Yayasan Al Ma’soem Bekerjasama Dengan Dinkes Kab. Sumedang Mengadakan Vaksinasi Covid-19 Untuk Guru, Ustadz dan Dosen Serta Tenaga Pendidik Lainnya
SUMEDANG, eljabar. Com –Vaksinasi covid-19 di Indonesia mulai digencarkan pemerintah Republik Indonesia sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo adalah orang pertama yang mendapat suntik vaksin di Istana pada Rabu, 13 Januari 2021. Selain Jokowi, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat juga ikut mendapat vaksin pada kesempatan tersebut.
Saat ini pemerintah sedang fokus memberikan vaksin kepada 40.349.049 orang, yang terdiri dari SDM kesehatan, petugas publik dan lansia. Dikutip dari situs resmi pemerintah covid19.go.id, sampai 29 April 2021 sebanyak 12.280.765 sudah mendapat vaksin tahap 1 dan 7.566.371 vaksin tahap 2.
Tenaga pendidik dan kependidikan, termasuk guru dan dosen merupakan pelayanan publik dan salah satu kelompok yang mendapat prioritas vaksinasi covid-19. Terutama guru dan dosen yang ada di Ibu kota negara dan provinsi yang ada di wilayah Jawa – Bali, karena wilayah tersebut yang menunjukkan penyebaran covid yang cukup tinggi.
Saat ini masyarakat muslim tengah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan khususnya di Indonesia, namun program vaksinasi Covid-19 terus berjalan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa bahwa menerima suntikan vaksinasi Covid-19 di siang hari tidak membatalkan puasa.
Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa vaksinasi memiliki tiga manfaat utama. Pertama, melindungi penerima vaksinasi. Kedua, menciptakan kekebalan kelompok. Ketiga, memberikan perlindungan bagi orang di sekitar penerima.
Yayasan Al Ma’soem Bandung menyambut baik program pemerintah dalam program vaksinasi covid-19. Selain tetap manjaga prokes covid-19, upaya pencegahan dengan vaksinasi ini dinilai lebih tepat untuk saat ini.
Yayasan Al Ma’soem bekerjasama dengan Dinkes Kab. Sumedang mengadakan Vaksinasi Covid-19 untuk guru, ustadz dan dosen serta tenaga pendidik lainnya yang berada di bawah binaan Yayasan Al Ma’soem Bandung.
Sebanyak 265 guru, dosen dan tenaga kependidikan mengikuti vaksinasi Covid-19 termasuk tenaga keamanan, tenaga sarana,” kata Direktur Pendidikan Al Ma’soem, Dr. Asep Sujana.
“Salah satunya adalah Vaksinasi Covid-19 bagi guru, dosen dan tenaga kependidikan termasuk tenaga pendukung proses pembelajaran. Diharapkan para guru, dosen dan tenaga kependidikan memiliki kekebalan tubuh lalu berdampak kepada kekebalan kelompok,” katanya.
Sementara itu, puluhan pengurus Yayasan Al Ma’soem Bandung sudah mengikuti vaksinasi sebanyak dua kali. “Untuk hari ini baru vaksinasi pertama kali. Namun dari kebutuhan vaksinasi bagi 880 orang baik guru, dosen, tenaga kependidikan maupun karyawan Al Ma’soem Group baru disetujui 265 orang akibat keterbatasan jumlah vaksin,” ujarnya.
Untuk vaksinasi kedua, kata Asep, rencananya pada 28 Mei 2021. Harapannya setelah ikhtiar vaksin untuk tenaga pendidik ini rampung, nanti awal tahun ajaran baru Juli 2021 kegiatan belajar mengajar bisa dilaksanakan secara tatap muka, walaupun tatap muka terbatas, pungkasnya.







