Karena Intervensi Pemerintah Longgar Kasus Covid-19 Meningkat – El Jabar

Karena Intervensi Pemerintah Longgar Kasus Covid-19 Meningkat

Kab.Bandung,eljabar.com — KETUA Komisi D, DPRD.Kabupaten Bandung, Maulana Fahmi menjelaskan, meningkatnya kasus Covid 19 di Kabupaten Bandung, selain kendurnya kesadaran masyarakat juga disebabkan longgarnya intervensi pemerintah, terutama selepas perayaan Idul Fitri 1442 H.

” Inisiatif itu tidak hanya dari masyrakat, ternyata intervensi pemerintah pun harus diperkuat. Intervensi kaya protokol kesehatan (Prokes), pembatasan aktivitas masyarakat sekarang cenderung agak. longgar, apalagi selepas Idul Fitri,” jelasnya saat dihuhungi via ponselnya, Selasa (8/6/2021).

Adanya lonjakan kasus covid, ujar Fahmi diakui pihak Dinas kesehatan (Dinkes) saat rapat dengan Komisi D, belum lama ini. Atas dasar itu, pihaknya meminta Dinkes untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar melaksanakan Prokes.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 lebih ditingkatkan, terutama dalam memantau aktivitas masyarakat.

“Kalau untuk tenaga kesehatan (nakes) sudah maksimal, karena selain tinjauan pekerjaan juga rasa kemanusiaan,” jelasnya.

Saat ini. ujar Fahmi, pembatasan aktivitas masyarakat secara regional dan lokal cenderung inisiatif masyarakat dalam.skup RW. Jadi ada pembatasan, atau penutupan wilayah ( lockdown) di beberapa daerah itu inisiatif RW setempat.

“Jika inisiatif warga sudah bagus, akan lebih bagus lagi jika pemerintah turun tangan,” ujarnya.

Memang di beberapa titik, terutama di jalan protokol sekitar Kabupaten Bandung, dalam waktu tertentu ruang gerak warga dibatasi. Tetapi itu tidak cukup, karena pembatasan perlu juga dilakukan di masyarakat, lokasi wisata dan tempat ibadah.

Hal lain yang kemungkinan berdampak pada lonjakan kasus Covid di Kabupaten Bandung, masih rendahnya penyerapan anggaran dana penanggulangan Covid sektor kesehatan.

Saat ini jelas Fahmi, penyerapannya baru sekitar 40 persenan. Apalagi dana untuk belanja alat kesehatan (Alkes) baru diserap 10 persennya. Padahal jika serapan anggarannya tinggi, secepatnya bisa mengantisipasi jika terjadii lonjakan covid seperti saat ini.

Categories: Parlemen