Gapoktan Dusun Pamarisen Mekarjaya Penuhi Nazar
SUMEDANG,eljabar.com — Warga masyarakat Dusun Pamarisen Desa Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara yang tergabung ke dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Jaya, penuhi nadzar berkat segera direalisasikannya pembangunan daerah irigasi Nagrog oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Adapun para anggota Gapoktan ini bernadzar untuk melakukan syukuran dengan membuat nasi tumpeng, dan hal itu (nadzar) telah mereka penuhi dengan menggelar acara Tasyakur Binnikmah dibangunnya daerah irigasi Nagrog yang dihadiri Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan beserta unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait seperti Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan, Bappppeda, Dinas Pekerjaan Umum & Penata Ruang serta Camat beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Sumedang Utara, di balai pertemuan kelompok tani Subur Jaya Desa mekarjaya, Sabtu, (27/1/18).
Dalam kesempatan tersebut, diterangkan Kepala Desa Mekarjaya Dudung Suryana, sebetulnya daerah irigasi Nagrog yang berada di wilayahnya telah lama dibangun. Namun demikian, sejak tahun 1999 lampau keberadaan irigasi Nagrog tidak bisa diambil manfaatnya secara optimal, karena air yang sedianya bisa mengairi ke seluruh areal persawahan mereka seluas total 110 hektare, pada kenyataannya tidak sesuai dengan harapan.
“Sudah 18 tahun lamanya apabila musim kemarau tiba para petani di sini (Mekarjaya) tidak bisa menanam padi karena tidak adanya air pada aliran irigasi Nagrog. Baru pada musim penghujan lah, petani bisa menanam padi, dan itu pun hasilnya tidak memuaskan karena air hujan selalu membawa lumpur proyek jalan Tol (Cisumdawu),” beber Dudung.
Namun demikian, lanjut Dudung, dirinya merasa bangga kepada para petani yang ada di wilayahnya, karena mereka (petani) tidak berputus asa dengan keadaan sedemikian rupa.
“Walau tidak bisa menanam padi, para petani di sini masih terus beraktivitas dalam bidang cocok tanam yakni dengan menanam Ketela, Singkong dan sebagainya,” terangnya.
Dirinya berharap, dengan dibangunnya daerah irigasi Nagrog, kesejahteraan para petani di desanya dapat meningkat, karena dengan tercukupinya debit air untung mengairi persawahan, mereka pun dapat kembali menanam padi di sawah mereka.
Senada dengan Dudung, Ketua Gapoktan Subur Jaya, Endang Sanusi menuturkan, dibangunnya daerah irigasi Nagrog adalah merupakan harapan para petani. Pasalnya, dengan mengalirnya air pada irigasi maka tentu akan menciptakan kembali mata pencaharian para petani.
“Sejak 18 tahun silam sawah kami tidak terairi oleh irigasi, terus terang kehidupan para petani di sini sangatlah berat. Maka dari itu, kami bersyukur pada tahun ini pemerintah akan membangun kembali daerah irigasi Nagrog, dan kami berharap hal itu (pembangunan) dapat segera dilaksanakan,” kata Endang yang diamini Dana Oding, salah seorang anggota paguyuban petani di sana.
Sementara itu, Bupati Eka dalam sambutannya mengatakan bahwa memang pada tiga bulan silam dirinya kedatangan para anggota Gapoktan pimpinan Endang Sanusi di kediamannya di Gedung Negara Sumedang.
Dijelaskan Eka, maksud dari kedatangan para anggota Gapoktan saat itu tiada lain adalah mengharapkan agar dibangunnya kembali daerah irigasi Nagrog.
“Saat ketemu saya tiga bulan lalu, Pa Endang selaku perwakilan dari Gapoktan Mekarjaya minta sama saya, agar daerah irigasi Nagrog dibangun kembali dan beliau ( Endang) meminta anggaran untuk pembangunan (irigasi) sebanyak 2,5 miliar,” ujar Eka.
Dalam pertemuan saat itu, diakui Bupati bahwa dana 2,5 miliar tidak akan mencukupi guna pembangunan irigasi dimaksud.
“Saya kan kebetulan orang teknis, jadi setelah saya hitung, dana segitu tidak akan cukup. Makanya saya tambah anggaran untuk pembangunan daerah irigasi Nagrog ini menjadi 5 miliar,” ungkapnya.
“Insha Allah, selama tiga bulan terhitung Maret, pembangunan ini sudah dapat dilaksanakan. Nantinya, daerah irigasi Nagrog ini tidak hanya mengairi areal persawahan di Mekarjaya saja, tapi diharapkan akan mampu mengairi seluas lebih dari 500 hektare sawah di lima desa dan dua kelurahan yaitu sampai ke Kelurahan Situ dan Talun,” tutup Eka.(Abas,Arip)







