PPKM Darurat, KBM Daring dan Luring di Solokanjeruk Berjalan Kondusif

KAB. BANDUNG, eljabar.com – Rencana Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Nadiem Anwar Makarim yaitu menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada sekolah di bulan Juli 2021 akan sulit terwujud, pasalnya hingga berita ini ditayangkan kasus Covid-19 diberbagai daerah cenderung tinggi, tak terkecuali di Kabupaten Bandung.
Korwil Pendidikan Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung Drs. Kusnaedi, saat dimintai keterangan, menuturkan, rencana PTM terbatas pada 19 Juli 2021 tahun ajaran baru 2021/2022, siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Solokanjeruk mudah-mudahan terlaksana dengan catatan Kecamatan Solokanjeruk masuk di Zona Hijau.
“Adapun sebelumnya siswa SDN di Solokanjeruk menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring atau online. Dan daring pun seijin Kadisdik Kab. Bandung DR. H. Juhana, M.MPd dan pada semester akhir siswa menjalani PTM hanya 5 orang per SD. Namun dihentikan karena Soljer (Kec. Solokanjeruk, red) ke buru zona merah,” tutur Kusnaedi.
Ketua cabang PGRI Solokanjeruk Subana Yusuf, S.Pd yang akrab dipanggil SBY membenarkan, siswa SDN dan SMP di Kec. Soljer tahun 2021 menjalani KBM daring dan luring, yaitu guru mendatangi tempat yang sudah ditentukan berjalan konďusif.
“Dan saya bangga yang nama seluruh pendidik, siswa Soljer dapat menjalankan KBM daring dan luring dengan sukses,” tambahnya.
PTM yang dicanangkan oleh pemerintah pada Juli tahun ajaran baru 2012-2022 kendati sulit terlaksana, karena hingga sekarang Covid-19 Kecamatan Solokanjeruk masih termasuk zona merah.
“Saya berharap seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan senantiasa menjaga imun, selalu terapkan 3 M dan pada siswa yang rindu akan KBM tatap muka harap bersabar dan berdoa semoga corona lekas musnah di Bumi Pertiwi ini,” pungkas SBY kepada eljabar.com, Selasa (13/07/2021). A56







