Regional

Bupati Sumedang Ikuti Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Darurat DKI, Banten, dan Jawa Barat Melalui Zoom Meeting

Sumedang, eljabar. Com — Selasa (13/07), Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Darurat DKI, Banten, dan Jawa Barat melalui Zoom Meeting yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan.

Pada kesempatan tersebut beberapa perwakilan kepala daerah dan kepolisian berkesempatan menyampaikan laporan perkembangan dan penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing antara lain Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, Wakil Walikota Bandung, Walikota Cilegon, Bupati Karawang, Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya dan Kapolres Tasik.

Menko Luhut Binsar Pandjaitan dalam arahannya menyebutkan, penurunan indeks komposit mobilitas dan aktivitas masyarakat menunjukkan tren penurunan yang perlu dilanjutkan dan lebih konsisten  menyasar pada titik titik yang terpantau.

“Saya meminta kepada kepada Kapolri, Kapolda dan jajaran untuk terus melakukan penyekatan terhadap mobilitas warga. Tidak hanya di jalan Jalan Ring 1 dan Ring 2, namun juga melakukan patroli di wilayah permukiman untuk memastikan kepatuhan prokes,” ujarnya.

Diharapkan Luhut, momentum tersebut harus dijaga stabilitasnya dengan memastikan PPKM Darurat berjalan efektif.

“Ketika PPKM darurat ini efektif menurunkan mobilitas, maka diharapkan kasus akan melandai dan kita bisa merealisasikan ekonomi secara bertahap sehingga masyarakat kecil bisa kembali beraktivitas,” ungkapnya.

Luhut berharap Gubernur, Walikota, Bupati, unsur Polri dan TNI memantau terus harga bahan pangan dan pasokan distribusi selama penerapan PPKM Darurat berlangsung.

Luhut juga meminta industri essensial, terutama di Provinsi Jawa Barat, yang menerapkan shift malam agar tetap mengikuti aturan 50% kapasitas.

Luhut menekankan kepada seluruh kepala daerah dan unsur TNI Polri untuk memonitor pelaksanaan vaksinasi serta memaksimalkan jumlah suntikan vaksin di setiap titik, khususnya di wilayah Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Pihaknya juga menyatakan siap menyediakan suplai oksigen untuk pasien Covid-19 dan mendukung penuh upaya yang telah disusun guna menangani persoalan yang ada, khususnya penyediaan suplai oksigen di tanah air.

Para peserta rapat juga menyatakan akan berkerja lebih cepat dan lebih tanggap sesuai dengan kewenangan maupun Tupoksi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, Bupati mengatakan, Kabupaten Sumedang berada pada Zona Oranye dan dikelilingi Kabupaten dengan status Zona Merah.
“Per tanggal 12 Juli 2021 kemarin kasus konfirmasi aktif di Kabupaten Sumedang mencapai 256 kasus, meningkat dibanding sehari sebelumnya sebanyak 238 kasus,” tuturnya.

Bupati juga menyebutkan, pihaknya telah optimalisasi mobilisasi dengan bantuan TNI/Polri dan perguruan tinggi1dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang.

“Penyelenggaraan kegiatan kami dibantu juga oleh Hybrid Team yaitu dari Urkes Polres, Brimob, Kesdim, Yonif 301, Unpad, UPI dan Tim Mobile Dinkes  dan Pos Vaksin,” imbuhnya.

Dikatakan Bupati, semua kecamatan dan desa sudah mempunyai Posko Penanganan Covid-19 berikut petugas yang menjaganya.

“Kami telah melaksanakan patroli kewilayahan, penyekatan sederhana, penyemprotan disinfektan dan woro-woro. Semua kecamatan dan desa sudah memiliki tim pemulasaraan dan pemakaman, tempat untuk isolasi mandiri. Puskesmas juga sudah melakukan langkah untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Bupati juga menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi yang difasilitasi Puskesmas terus berjalan.

“Dalam vaksinasi oleh Puskesmas ini kami juga menggandeng unsur Kodim dan Polres seperti yang dilaksanakan beberapa hari lalu,” ucapnya.

Ditambahkan Bupati, para Camat terus berkoordinasi dengan Forkopimcam dan Kepala Puskesmas agar optimal dalam melakukan pembinaan ke desa-desa, RW dan RT, serta  memonitor wilayahnya secara rutin.

“Kami pastikan semua tim pemulasaraan dan pemakaman di  kecamatan dan desa berjalan efektif. Disediakan pula tempat untuk isolasi mandiri di desa-desa. Dilakukan optimalisasi sumber daya yang ada di Puskesmas serta melakukan komunikasi dan koordinasi yang cepat dengan Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

Terakhir Bupati juga mengatakan, sosialisasi dan edukasi yang intensif tentang Covid-19, dari sisi kesehatan (Prokes), sosial budaya maupun keamanan (penegakan hukum) terus dilakukan.

“Kami juga terus pembinaan kepada para Kades memastikan penggunaan Dana Desa untuk penanganan Covid-19 efektif dan efisien,” pungkasnya.(abas)

Show More
Back to top button