Volume Pekerjaan Kegiatan P3-TGAI Desa Panempan Di Bawah Target Volume Pekerjaan dan HOK

PAMEKASAN, eljabar.com – Pelaksanaan kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3–TGAI) di Desa Panempan, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan disorot sejumlah kalangan.
Pasalnya, panjang saluran irigasi tersier yang ditargetkan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB), Haerudin C. Mahdi, yakni sepanjang 250 meter di tiap lokasi, tidak terpenuhi.
Sementara panjang saluran yang dibangun oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) desa setempat hanya sepanjang 175 meter.
Selain itu, serapan minimal tenaga kerja disinyalir tidaj terpenuhi. Padahal ini sudah diwanti-wanti BBWS Brantas pada saat acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama P3TGAI TA 2023 dengan 1.445 HIPPA dari 21 Kabupaten/Kota Jawa Timur, di Hotel Haris Bundaran Satelit, Surabaya pada Selasa, 9 Mei 2023. sebanyak 15 orang per hari per lokasi, juga tidak terpenuhi.
Ketua HIPPA Desa Panempan, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Buhari enggan mengonfirmasi soal volume pekerjaan dan jumlah anggota HIPPA yang diturunkan dalam pekerjaan swakelola tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Panempan Achmad Effendi tidak berhasil ditemui di kantornya pada Kamis, 15 Juni 2023.
Hingga berita ini ditayangkan, eljabar.com belum mendapatkan klarifikasi terkait dugaan potensi penyimpangan pada pelaksanaan kegiatan P3TGAI di Desa Panempan.
Terpisah, Lingkar Pergerakan Multiple Data (Link Pemuda) menilai realisasi di bawah target tersebut harus disikapi serius oleh Tim Pelaksana Balai (TPB) BBWS Brantas.
“Kalau volume pekerjaannya tidak terpenuhi tentunya harus jadi atensi serius balai (red BBWSB),” ujar Lukas Jebaru, Koordinator Link Pemuda, Jumat (16/6/2023).
Sebab, lanjut Lukas, bukan tidak mungkin hal itu adalah indikator potensi kebocoran dana P3TGAI yang nilainya Rp 195 juta per desa.
“Kebocoran ini yang perlu dievaluasi mendalam oleh Pejabat Pembuat Komitmen dan Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan BBWS Brantas. Fungsi mereka dalam P3TGAI harus kita desak,” tegas Lukas.
Selain itu, Link Pemuda juga mendesak agar TPB BBWS Brantas untuk melaksanakan kinerja pengawasan sesuai Juknis dan Juklak P3TGAI TA 2023.
Bila perlu BBWS Brantas melibatkan pihak-pihak terkait untuk memeriksa dugaan potensi penyimpangan P3TGAI yang kini sedang ramai mencuat ke permukaan. (idrus)







