Pemerintahan

Bupati Targetkan Raihan Pajak di Sumedang 142 Miliar pada Tahun 2020

SUMEDANG, eljabar.com — Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir beraudiensi dengan jajaran Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (Samsat) dan Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Sumedang di Gedung Negara Sumedang, Rabu (29/01/2020).

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Enih Srimurni, SH, M.Si dalam kesempatannya mengatakan, target Pajak Kenaikan Bermotor (PKB) di Tahun 2020 mengalami kenaikan yang cukup signigfikan.

“Kalau kemarin target di angka Rp. 93 milyar sekarang di angka Rp. 147 milyar,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya memohon dukungan dari bupati selaku pemimpin daerah dalam mencapai target PKB tersebut, terutama untuk turut menyebarkan informasi.

“Keterbatasan tenaga kami dan luasnya wilayah Kabupaten Sumedang menjadi kendala. Akan tidak maksimal kalau tidak dibantu pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ia menyampaikan pengalamannya yang sudah dilaksanakan pada Tahun 2019.

“Kami di akhir tahun melakukan door to door. Alhamdulilah dengan cara itu, akhirnya melebihi target yakni mencapai 102% atau di angka Rp. 95 milyar,” ucapnya.

Sebelumnya pihaknya merasa pesimis karena baru mencapai 98% menjelang akhir tahun. Namun, terjadi perubahan naik 14% berkat dukungan dari Pemda.

“Dengan penayangan (informasi PKB) di videotron dan pada kesempatan rapat merupakan dukungan yang tak terhingga bagi kami sehingga target dapat tercapai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan target tahun ini 147% dimana di bulan pertama harus tercapai 7%, tetapi baru 5,13%

”Dengan dukungan pemerintah daerah, mudah-mudahan ke depan bisa melebihi 7% tiap bulannya. Mungkin lebih dari 7% karena di triwulan pertama sekitar 20% bisa dilampaui,” tegasnya.

Ia mengatakan, pihaknya mencoba bekerjasama dengan Diskopindag untuk pembayaran PKB melalui koperasi.

“Bank bjb telah menyetujui untuk perjanjian kerjasama. Baru enam koperasi yang sudah bersedia menerima pembayaran pajak kendaraan,” tukasnya.

Ia juga tengah menggalakan program Zonita Pamor atau Zona Integritas Taat Pajak Kendaraan Bermotor termasuk di kalangan ASN.

“Semoga ASN bisa turut serta peran aktif dalam taat bayar PKB ini. Kami sudah kirim surat ke BKD untuk memohon ijin meminta data-data ASN di Kabupaten Sumedang,” harapnya.

Ia juga menyampaika terima kasih atas dukungan Pemda yang sangat responsif sekali dimana kebijakan-kebijakan dari SAMSAT ditindaklanjuti oleh Pemda Sumedang.

“ASN di Bappenda ini punya kewajiban. Kami punya aplikasi yang melaporkan setiap ASN yang tidak melakukan bayar pajak Rp. 5 juta ke atas.

“Mungkin dengan penulusuran seperti itu akan terdata apakah kendaraannya sudah tidak ada sehingga potensi KTMDU (Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang) berkurang,” katanya.

Dilaporkan, potensi KTMDU yang Rp. 5 juta ke atas di Sumedang sekitar 19% dengan total 217 kendaraan, baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

“Dilihat dari potensi kami yakin optimis Rp. 142 milyar akan tercapai. Kami mohon dukungannya dari semuanya,” pungkasnya.

Bupati dalam arahannya mengapresiasi atas kinerja Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (Samsat) dan Bappenda dalam mencapai target pajak di Sumedang.

“Terima kasih. Mudah-mudahan kinerjanya semakin meningkat semoga target bisa dilampui bahkan meningkat 62% menjadi Rp. 142 milyar. Sekarang betul-betul targetnya sangat besar. Saya yakin targetnya tercapai dengan kinerja dan kerjasama kita,” ucapnya.

Bupati menerangkan bagaimana target tercapai sangat bergantung atas kesadaran wajib pajak.

“Zonita Pamor dimulai dari ASN dahulu dan keluarganya. Ini bagus sekali. Kita sudah buat edarannya dan harus ada pengawasan dan pengendalian sejauh mana itu dilaksanakan apalagi kalau ada sanksinya,” tuturnya.

Dikatakan, semuanya dicontohkan dan dimulai dari ASN.

“Jadi dicek nanti ASN yang sudah bayar pajak atau tidak. Harus ada datanya yang sudah bayar atau belum. Diberikan pemberitahuan kalau belum bayar,” ucapnya.

Ia menambahkan, begitu juga dengan door to door terus laksanakan serta permudah akses pelayanan misalnya melalui Bumdes, juga publikasi dan sosialisasinya teus digalakan.

“Mudah-mudahan ada kesadaran untuk bayar pajak. Harus diingatkan pula mungkin karena lupa.Terus diingatkan dengan cara-cara persuasif,” pungkasnya. (Abas)

Show More
Back to top button