Nasional

Asap Tebal Menyelimuti Aksi PKL di Depan Kantor Bupati Pamekasan

PAMEKASAN, eljabar.com – Ratusan massa aksi pedagang kaki lima (PKL) dan anggota gabungan dari sejumlah NGO yang menamakan diri, Mabes NGO Kabupaten Pamekasan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati, Jl. Kabupaten, Pamekasan.

Beberapa orator dalam aksi tersebut menyampaikan tuntutan agar diizinkan berjualan di tempat-tempat tertentu di Kota Pamekasan.
Selain itu, aksi tersebut juga menuntut agar penanggungjawab yang menyalurkan bantuan sembako untuk para PKL sebaiknya ditindak.

Menurut mereka bantuan yang diterima tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

“Berasnya banyak kutu dan telurnya sudah busuk,” isi orasinya.

Bahkan, massa aksi menuntut agar Bupati Pamekasan dapat membantu merealisasikan bantuan ketiga yang hingga kini belum mereka terima.

Aksi unjuk rasa PKL dan Mabes NGO Pamekasan tersebut sempat membakar sebuah gerobak bantuan pemerintah yang mereka terima.

Menurut seorang peserta aksi, Muhdor, pembakaran gerobak adalah simbol matinya usaha para PKL sekaligus kritik atas kualitas pelayanan bantuan sosial yang diterima.

“Bupati tidak bersedia keluar menemui kami langsung dan hanya mengutus Kadiskop tanpa dibekali surat tugas yang patut,” ungkap Muhdor, di depan Kantor Bupati Pamekasan. Selasa, (08/06/2031).

“Kalo Bupati tidak keluar dan menemui kami, maka kami akan jualan lagi di Arek Lancor,” ancam Muhdor mewakili massa aksi.

Namun demikian, Muhdor juga berharap agar tuntutan PKL tersebut direspon Bupati Pamekasan dengan baik. (idrus)

Show More
Back to top button