YPMIPA Dorong Kemandirian Perempuan melalui Program Pelatihan “Perempuan Berkarya, Ekonomi Berdaya”

BANDUNG, elJabar.com – Dalam upaya mendukung pemberdayaan perempuan, YPMIPA menyelenggarakan program bertajuk “Perempuan Berkarya, Ekonomi Berdaya”. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Program pelatihan ini diikuti oleh perempuan dari berbagai latar belakang dan usia yang berbeda namun memiliki semangat untuk berkembang dan meningkatkan potensi diri. Pelatihan yang diselenggarakan pada Sabtu (14/2/2026) di Cornerstone Auditorium Bandung tersebut, peserta mendapatkan enam materi utama, yaitu Literasi Keuangan, Personal Color Analysis, Sosialisasi KUR, Nail Art, Makeup Artist (MUA), dan Digital Marketing.
Kombinasi materi tersebut dihadirkan untuk memperkuat pemahaman finansial sekaligus membuka peluang usaha kreatif dan pemasaran berbasis digital. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga praktik langsung yang dapat menjadi bekal untuk memulai atau mengembangkan usaha.
Selain itu, sesi sosialisasi KUR memberikan pemahaman mengenai peluang pengembangan usaha, strategi pengelolaan bisnis, serta akses dukungan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan usaha.
Ketua YPMIPA, Melda Megawati, mengungkapkan bahwa YPMIPA memiliki misi untuk membuat para perempuan menjadi berdaya, dan para perempuan bisa berkarya untuk mewujudkan suatu ekonomi yang berkelanjutan kedepannya.
“Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan komunitas,” ujar Melda Megawati, kepada elJabar.com, Sabtu (14/2/2026).
YPMIPA berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam mendukung pemberdayaan perempuan serta mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Pelatihan ini juga sejalan dengan Asta Citanya Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat kualitas sumber daya manusia, kemandirian ekonomi rakyat dan ketahanan ekonomi nasional dari level paling dasar,” pungkasnya. (MI/Adi)







