Month: March 2021

  • “I Wanna Get Home Safely”, Cara Adira Kampanyekan Keselamatan Berkendara

    “I Wanna Get Home Safely”, Cara Adira Kampanyekan Keselamatan Berkendara

    JAKARTA, eljabar.com – Pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19 menimbulkan dampak negatif yang luas terhadap berbagai sektor secara nasional maupun global. Kebijakan social distancing (jaga jarak dan menghindari kerumunan) yang diterapkan di seluruh dunia telah menurunkan aktivitas dan pergerakan masyarakat secara drastis di seluruh kota, termasuk di Indonesia. Terjadi penurunan yang signifikan pada volume kendaraan di jalan dan jumlah penumpang pada berbagai moda transportasi umum.

    Hal ini yang juga menyebabkan turunnya angka kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya sepanjang 2020. Menurut Polda Metro Jaya Bidang Lalu Lintas, pada masa pandemi Covid-19, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) pada sepanjang 2020 menurun hingga 7.565 kasus. Meskipun angka ini turun dari angka sebelum pandemi, namun masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan penurunan volume kendaraan di jalan raya dan kasus kecelakaan yang hanya turun 15% atau 8.877 kasus dibandingkan tahun 2019.

    Data tersebut menunjukkan bahwa risiko kecelakaan lalu lintas tidak hanya bergantung pada situasi lalu lintas. Menurut data Kepolisian yang dihimpun oleh Kominfo (2017), rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan di Indonesia. Data yang sama menyatakan 3 penyebab utama kecelakaan lalu lintas antara lain; faktor manusia (61%), yang berkaitan dengan kemampuan serta karakter pengemudi, faktor prasarana dan lingkungan (30%), dan faktor kendaraan (9%). Salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah perilaku pengemudi yang tidak aman. Melihat tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) menyadari pentingnya meningkatkan kepedulian masyarakat akan keselamatan jalan.

    Wayan Pariama, Direktur Adira Insurance, mengungkapkan, “Adira Insurance menggagas program CSR “I Wanna Get Home Safely” (IWGHS), sebuah kampanye yang menggaungkan pesan keselamatan jalan bagi masyarakat luas di Indonesia yang kini sudah berjalan selama lebih dari 10 tahun. Kami melihat bahwa untuk meningkatkan kesadaran berperilaku aman dan selamat, diperlukan edukasi keselamatan berkendara yang meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengguna jalan,” katanya.

    Salah satu program dalam IWGHS adalah Indonesia Road Safety Award (IRSA). IRSA merupakan penghargaan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten yang memiliki penerapan tata kelola keselamatan jalan terbaik di Indonesia. IRSA digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitasnya di Indonesia dan mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, masyarakat dan berbagai pihak lainnya untuk peduli terhadap keselamatan jalan.

    Tahun ini, menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19, Adira Insurance melakukan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaan IRSA demi mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh peserta, serta mendukung instruksi Pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan komitmen Adira Insurance untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku selamat saat berada di jalan. Sebagai bagian dari komitmen ini, Adira Insurance melakukan studi pemetaan profil keselamatan jalan di 15 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui Road Safety Behavior Research. Berbeda dari program IRSA sebelumnya, riset tahun ini berfokus pada perilaku berkendara masyarakat Indonesia yang mencakup tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku.

    Wayan Pariama menegaskan, “Keselamatan jalan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kesadaran dan perilaku mengemudi yang aman sangat penting dalam mendukung keselamatan jalan. Hal ini harus menjadi perhatian oleh semua pihak. Kami senantiasa berkomitmen untuk dapat berkontribusi dalam mendukung dan menggalakkan peningkatan keselamatan jalan di Indonesia,” tegasnya.

    Melalui project IRSA sebelumnya, Adira Insurance melihat implementasi program keselamatan jalan di pemerintah kota dan kabupaten serta persepsi masyarakatnya, sementara riset tahun ini berfokus pada aspek berbeda yaitu perilaku masyarakat itu sendiri. Riset ini dilakukan dalam periode 3 bulan sejak Oktober 2020. Riset dilakukan berdasarkan 1.500 responden yang tersebar di 15 Kota besar di Indonesia, yaitu; DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Makassar.

    Hasil riset menunjukkan bahwa rata-rata indeks keselamatan berkendara di Indonesia mencapai 76%. Nilai tersebut didapat dari aspek pengetahuan/knowledge mencapai 87%, aspek sikap/attitude mencapai 83% serta aspek perilaku/behavior memiliki indeks terendah yaitu 58%.

    “Kami berharap riset ini dapat membantu mendefinisikan indeks keselamatan berkendara dari pemetaan profil berkendara masyarakat Indonesia dan mengukur risiko dari perilaku masyarakat Indonesia di jalan. Risiko dalam temuan ini tentunya harus dikelola untuk dapat mewujudkan keselamatan jalan. Kami juga berharap riset ini dapat menjadi inspirasi maupun referensi bagi Pemerintah, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta lainnya dan masyarakat untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang lebih baik di Indonesia,” tambah Wayan.

    Untuk menyampaikan hasil kajian ini ke seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan wawasan masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara, Adira Insurance menggelar webinar bertajuk Indonesia Bangkit: Pulihnya Mobilitas dan Tingkatkan Kesadaran Berperilaku Aman dan Selamat Saat Berada di Jalan (30/03) yang turut dihadiri oleh AKBP Danang Sarifudin, SIK selaku Kasi Produk Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, Rohmat Purnadi selaku Head of Business Digest, Wayan Pariama, Head of Government Relations Adira Insurance serta Darmaningtyas selaku Ketua INSTRAN (Institut Studi Transportasi).

    “Kami berharap webinar ini dapat membangun kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku aman dan selamat saat di jalan, terutama saat ini seiring dengan pulihnya mobilitas pasca pandemi. Oleh sebab itu, kami menggandeng pakar-pakar ahli dalam merumuskan penerapan keselamatan jalan dan mewujudkan keselamatan berkendara yang semakin baik dari waktu ke waktu di Indonesia,” tutup Wayan. ***

  • Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Siapkan Sejumlah Program

    Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Siapkan Sejumlah Program

    BANDUNG, eljabar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) berupaya menekan angka pengangguran melalui program pelatihan berbasis kompetensi, dan program pemagangan.

    Di samping itu, Disnaker menyediakan pelatihan berbasis masyarakat/wirausaha/vokasi seperti pelatihan menjahit, tata rias, dan lain-lain, untuk mengantisipasi ekonomi masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

    Berbagai upaya tersebut dilakukan dengan harapan masyarakat yang tidak bisa kembali bekerja formal, mereka bisa membuka wirausaha sendiri.

    “Kita coba menyelesaikan (pengangguran) dengan pelatihan, dan memberikan program pemagangan di hotel atau ritel,” terang Kepala Disnaker Kota Bandung, Arief Syaifudin pada Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika Kota Bandung, Selasa (30/03/2021).

    Arief mengatakan, Disnaker terus berkoordinasi dengan perusahaan untuk mendata lowongan pekerjaan terbaru. Sehingga nantinya masyarakat pencari kerja bisa melihat informasi terbaru terkait lowongan kerja, seperti melalui aplikasi BIMA.

    BIMA merupakan aplikasi ketenagakerjaan yang meliputi layanan secara online untuk informasi pasar kerja, bursa kerja, informasi pelatihan kerja, dan pelaporan permasalahan ketenagakerjaan.

    Aplikasi tersebut bisa diunduh melalui laman resmi disnaker.bandung.go.id dan bagi pengguna android bisa mengunduhnya di Playstore.

    “Sebetulnya informasi lowongan kerja terus menerus ada, ternyata banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. kita terus menginformasikan lowongan kerja melalui aplikasi BIMA dan media sosial (twitter dan instagram) Diskominfo,” terangnya.

    Arief mengungkapkan, pada tahun 2020 jumlah pengangguran di Kota Bandung mengalami peningkatan sebanyak 3,03 persen atau 147.081 orang. Hal itu terjadi akibat bonus demografi yang mencapai 77 persen. Namun tidak sebanding dengan jumlah lowongan pekerjaan.

    Oleh karena itu, pada tahun 2021 Disnaker juga akan melaksanakan job fair secara daring. Sebab berkaca pada job fair sebelumnya, Disnaker mampu menyediakan 12 ribu lowongan kerja.

    “Rencananya pada Juni dan Oktober akan ada job fair. Dalam bursa kerja nanti kita akan mengundang perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, dan kita akan sampaikan jumlah total lowongan yang tersedia. Kami juga akan coba sambungkan dengan perusahaan Jepang,” terangnya. ***

  • Di Tengah Pandemi, Pembangunan Kota Bandung Terus Berjalan

    Di Tengah Pandemi, Pembangunan Kota Bandung Terus Berjalan

    BANDUNG, eljabar.com — Pemerintah Kota Bandung (Pemkot) Bandung berkomitmen kuat melaksanakan implementasi perencanaan pembangunan di Kota Bandung.

    Hal tersebut dibuktikan dengan diraihnya 55 penghargaan baik tingkat nasional regional bahkan internasional di antaranya 2 penghargaan tingkat internasional, 22 penghargaan tingkat nasional, dan 31 penghargaan tingkat provinsi.

    Hal tersebut disampaikan Oded usai menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2020 kepada Dewan DPRD Kota Bandung pada rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa, (30/03/2021).

    “Dalam berbagai keterbatasan di tahun 2020, alhamdulillah Pemerintah Kota Bandung mampu meraih beberapa penghargaan,” ungkap Oded.

    “Sepanjang tahun 2020 ada 55 penghargaan yang diterima Pemrintah Kota Bandung baik penghargaan di tingkat internasional, nasional, maupun provinsi Jawa Barat diantaranya 2 penghargaan tingkat internasional, 22 penghargaan tingkat nasional, dan 31 penghargaan tingkat provinsi,” katanya.

    Walaupun tahun ini merupakan tahun yang sangat berat yang menimpa seluruh sektor, namun Oded menyatakan terkait janji politik Wali Kota, sudah banyak yang terealisasi di sepanjang tahun 2020.

    Pada Visi Bandung Unggul terdapat 6 item terealisasi di antaranya PIPPK plus, 1 pusat kreativitas pemuda per wilayah, beasiswa pendidikan bagi siswa, guru dan asn berprestasi (berupa draft peraturan wali kota), pusat pelayanan dan pemberdayaan perempuan per kelurahan, pusat pelayanan dan kreatifitas anak per kelurahan dan kampung wisata di setiap wilayah.

    Untuk Visi Bandung Nyaman terdapat 7 item terealisasi yaitu pembangunan flyover/underpass, pembangunan kolam/saluran retensi, Fasilitas disabilitas di semua ruang public, sambungan air bersih baru, revitalisasi sarana olahraga per kecamatan, bank sampah per kecamatan dan menuntaskan revitalisasi pasar tradisional.

    Sedangkan pada Visi Bandung Sejahtera terdapat 6 item terealisasi, yaitu Pusat pemberdayaan ekonomi dan kreativitas masyarakat (co-working space) per kecamatan, UMK untuk guru honorer, gratis biaya pemakaman bagi warga tidak mampu, peningkatan insentif RT dan RW subsidi harga sembako dan menciptakan 1 koperasi juara setiap kelurahan.

    Serta Visi Bandung Agamis terdapat 2 item terealisasi, yaitu 1 koperasi di tempat ibadah setiap kelurahan dan peningkatan insentif untuk guru agama.

    Menurutnya, keberhasilan ini berkat adanya dukungan, kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam mewujudkan pembangunan Kota Bandung yang lebih baik.

  • Wujudkan Konsep Smart City, Pemkot Bandung Pasang 500 Router Wifi

    Wujudkan Konsep Smart City, Pemkot Bandung Pasang 500 Router Wifi

    BANDUNG, eljabar.com — Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mewujudkan konsep smart city atau kota pintar, yang telah dicanangkan sejak 2017 lalu.

    Salah satu upaya yang kini dilakukan ialah memasang router WiFi di seluruh titik di Kota Bandung. Dengan demikian, nantinya seluruh wilayah di Kota Kembang akan terkoneksi akses internet.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A Briliyana mengungkapkan, di tahun 2021 pihaknya telah memasang router WiFi atau internet gratis yang tersebar di 500 titik.

    Router WiFi tersebut dipasang di tempat-tempat yang dibutuhkan masyarakat, seperti di RW-RW yang tersebar di 151 kelurahan, taman-taman tematik, tempat ibadah, dan co-working space.

    “Kita rencana 7 April meresmikan, mudah-mudahan dengan adanya WiFi itu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya pada Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika Kota Bandung, Selasa (30/03/2021).

    Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 saat ini membuat ruang gerak masyarakat menjadi terbatas. Untuk itu, dengan hadirnya internet gratis diharapkan bisa menunjang kegiatan siswa maupun masyarakat untuk tetap beraktivitas dari rumah.

    Di samping itu untuk mewujudkan smart city, Pemkot Bandung terus berupaya bekerja sama, baik secara nasional maupun internasional dengan menghadirkan teknologi yang dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat.

    Yayan menilai, membangun konsep smart city bukan hanya sekedar teknologi, tetapi juga melayani masyarakat yang lebih baik

    Salah satunya di tahun ini, Pemkot Bandung akan berkolaborasi dengan Melbourne dan Vietnam menghadirkan lomba inovasi teknologi.

    “Lomba inovasi teknologi yang akan diikuti oleh warga Bandung. Hasilnya kita akan mendapatkan aplikasi yang dibuat oleh masyarakat untuk digunakan oleh kita (pemerintah),” terangnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Bandung, Mahyudin menyatakan, saat ini masyarakat sudah bisa menikmati internet gratis yang telah dipasang di 500 titik.

    “Sudah 100 persen terpasang ya. Yaitu di 151 Kelurahan, satu kelurahan ada 2 RW jadi jumlahnya 302 RW, karena anggarannya baru segitu,” terangnya.

    “Kemudian di 5 masjid dan beberapa tempat ibadah, 20 taman tematik, memasang di seluruh OPD, seluruh puskesmas, seluruh SMP, dan seluruh CCTV di Kota Bandung. Jadi 500 itu sudah termasuk di titik itu semua,” tegasnya.

    Bagi masyarakat yang hendak mengakses, bisa langsung terhubung secara gratis dan sebagian besar tidak menggunakan password (kata sandi).

    “Ada yang pakai password yaitu ‘Diskominfo2020’,” tambahnya.

    Selain itu, Diskominfo akan terus berupaya menghadirkan internet gratis di berbagai titik lainnya. Di tahun ini rencananya Diskominfo akan menambah 82 titik internet gratis yang akan dipasang di co-working space dan Buruan Sae. ***

  • Kawasan Bebas Sampah Di Kota Bandung Semakin Menyebar

    Kawasan Bebas Sampah Di Kota Bandung Semakin Menyebar

    BANDUNG, eljabar.com — Keinginan warga Kota Bandung untuk hidup sehat dengan lingkungan yang bersih semakin besar. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya Kawasan Bebas Sampah (KBS) di Kota Bandung.

    Salah satunya KBS di RW 07 Kelurahan Sarijadi Kecamatan Sukasari yang diresmikan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Selasa (30/03/2021).

    Turut hadir pada peresmian tersebut, Camat Sukasari, H. R Sarjani Saleh dan Lurah Sarijadi Evi Sjopiah.

    KBS di kawasan tersebut mulai dari pemanfaatan Lodong Sesa Dapur (Loseda) sampai terintergasi dengan Buruan Sae. Sampah organik sisa dapur itu, menjadikan pupuk sebagai penyubur untuk tanaman maupun sayuran di setiap rumah.

    “Ini satu upaya dari warga sekitar untuk memuntaskan sampah dari sumbernya. Upaya ini bisa menularkan di wilayah lainya,”ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

    Kawasan Bebas Sampah Di Kota Bandung
    Kawasan Bebas Sampah Di Kota Bandung

    Yana mendorong, agar masyarakat mampu menerapkan metode pengelolaan sampah yang selesai dari sumbernya. Tak hanya itu, ia pun mendorong kepada kewliayahan untuk mensosialisasikan pengelolaan sampah, sampai kawasannya bebas dari sampah.

    “Sampah selesai di wilayah kita masing-masing. Pangannya bisa dikonsumsi, minimal warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan. Kalau lebih bisa diberikan ke tetangga,” katanya.

    Menurut Yana, program sampah jadi emas di kawasan tersebut sangat memungkinkan dilakukan. Apalagi kawasan tersebut sudah mandiri untuk mengolah maupun memilah sampah.

    “Sampah jadi emas, ya bisa. Kita doronng warga untuk kumpulkan sampah (anorganik) tidak perlu kuota (anggota) yang banyak, kumpulkan jadi emas. Sampah anorganik punya nilai ekonomis,” jelasnya.

    Sementara itu, Lurah Sarijadi, Evi Sjopiah menyampaikan, hadrikan KBS merupakan kemandirian warga dan kolaborasi dengan kewilayahan.

    “KBS ini baru 2 bulan. Kita hitung jumah dari timbunan sampah rumah tangga, sekitar 500 gr per hari dan 2 kg dalam satu minggu,” tuturnya.

    Untuk di wilayah kelruahan Sarijadi, 3 RW yang sudah menerapkan KBS dari 11 RW. Sisasnya ia akan berusaha agar semua RW melaksanakannya.

    “Jumlah RW 11 yang sudah (KBS) ada 3. di RW 7, RW 11 dan RW 3. Sisanya 8 lagi ini kita proses dan mendorong untuk semangat masyarakat,” ujarnya.

    Sedangkan, Ketua RW 07, Anto Suhanto mengungkapkan, KBS terbentuk dari swadaya masyarakat. Masyarakat pun mengerjakannya dengan gotong royong. Sehinggga warga bisa memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk. Dan memanfaatkan sampah anorganik memiliki nilai ekonomi.

    “Di RW 07 terdapat 358 rumah atau 466 KK (Kepala Keluarga), alhamdulilah kita semua mampu memanfaatkan sampah dengan metode yang sudah dilakukan ini,” tuturnya. ***

  • Budayakan Bersepeda: Moda Transportasi Sekaligus Cari Bibit Atlet

    Budayakan Bersepeda: Moda Transportasi Sekaligus Cari Bibit Atlet

    BANDUNG, eljabar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung upaya membudayakan bersepeda masyarakat sebagai moda transportasi. Tah hanya itu, budaya sepeda bisa menjadi wadah mencari bibit-bibit atlet pesepeda handal.

    Salah satunya dengan kegiatan bersepeda yang dilombakan dan diikuti oleh atlet dari berbagai kelas dengan rute dari Taman Nyland sampai Tangkuban Perahu/Cikole pada Selasa, (30/03/2021).

    Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan kegiatan bersepeda tersebut bisa menjadi salah satu upaya mencari bibit-bibit untuk atlet pesepeda karena diikuti oleh berbagai kelas.

    “Jadi ini kegiatan latihan balap sepeda yang dibagi beberapa kelas, ada kelas elit, junior. Junior itu rata-rata umurnya 15 tahun, terus ada putrinya juga, dan ada yang memang master,” katanya usai melepas start para pesepeda.

    Moda Transportasi Sekaligus Cari Bibit Atlet
    Para Bibit Atlet

    Yana mengatakan dalam kegiatan tersebut, semua kelas yang ada digabung menjadi tiga orang per grup, sehingga penilaiannya pun tidak berdasarkan individu.

    “Ini tidak individu, nanti yang dinilai itu yang paling lambat dari tiga orang itu. Jadi harus kompak, tidak bisa satu orang saja di satu grup itu cepat sendirian,” ucapnya.

    “Karena tetap saja nanti yang dihitungnya yang paling akhir, paling lambat. Jadi ini juga belajar soal kekompakan, soal kebersamaan tim,” lanjutnya.

    Ia pun berharap dengan kegiatan tersebut dapat mencari bibit-bibit pebalap sepeda untuk Kota Bandung yang ke depan bisa mengikuti berbagai kegiatan.

    “Ini untuk mencari itu (bibit-bibit pebalap sepeda). Nanti mereka finishnya di Cikole, itu ditempuh biasanya sekitar satu jam. Karena sampai titik Lembang aja itu mereka bisa sekitar 50 menit. Jadi ini kerjasama tim sama soal waktu juga,” ucapnya.

    Yana menambahkan kegiatan bersepeda harus terus menjadi budaya di Kota Bandung, meski tidak semua orang jadi atlet sepeda, tetapi bersepeda bisa menjadi moda transportasi yang digunakan masyarakat saat ini.

    “Tentunya kegiatan ke kantor atau aktivitas lain (bisa dengan sepeda). Dengan itu sebetulnya Kota Bandung secara tidak langsung diuntungkan, karena bisa menekan polusi kalau bersepeda ini menjadi budaya,” harapnya. ***

  • Wartawan Sumenep Kecam Kekerasan Pada Jurnalis Tempo di Surabaya

    Wartawan Sumenep Kecam Kekerasan Pada Jurnalis Tempo di Surabaya

    SUMENEP, eljabar.com – Puluhan wartawan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Sumenep, Kecam kekerasan terhadap jurnalis di Surabaya. Selasa (30/3/2021).

    Aksi para junalis ini, mngutuk aksi premanisme oleh oknum petugas pada wartawan Majalah Tempo, Nurhadi, saat menjalankan tugas jurnalistik di Surabaya pada Sabtu (27/3) kemarin malam.

    Saat itu, Nurhadi tengah meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap.

    Namun tak dinyana, Nurhadi mendapat perlakuan yang sama sekali tidak dibenarkan oleh undang-undang. Yakni pengawal Angin merampas telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya.

    Nurhadi juga mendapat kekerasan dengan cara ditampar, dipiting dan dipukul di beberapa bagian tubuhnya untuk memastikan bahwa ia tidak melaporkan hasil reportasenya, dia juga ditahan selama dua jam di sebuah hotel di Surabaya.

    “Kami para wartawan di Sumenep mengutuk dugaan aksi premanisme ini. Karena jelas ini telah menciderai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers,” kata orator aksi, Syamsuni.

    Sementara itu, koordinator lapangan (Korlap) aksi, Moh. Sa’ie juga menyayangkan dugaan tindakan kekerasan terhadap Nurhadi. Selain melanggar UU Nomor 40 tahun 1999, kata dia, aksi premanisme ini juga diduga melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.

    “Untuk itu kami mendesak Polres Sumenep agar meneruskan ke Polda Jatim untuk mengusut tuntas kasus ini,” tegas Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) itu.

    “Kami juga meminta kepada Polres Sumenep agar tindakan kekerasan yang demikian jangan sampai terjadi kepada wartawan yang bertugas di Sumenep,” tambahnya.

    Terpisah, Kapolres Sumenep, AKBP Darman, mananggapi hal itu. Pihaknya akan memenuhi permintaan para jurnalis dan meneruskan aspirasi ini ke Mapolda Jatim.

    “Kami percaya bahwa Polda Jatim akan segera menyelesaikan kasus ini. Mudah-mudahan pelaku segera terungkap,” tutupnya.

    Sekedar infirmasi, aksi solidaritas wartawan di Sumenep ini terdiri dari berbagai lintas organisasi media online, cetak dan televisi. (ury)

  • Dansatgas TMMD Ke-110 Kodim 0610/Sumedang Memberi Penggarahan Kepada Anggota

    Dansatgas TMMD Ke-110 Kodim 0610/Sumedang Memberi Penggarahan Kepada Anggota

    SUMEDANG, eljabar. Com — Dansatgas TMMD Ke-110 Kodim 0610/Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa SE.,M.Si kembali memberi penggarahan kepada anggota satgas. Kali ini bertempat di Balai desa Kertamukti, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang.Selasa(30/03/2021)

    Dengan semangat Dan satgas menunjukkan bahwa program TMMD harus tepat sasaran dan alhamdulillah pekerjaan TMMD sudah mecapai hampir 100% itu semua berkat kerja keras kita semua,dan sampai hari ini semua pekerjaan berjalan dengan lancar.Tidak hanya program fisik saja, akan tetapi anggota Satgas TMMD ke 110 Kodim 0610/Sumedang harus selalu bersinergi dengan masyarakat.sehingga tercipta kemanunggalan TNI dengan mayarakat yang sempurna.Dansatgas juga menyampaikan agar seluruh anggota selalu sigap dalam menjalankan tugas.ucap Dan Satgas

    Setelah melakukan arahan terkait TNI Manunggal Membangun Desa (TMDD), Dansatgas kembali meninjau lokasi,pembangunan jalan,mesjid dan Rutilahu yang sudah di lakukan oleh anggota Satgas TMMD di dusun Sangkup desa Kerta Mukti dan Dusun Gunung Kula Desa Kertamukti Kecamatan Tanjungmedar.

  • Kasrem 062/Tn Pimpin Kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama

    Kasrem 062/Tn Pimpin Kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama

    GARUT,eljabar.com —  Kasrem 062/Tn Letnan Kolonel Arm Wahyu Jatmiko, S.Sos.,
    M.M pimpin kegiatan pembinaan kerukunan umat beragama Korem 062/Tn semester I TA. 2021, bertempat di Aula Purnawarman Makorem 062/Tn Jln Bratayudha no.65, Selasa 30/03/2021.

    Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Danrem 062/Tn yang dibacakan oleh Kasrem 062/Tn menyampaikan, saya selaku pimpinan Korem 062/Tn maupun pribadi mengucapkan selamat datang di Makorem 062/Tn, terima kasih atas kesediaannya untuk hadir memenuhi undangan ini.

    Saya berharap hadir dan bertemunya kita disini dapat menjadi media bagi kita untuk lebih meningkatkan ikatan kebersamaan di antara kita, sehingga kita dapat bersama-sama membangun bangsa sesuai dengan peran dan tugas yang kita emban masing-masing.

    Dengan dilaksanakannya acara pembinaan kerukunan umat beragama ini, agar para Prajurit TNI, keluarga besar TNI (KBT), tokoh agama dan tokoh pemuda benar-benar memahami tentang arti toleransi umat beragama di mana antar umat beragama dapat saling menerima, saling menghargai dan saling menghormati keyakinan masing-masing dan bekerjasama dengan perbedaan serta keyakinan agama yang kita anut.

    Dalam UUD 1945 Bab XA tentang hak asasi manusia pasal 28 E ayat (2) berbunyi : Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nurani. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain untuk menganut agama. Untuk itu, seluruh warga negara wajib saling menghargai, menghormati dan bertoleransi, menjaga kerukunan umat beragama.

    Tema yang diangkat pada acara pembinaan kerukunan umat beragama kali ini, yaitu : “Mewujudkan Binter TNI AD yang adaptif melalui kegiatan pembinaan kerukunan umat beragama demi mencegah konflik sosial antar umat beragama serta menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa”.

    Bangsa Indonesia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa yang majemuk atas dasar suku, budaya, ras dan agama dengan memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika. Anugrah tersebut patut kita
    syukuri dengan cara menghargai, memupuk dan mengembangkan sikap toleransi diantara sesama warga bangsa untuk bersama-sama menjaga, memelihara dan mempertahankan persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.

    Di lanjutkan pemberian materi dari tokoh agama islam tentang kerukunan antar umat bergama olèh H. Apid Apidin, S.Ag. M.Ag. dan pokok pembahasan pengertian trilogi kerukunan umat bergama, macam macam kerukunan umat di Indonesia, perlunya kerukunan hidup bergama dengan pemerintah dan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah insaniyah ukhuwah wathoniya oleh Serka GP. Sasmita, S.Ag.

    Hadir pada acara tersebut diantaranya para Kasi Korem 062/Tn,
    keluarga besar TNI, tokoh agama, tokoh pemuda dan peserta acara pembinaan kerukunan umat bergama Korem 062/Tn.(Abas)

  • Digelar Kementrian BUMN, Karyawan PT Pos Indonesia Ikuti Vaksinasi Covid-19

    Digelar Kementrian BUMN, Karyawan PT Pos Indonesia Ikuti Vaksinasi Covid-19

    JAKARTA, eljabar.com — Sejak tanggal 8 Maret 2021, Kementerian BUMN memulai kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama BUMN. Program Sentra Vaksinasi Bersama BUMN sampai saat ini masih berlangsung dan diberikan kepada Lansia dan segenap Pelayan Publik BUMN termasuk karyawan PT Pos Indonesia (Persero). Vaksinasi diselenggarakan di Istora Senayan, PRPP Semarang, Grand City Surabaya dan Provinsi lainnya di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional demi mencapai target satu juta vaksin per bulan.

    Kegiatan yang merupakan hasil kolaboratif antara Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, Pemda DKI, dan Indonesia Healthcare Corporation akan difokuskan terlebih dahulu bagi para lansia. Sinergi antar lembaga pemerintahan dan daerah ini dilakukan untuk mendukung tahap kedua vaksinasi nasional yang menyasar kalangan lanjut usia di DKI Jakarta.

    Percepatan vaksinasi nasional harus dilakukan demi mewujudkan Indonesia Sehat segera mungkin. Dalam kondisi seperti ini, kolaborasi dan sinergi antar lembaga pemerintah dan daerah harus berjalan cepat dan strategis. Ini momen krusial agar kita semua mempercepat program Indonesia Sehat demi mendukung Indonesia Bekerja. Lansia sebagai yang paling rentan, harus didahulukan,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta.

    Kementerian BUMN menjadi lokomotif hadirnya Sentra Vaksinasi Bersama ini demi mempermudah akses bagi publik, serta mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi program pemerintah. Direncanakan Sentra Vaksinasi COVID-19 berlangsung juga di kota-kota lain yang membutuhkan percepatan.

    “Sama seperti dengan apa yang kami lakukan di DKI Jakarta, kami juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah yang membutuhkan percepatan dan tentunya Kementerian Kesehatan,” tambah Erick.

    “Kami bersyukur, perusahaan-perusahaan BUMN sejak COVID-19 merebak sudah saling bersinergi dan kolaborasi untuk mengatasi pandemi. Kini dengan program vaksinasi nasional, saya juga ajak semua BUMN untuk saling bahu-membahu mempercepat vaksinasi nasional,” tegas Menteri Erick Thohir.

    Kementerian BUMN dan BUMN telah mengambil peran penting dalam penanganan COVID-19 dan program vaksinasi COVID-19 nasional. Mulai dari pengadaan PCR, persiapan Wisma Atlet sebagai Rumah Sakit Darurat, diplomasi vaksin secara bilateral dan multilateral.

    Sekretaris Perusahaan PT Pos Indonesia (Persero), Tata Sugiarta menyampaikan, bahwa Pos Indonesia sebagai BUMN yang fokus dalam pelayanan publik terus berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dan masyarakat pleh karena itu karwayan sebagai pelayan publik harus segera diberikan vaksinasi sehingga lebih percaya diri dan aman dalam melayani masyarakat Indonesia sesuai dengan pelayanan publik bidang kurir, logistik dan jasa keuangan. Terutama juga saat ini karyawan kami mengemban tugas distribusi Bantuan Langsung Tunai di seluruh wilayah Indonesia.

    Lebih jauh Tata menyampaikan bahwa vaksinasi karyawan juga dalam rangka pengendalian pandemik di Republik tercinta. Kami sangat mengapresiasi kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama BUMN ini dan berterima kasih karena karyawan Pos dan BUMN lainnya sebagai pelayan publik mendapat perhatian dan prioritas dalam menerima vaksinasi dari Pemerintah melalui Kementerian BUMN.

    Selain mengikuti program vaksinasi dari Kementerian BUMN, pensiunan dan karyawan juga dapat melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan yang disediakan Pemerintah. Ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat dapat bergerak cepat untuk membentuk herd immunity di tiap klaster.

    “Kami berharap, adanya kegiatan vaksinasi ini dapat mendukung karyawan yang berada di garda terdepan untuk bekerja dan berkontribusi secara maksimal terutama dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” katanya. ***