Pemerintahan

Ciptakan Nataru Kondusif, Pemda Gelar Rapat Kewaspadaan Dini

Sumedang,eljabar.com — Pemda Sumedang dengan didukung TNI, Polri, mitra Kamtibmas serta stakeholders terkait berkomitmen menciptakan perayaan natal dan tahun baru (Nataru) yang kondusif, tertib dan aman.

Hal itu terungkap dalam rapat online Kewaspadaan Dini yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan, Senin (26/12).

“Perayaan libur Nataru tidak menutup kemungkinan munculnya gangguan atau ancaman yang dilakukan orang perorang atau kelompok orang yang menimbulkan terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucap Wabup.

Wabup mengungkapkan, berdasarkan pengalaman, penyebab terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban sebagian besar akibat kelalaian dan sebagian lagi karena bencana alam.

“Apalagi di bulan Desember ini cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi sehingga memungkinkan terjadinya bencana seperti longsor, angin puting beliung dan banjir bandang,” ungkapnya

Menurut Wabup, pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan SOP dan panduan kerja yang ada, baik aktivitas kerja maupun perlakuan terhadap fasilitas sarana dan prasarana yang ada.

“Untuk itu, pada pengamanan malam Nataru, lakukan pengetatan izin kegiatan keramaian dengan melakukan assesment bekerjasama dengan penyelenggara dan stakeholder terkait. Terutama kegiatan-kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Hal ini guna mengantisipasi potensi kerumunan yang dapat menimbulkan korban,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sumedang Asep Tatang Sujana selaku panitia rapat online mengatakan, momentum Nataru selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat di setiap penghujung tahun dengan mengisinya oleh berbagai kegiatan, sehingga berimplikasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Pemerintah Daerah, Polri dengan dukungan TNI, Mitra Kamtibmas serta stakeholders terkait menggelar Operasi Lilin 2022 selama 11 hari, mulai 23 Desember 2022 sampai dengan 2 Januari 2023. Tujuannya agar masyarakat merasa nyaman dan juga aman,” terangnya.

Asep juga menyebutkan, terkait kejahatan konvensional, patroli di daerah rawan dan objek vital ditingkatkan serta guna meningkatkan standar keamanan lingkungan dan tempat tinggal dilakukan sosialisasi, terutama kepada masyarakat yang akan berpergian.

“Terkait ancaman bencana alam, dipersiapkan tim tanggap bencana, tim rehabilitasi dan sarana prasarana pendukung, disertai penguatan edukasi tanggap bencana kepada masyarakat sehingga kita mampu melakukan ‘quick response’ guna memitigasi bencana,” pungkasnya.

Show More
Back to top button