YPMIPA Gelar Pelatihan “Financially Ready Youth” untuk Tingkatkan Literasi Keuangan dan Personal Branding Generasi Muda

BANDUNG, elJabar.com – Dalam upaya mempersiapkan generasi muda yang lebih siap untuk menghadapi tantangan masa depan, Yayasan Pembina Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (YPMIPA) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Financially Ready Youth.
Kegiatan ini mengangkat dua topik utama, yaitu Financial Literacy dan Personal Branding, yang dinilai penting bagi pengembangan diri generasi muda di era modern. Pelatihan ini juga berkolaborasi dengan PRFM News Channel sebagai media partner yang turut mendukung penyebarluasan informasi serta meningkatkan jangkauan edukasi kepada masyarakat.
Melalui materi Financial Literacy, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, mulai dari menyusun anggaran, mengatur pengeluaran, hingga membangun kebiasaan menabung dan merencanakan keuangan sejak dini.
Materi ini bertujuan agar generasi muda memiliki kesadaran finansial yang lebih baik serta mampu mengambil keputusan keuangan secara rasional dan bertanggung jawab.
Selain itu, pelatihan ini juga membahas tentang Personal Branding, yaitu bagaimana individu dapat membangun citra diri yang positif, mengenali potensi diri, serta mempresentasikan kemampuan dan nilai yang dimiliki secara efektif, baik dalam lingkungan akademik maupun profesional.
Melda Megawati selaku Ketua YPMIPA menyampaikan bahwa anak muda hari ini bukan harus pintar, tapi juga harus mampu menunjukan nilai lebih, integritas dan kontribusi kepada masyarakat. Masa depan tidak ditentukan oleh berapa banyak uang yang kita miliki hari ini, tapi oleh cara kita berpikir dan mengambil keputusan tentang uang itu.
“Anak muda yang kuat bukan hanya yang punya mimpi besar, tapi yang berani belajar, berpikir kritis dan mengambil keputusan yang bijak.
Karena pada akhirnya, masa depan bukan kebetulan masa depan. Masa depan adalah hasil dari keputusan yang kita anggap itu baik dari hari ini,” ujar Melda Megawati, kepada elJabar.com, Jum’at (13/3/2026).
Kegiatan ini berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta berbagai contoh kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari para peserta. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami materi secara lebih praktis dan aplikatif.
Sejumlah peserta menyampaikan kesan positifnya terhadap pelatihan ini. Mereka sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapatkan materi yang sangat berguna, baik secara teori maupun praktik di dunia nyata kelak. Dimana materi tersebut menyangkut seputar keuangan, sehingga bagi mahasiswa yang akan menghadapi dunia kerja pasti memerlukan ilmu dan pengalaman.
Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini, karena saya mendapatkan materi keuangan yang tentu kita sebagai mahasiswa akan menghadapi dunia kerja, pasti memerlurkan pengalaman dan juga ilmu ini,” ungkap Aditya Rahman, salah seorang peserta pelatihan.
Selain materi keuangan, ada juga materi mengenai personal branding yang mengajarkan bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik lagi ketika bertemu dengan seseorang, ketika kita menjadi pribadi di media sosial ataupun menjadi pribadi yang akan dilihat oleh orang.
“Selain itu, untuk materi dari literasi keuangannya juga sangat bermanfaat bagi saya, apalagi saat ini saya seorang pekerja bisa membantu saya untuk mengetahui bagaimana tata cara mengelola keuangan yang baik dan benar seperti apa. Lalu mengetahui untuk menentukan prioritas itu bagaimana, kebutuhan dan keinginan itu bagaimana. Jadi menurut saya kedua materi nya sangat bagus dan berkualitas,” ujar Risco Firdaus, peserta pelatihan lainnya.
Melalui kegiatan Financially Ready Youth, YPMIPA berharap para peserta tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, tetapi juga mampu membangun citra diri yang positif serta siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan di masa depan.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen YPMIPA dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda agar lebih siap secara finansial, percaya diri, dan kompetitif di era yang terus berkembang,” pungkas Melda. (MI/adi)







