedang telah ada kebijakan dalam bentuk Perda dan Peraturan Bupati tentang wajib belajar diniyah bagi pelajar beragama Islam.

Hal tersebut dikatakan Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir saat membuka kegiatan Pembinaan Tenaga Pendidik Diniyah di Gedung Negara, Rabu (08/07/2020).

“Saya mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai anak sekolah di SD bahwa sekarang wajib mengikuti belajar pendidikan diniyah selama 4 tahun. Ini sebagai syarat untuk masuk SMP. Pemerintah membuat kebijakan ini supaya sejak dini anak-anak kita belajar agama. Jika sejak dini belajar agama, insyaallah pondasi keimanan dan ketaqwaannya akan kuat,” ungkapnya.

Bupati juga mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang memberikan ‘uang kadeudeuh’ kepada 4.299 guru ngaji dengan dianggarkan hampir Rp. 3 milyar. Disamping itu, ada pula bantuan operasional untuk tiap TPA, MDA, dan TPQ.

“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk memotivasi dan memperhatikan para guru ngaji dan tempat-tempat mengaji. Saya mengajak kepada para orang tua agar menyekolahkan anak-anaknya di sekolah diniyah atau TPA supaya iman dan taqwanya kuat, berakhlak mulia, berprestaai dan membanggakan orang tuanya,” ujarnya.

Terkait dengan pembukaan sekolah, Bupati mengatakan bahwa tanggal 13 juli 2020 akan masuk tahun ajaran baru namun bukan berarti mulai masuk kelas, melainkan pembelajaran dilakukan melalui online.

“Karena yang membolehkan belajar di sekolah, jika zonanya sudah hijau. Sedangkan Sumedang masih zona biru. Untuk itu, pembelajarannya melalui media online,” tukasnya

Sementara itu, Agus Wahidin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dalam laporannya mengatakan, sesuai Visi Misi Kabupaten Sumedang yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Sumedang 2018-2023 bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang sebagai salah satu perangkat daerah memiliki penekanan khusus untuk mengeksekusi Misi Sumedang Sejahtera dan Sumedang Agamis.

“Oleh sebab salah satu, program Sumedang Agamis yang telah dibebankan pemerintah kepada kami untuk dieksekusi dan dilaksanakan sebaik-baiknya adalah program wajib diniyah bagi seluruh anak di Kabupaten Sumedang, khusunya anak di pendidikan dasar,” ucapnya.

Agus juga menerangkan, pendidikan diniyah merupakan salah satu syarat anak SD atau MI untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

“Telah kami terapkan mulai tahun ini, untuk penerimaan siswa SMP wajib melampirkan ijazah diniyah. Tanpa itu, tidak bisa melanjutkan,” ucapnya.

Namun demikian, saat ini dari 16.933 orang anak lulus SD, baru 11.200 yang mempunyai ijazah Diniyah. Sedangkan sisanya baru berupa surat keterangan sedang mengikuti pendidikan diniyah.

“Hal ini dapat dimaklumi karena wajib diniyahnya baru berjalan satu tahun lebih. Tahun depan saya yakin semua anak di Sumedang lulus SD/MI sudah berijazah diniyah,” terangnya.

Menurut Agus, ijazah merupakan hal yang bersifat formal tetapi lebih dari itu, bagaimana kualitas pendidikan diniyah di Kabupaten Sumedang yang harus lebih ditingkatkan bersama-sama antara Dinas Pendidikan yang dibantu oleh FKDT, BKPRMI, Forum Komunikasi Pendidikan Al-quran dan secara  fungsional juga bekerjasama dengan MUI dan Baznas.

“Saat ini tercatat 4.299 orang guru ngaji atau pendidik wajib diniyah. Ini merupakan data awal kami. Data ini bersifat dinamis yang akan terus kami perbaiki dan akan kami update setiap tahun,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula pemberian secara simbolis insentif dan buku Juknis Perbup nomor 4 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Wajib Diniyah kepada tiga orang perwakilan guru ngaji oleh Bupati. (Abas)

Categories: Pendidikan